Simpang Empat (ANTARA) -
Komando Distrik Militer 0305/Pasaman, Sumatra Barat memberikan bantuan sembako kepada Reni Mursida (28) seorang warga yang melahirkan di tengah jalan saat dibawa pakai tandu di Jorong Rurapatontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Pasaman Barat pada Sabtu (25/11).
 
"Hari ini kita kunjungi langsung. Kondisi ibu dan anaknya dalam keadaan sehat," kata Komandan Distrik Militer 0305/ Pasaman Letkol Inf. Putra Negara di Simpang Empat, Senin.
 
Ia mengatakan bantuan itu diserahkan oleh oleh jajaran Koramil 07/Air Bangis Sertu Awaluddin dan Babinsa Sertu Yusral.
 
Adapun bantuan itu berupa beras 10 kilogram, mie instan satu kardus, minyak goreng dua kilogram, telur satu tray, gula dua kilogram, teh dua kotak, susu SGM satu kotak dan biskuit roma dua kotak.
 
Kemudian sabun mandi dua buah, sabun cuci satu renteng, bedak bayi dua buah, minyak telon dua buah dan uang tunai Rp500.000 serta perlengkapan bayinya 
 
"Bantuan ini sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Personel TNI turut membantu ibu Reni yang melahirkan di tengah jalan," katanya.
 
Reni sempat dibawa bersama-sama oleh masyarakat dengan ditandu secara darurat menggunakan kayu dan kain sarung dan melahirkan pada Sabtu (26/11/2023) di tengah perjalanan di bantu oleh bidan jorong dan warga sekitar.
 
Reni ditandu hendak dibawa ke Puskesmas Parit karena akses jalan menuju daerah itu tidak bisa dilalui kendaraan ambulan.
 
Ia melahirkan setelah ditandu menggunakan bambu dan kain sarung sekitar tiga kilometer pada Sabtu (25/11) sekitar pukul 13.00 WIB.
 
Kepala Jorong Rura Patontang, Sapran menyampaikan sebenarnya keterbatasan akses jalan dan jarak fasilitas kesehatan dari kawasan pegunungan seperti ini sangat memberatkan bagi masyarakat.
 
"Pasien ini sebenarnya tidak sanggup untuk ke Puskesmas karena terkendala biaya termasuk biaya keluarga yang menunggu," ungkapnya.
 
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Hajran Huda mengatakan pada Jumat (25/11) ada seorang ibu hamil dikunjungi oleh seorang bidan jorong di daerah itu.
 
Setelah diperiksa ternyata pasien itu harus dirujuk ke Puskesmas Parit. Tetapi keluarga pasien menolak dengan alasan biaya.
 
"Saat itu dibuatlah surat pernyataan menolak untuk dirujuk," katanya.
 
Pada Sabtu (25/11) bidan jorong itu kembali dipanggil karena ada keluhan pasien. Setelah diperiksa ternyata kondisi pasien sudah mau melahirkan atau pembukaan dua. Lalu dianjurkan kembali di rujuk ke Puskesmas Parit lagi.
 
Kemudian pasien dibawa menggunakan tandu karena kendaraan tidak bisa masuk ke kampung itu.
 
"Ditemani bidan dengan perlengkapan lengkap. Saat di tengah perjalanan pasien melahirkan dibantu bidan. Kondisi ibu dan anak dalam keadaan sehat. Pada Minggu (26/11) kami juga mengunjungi pasien d rumahnya dam kondisinya baik," ujarnya.***3***
 

Pewarta : Altas Maulana
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024