Lubukbasung (ANTARA) -
Satu ekor ternak jenis anjing milik warga Mudiak Sawah, Nagari Parik Panjang, Kecamatan Matua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat diduga dimangsa satwa liar dan dilindungi jenis harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat diikat di pondok sawah, Jumat (2/9). 
 
Wali Nagari Parik Panjang, Yulianto di Lubukbasung, Rabu, mengatakan Edison (60) tidak menemukan anjing yang diikat di pondok sawahnya yang tidak jauh dari rumah korban saat hendak memberi makan. 
 
"Di lokasi pondok dan kebun cabai ditemukan jejak kaki harimau sumatera," katanya. 
 
Ia mengatakan, satwa tersebut berkeliaran di daerah itu semenjak beberapa hari lalu di lokasi kebun dan sawah milik warga. 
 
Dengan kondisi itu, ia mengimbau warga agar mengandangkan ternak berupa kerbau di sekitar rumah, agar tidak dimangsa satwa itu. 
 
"Warga telah mengandangkan ternaknya di sekitar rumah semenjak kemunculan satwa itu," katanya. 
 
Ia menambahkan, hutan di Parik Panjang memang dihuni harimau sumatera semenjak dahulu. Namun keberadaan satwa itu tidak mengganggu dan tidak memangsa ternak warga. 
 
Bahkan keberadaan harimau dapat membantu warga apabila ada serangan hama babi hutan ke tanaman padi warga. 
 
"Harimau sumatera bakal turun memakan hama babi, sehingga padi warga terhindar serangan hama babi. Saat ini harimau menyerang ternak warga dan mungkin harimau tersebut dari daerah lain," katanya. 
 
Sementara Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Maninjau, Ade Putra menambahkan jejak kaki harimau sumatera itu berukuran dewasa. 
 
"Dipastikan jenis satwa adalah harimau sumatera. Diduga satwa itu hanya melintas dan kembali masuk ke habitatnya," katanya. 
 
Ia menambahkan, petugas Resor KSDA Maninjau telah melakukan identifikasi lapangan, wawancara dengan warga dan edukasi kepada masyarakat. 
 
Petugas Resor KSDA Maninjau bakal melakukan pemantauan satwa itu untuk beberapa hari kedepan. 
 
Sebelumnya, juga ada empat ternak jenis anjing dua ekor dan kerbau dua ekor dimangsa satwa liar di Aia Taganang, Jorong Aia Taganang, Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matua, pada pertengahan Agustus 2022.
 
Akibatnya, dua ekor anjing miliki warga mati dan dua anak kerbau mengalami luka robek pada kaki bagian kiri. 
 
Pihaknya tidak bisa memastikan satwa memangsa empat ternak milik warga Aia Taganang, karena tidak menemukan tanda keberadaan satwa dan hasil kamera jebak hanya merekam babi hutan dan beruk. 
 
"Kita tidak bisa memastikan satwa mangsa empat ternak warga. Jarak dari Aia Taganang ke Mudiak Sawah sekitar enam kilometer," katanya. 

Pewarta : Yusrizal
Editor : Maswandi
Copyright © ANTARA 2024