Usulkan Rp61 miliar, KPU Pasaman Barat perkirakan anggaran Pilkada meningkat
Jumat, 26 Agustus 2022 13:52 WIB
Komisioner KPU Pasaman Barat Adri memperkirakan anggaran Pilkada 2024 naik. (Antara/Altas Maulana)
Simpang Empat (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat memperkirakan anggaran pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah 2024 bakal mengalami peningkatan dibandingkan Pemilu sebelumnya.
"Biaya pelaksanaan Pilkada 2020 yang lalu hanya Rp25,4 miliar. Untuk 2024, kita usulkan Rp61 miliar," kata Komisioner KPU Pasaman Barat Adri di Simpang Empat, Jumat.
Ia mengatakan kenaikan kebutuhan anggaran Pilkada 2024 itu dipicu oleh sejumlah faktor yang mempengaruhinya.
Selain kenaikan honorarium penyelenggara adhock juga ada kemungkinan ada penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan kemungkinan lebih lebih dari satu pasangan calon perseorangan.
"Khusus untuk tahapan calon perseorangan memang dulu dilakukan. Kita memperkirakan maksimal lima pasang calon perseorangan sehingga butuh anggaran yang besar. Sebagai bentuk antisipasi saja," katanya.
Terkait kebutuhan anggaran itu, kata dia pihaknya telah mengusulkan ke Pemkab Pasaman Barat dan masih belum ada pembahasan.
Meskipun anggaran itu telah diusulkan, pihaknya belum bisa memastikan berapa anggaran yang disetujui dan belum ada pembahasan dengan pihak Pemkab Pasaman Barat.
Kebutuhan anggaran itu, katanya tentu akan disesuaikan untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan Pilkada 2024.
Sedangkan untuk pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif anggarannya masih menunggu dari KPU pusat.
"Untuk tahapan Pemilihan Umum Legislatif telah dimulai dan saat ini sedang tahapan verifikasi administrasi Partai Politik," ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Pasaman Barat Hendra Putra membenarkan KPU telah mengusulkan anggaran Pilkada 2024.
"Masih belum kita bahas dan belum asa keputusan. Dalam waktu dekat segera kita bahas demi kesuksesan Pilkada," katanya.
"Biaya pelaksanaan Pilkada 2020 yang lalu hanya Rp25,4 miliar. Untuk 2024, kita usulkan Rp61 miliar," kata Komisioner KPU Pasaman Barat Adri di Simpang Empat, Jumat.
Ia mengatakan kenaikan kebutuhan anggaran Pilkada 2024 itu dipicu oleh sejumlah faktor yang mempengaruhinya.
Selain kenaikan honorarium penyelenggara adhock juga ada kemungkinan ada penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan kemungkinan lebih lebih dari satu pasangan calon perseorangan.
"Khusus untuk tahapan calon perseorangan memang dulu dilakukan. Kita memperkirakan maksimal lima pasang calon perseorangan sehingga butuh anggaran yang besar. Sebagai bentuk antisipasi saja," katanya.
Terkait kebutuhan anggaran itu, kata dia pihaknya telah mengusulkan ke Pemkab Pasaman Barat dan masih belum ada pembahasan.
Meskipun anggaran itu telah diusulkan, pihaknya belum bisa memastikan berapa anggaran yang disetujui dan belum ada pembahasan dengan pihak Pemkab Pasaman Barat.
Kebutuhan anggaran itu, katanya tentu akan disesuaikan untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan Pilkada 2024.
Sedangkan untuk pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif anggarannya masih menunggu dari KPU pusat.
"Untuk tahapan Pemilihan Umum Legislatif telah dimulai dan saat ini sedang tahapan verifikasi administrasi Partai Politik," ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Pasaman Barat Hendra Putra membenarkan KPU telah mengusulkan anggaran Pilkada 2024.
"Masih belum kita bahas dan belum asa keputusan. Dalam waktu dekat segera kita bahas demi kesuksesan Pilkada," katanya.
Pewarta : Altas Maulana
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumbar bersama Pemkab Pasaman Barat resmikan jembatan menuju Pelabuhan Teluk Tapang
13 February 2026 20:30 WIB
Satgas Saber Pangan Pasaman Barat pastikan stok pangan jelang Ramadhan cukup
13 February 2026 20:29 WIB
Pasaman Barat peroleh bantuan perbaikan 52 unit rumah rusak akibat bencana
13 February 2026 20:28 WIB
Wakil Yuridis Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan pemeriksaan tanah untuk sertifikasi aset Pemerintah Nagari Lubuk Layang
13 February 2026 9:43 WIB
Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan pengumpulan data yuridis PTSL 2026 di Nagari Lansek Kadok
13 February 2026 9:41 WIB
Bulog Bukittinggi serap Cadangan Beras Pemerintah di Pasaman dan Pasaman Barat
12 February 2026 19:21 WIB