Kemendikbudristek ingatkan capaian HKI harus beri asas manfaat
Selasa, 24 Oktober 2023 16:45 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Prof Nizam (tengah) memperlihatkan hasil inovasi yang dihasilkan Unand di Padang, Selasa, (24/10/2023). ANTARA/Muhammad Zulfikar.
Padang (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengingatkan capaian hak kekayaan intelektual (HKI) Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat harus selaras atau memberikan asas manfaat bagi masyarakat.
"Yang terpenting adalah bagaimana HKI tadi bisa dimanfaatkan oleh industri sehingga bisa menggeliatkan ekonomi dan membawa keuntungan bagi Unand," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Prof Nizam di Padang, Selasa.
Dalam mendukung kemajuan riset di perguruan tinggi yang diresmikan Wakil Presiden Mohammad Hatta tersebut, Prof Nizam mengatakan pemerintah memberikan berbagai dukungan di antaranya pendanaan riset dan pendanaan dana padanan.
Riset tersebut dapat dikerjakan secara bersama-sama antara perguruan tinggi dengan dunia industri atau tidak berjalan sendiri. Dengan demikian hasil riset betul-betul dimanfaatkan atau tidak sebatas pajangan prototipe.
Pendanaan dana padanan merupakan salah satu bentuk komitmen yang dibangun antara perguruan tinggi dengan industri. Sehingga ada jaminan atau kepastian hasil riset tersebut digunakan oleh sektor industri.
Dalam skema dana padanan, pendanaan riset tidak sepenuhnya bersumber dari dunia industri. Pemerintah juga mempunyai kewajiban untuk menganggarkan pengembangan riset tersebut. Sebagai contoh, apabila industri memberikan Rp1 miliar, maka pemerintah juga harus menggelontorkan dalam jumlah yang sama.
Secara umum Kemendikbudristek mengapresiasi capaian hak kekayaan intelektual yang dihasilkan perguruan tertinggi di luar Pulau Jawa tersebut.
"Kemendikbudristek mengapresiasi Unand yang secara nasional hak kekayaan intelektualnya tertinggi dari perguruan tinggi negeri di Indonesia," ujarnya.
Unand tercatat mengajukan 1.519 permohonan paten dan permohonan pencatatan ciptaan pada 2022 dengan rincian 47 pencatatan paten terdaftar, 274 paten sederhana, 897 hak cipta, 298 desain industri, dan tiga merek.
Keseluruhan paten dan ciptaan tersebut berasal dari hasil-hasil penelitian dan pengabdian dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan yang dikelola Pusat Kekayaan Intelektual dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unand.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikbudristek ingatkan capaian HKI harus beri asas manfaat
"Yang terpenting adalah bagaimana HKI tadi bisa dimanfaatkan oleh industri sehingga bisa menggeliatkan ekonomi dan membawa keuntungan bagi Unand," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Prof Nizam di Padang, Selasa.
Dalam mendukung kemajuan riset di perguruan tinggi yang diresmikan Wakil Presiden Mohammad Hatta tersebut, Prof Nizam mengatakan pemerintah memberikan berbagai dukungan di antaranya pendanaan riset dan pendanaan dana padanan.
Riset tersebut dapat dikerjakan secara bersama-sama antara perguruan tinggi dengan dunia industri atau tidak berjalan sendiri. Dengan demikian hasil riset betul-betul dimanfaatkan atau tidak sebatas pajangan prototipe.
Pendanaan dana padanan merupakan salah satu bentuk komitmen yang dibangun antara perguruan tinggi dengan industri. Sehingga ada jaminan atau kepastian hasil riset tersebut digunakan oleh sektor industri.
Dalam skema dana padanan, pendanaan riset tidak sepenuhnya bersumber dari dunia industri. Pemerintah juga mempunyai kewajiban untuk menganggarkan pengembangan riset tersebut. Sebagai contoh, apabila industri memberikan Rp1 miliar, maka pemerintah juga harus menggelontorkan dalam jumlah yang sama.
Secara umum Kemendikbudristek mengapresiasi capaian hak kekayaan intelektual yang dihasilkan perguruan tertinggi di luar Pulau Jawa tersebut.
"Kemendikbudristek mengapresiasi Unand yang secara nasional hak kekayaan intelektualnya tertinggi dari perguruan tinggi negeri di Indonesia," ujarnya.
Unand tercatat mengajukan 1.519 permohonan paten dan permohonan pencatatan ciptaan pada 2022 dengan rincian 47 pencatatan paten terdaftar, 274 paten sederhana, 897 hak cipta, 298 desain industri, dan tiga merek.
Keseluruhan paten dan ciptaan tersebut berasal dari hasil-hasil penelitian dan pengabdian dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan yang dikelola Pusat Kekayaan Intelektual dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unand.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikbudristek ingatkan capaian HKI harus beri asas manfaat
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Jefri Doni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Unand Fasilitasi Dosen Perkuat Jejaring Global SDGs di Konferensi Internasional Melalui Program EQUITY
08 February 2026 10:37 WIB
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand edukasi sikat gigi dan cuci tangan pada anak TK Koto Tuo
04 February 2026 10:31 WIB
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB
Unand salurkan air bersih bagi warga terdampak banjir bandang di Kota Padang
24 January 2026 4:39 WIB
Universitas Andalas turunkan tim PKM tanggap darurat bencana SAKATO di Nanggalo dan Pauh
01 January 2026 16:41 WIB