Kemenag targetkan Kampung Zakat bertambah jadi 1.000 selama 2023
Selasa, 17 Januari 2023 20:52 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meresmikan Kampung Zakat di Desa Sukamaju, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (17/01/2023). (ANTARA/HO-Kemenag)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama menargetkan jumlah Kampung Zakat di Indonesia bisa bertambah menjadi 1.000 selama tahun 2023.
"Kami sudah diskusikan dengan berbagai lembaga pengelola zakat, bila saat ini baru ada 514 Kampung Zakat, kita akan masifkan lagi pada tahun ini menjadi 1.000 Kampung Zakat," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta, Selasa.
Menteri Agama pada Selasa meresmikan Kampung Zakat di Desa Sukamaju, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.
Kampung Zakat merupakan program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan lembaga pengelola zakat yang lain.
Program Kampung Zakat digulirkan untuk mendukung upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat.
Kementerian Agama mendorong pembentukan Kampung Zakat oleh masyarakat.
"Kalau ini bisa berjalan dengan baik, saya yakin upaya pemerintah dalam melepaskan kemiskinan itu akan didorong oleh keberadaan Kampung Zakat yang diinisiasi dan didirikan oleh masyarakat," kata Menteri Agama.
"Kita berharap Kampung Zakat ini bisa menginspirasi kita semua untuk tidak lupa menunaikan (kewajiban) zakat. Kampung Zakat juga bisa menjadi ikhtiar dalam pengentasan kemiskinan," ia menambahkan.
Menteri Agama mengatakan bahwa angka kemiskinan di Indonesia tercatat 9,57 persen. Sekitar 22 juta dari 260 juta penduduk Indonesia tergolong miskin.
"Ini sebuah angka yang cukup besar. Jadi ikhtiar-ikhtiar dari masyarakat yang mendirikan Kampung Zakat menjadi bagian dari upaya dalam mempercepat pelepasan kemiskinan," demikian Menteri Agama.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jumlah Kampung Zakat ditargetkan bertambah jadi 1.000 selama 2023
"Kami sudah diskusikan dengan berbagai lembaga pengelola zakat, bila saat ini baru ada 514 Kampung Zakat, kita akan masifkan lagi pada tahun ini menjadi 1.000 Kampung Zakat," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta, Selasa.
Menteri Agama pada Selasa meresmikan Kampung Zakat di Desa Sukamaju, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.
Kampung Zakat merupakan program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan lembaga pengelola zakat yang lain.
Program Kampung Zakat digulirkan untuk mendukung upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat.
Kementerian Agama mendorong pembentukan Kampung Zakat oleh masyarakat.
"Kalau ini bisa berjalan dengan baik, saya yakin upaya pemerintah dalam melepaskan kemiskinan itu akan didorong oleh keberadaan Kampung Zakat yang diinisiasi dan didirikan oleh masyarakat," kata Menteri Agama.
"Kita berharap Kampung Zakat ini bisa menginspirasi kita semua untuk tidak lupa menunaikan (kewajiban) zakat. Kampung Zakat juga bisa menjadi ikhtiar dalam pengentasan kemiskinan," ia menambahkan.
Menteri Agama mengatakan bahwa angka kemiskinan di Indonesia tercatat 9,57 persen. Sekitar 22 juta dari 260 juta penduduk Indonesia tergolong miskin.
"Ini sebuah angka yang cukup besar. Jadi ikhtiar-ikhtiar dari masyarakat yang mendirikan Kampung Zakat menjadi bagian dari upaya dalam mempercepat pelepasan kemiskinan," demikian Menteri Agama.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jumlah Kampung Zakat ditargetkan bertambah jadi 1.000 selama 2023
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Padang Panjang harapkan Baznas 2025--2030 kelola zakat lebih profesional dan berkelanjutan
31 December 2025 4:43 WIB
Tegaskan transparansi, Pemkot Bukittinggi dan Baznas salurkan Rp 60 juta zakat
27 September 2025 13:06 WIB