Margarito: Sistem Presidensiil dalam UUD 45 Sudah Pas
Rabu, 24 Juli 2013 14:23 WIB
Jakarta, (Antara) - Pakar Hukum Tata Negara Margarito, Kamis, menegaskan sistem presidensiil sebagaimana diatur dalam UUD 45 sudah pas dan benar namun yang dibutuhkan adalah seorang Presiden yang memiliki kreasi-kreasi untuk menjalankan pemerintahannya.
"Sistem presidensial yang ada di UUD 45 ini sudah pas. Sekarang ini seolah-olah jadi semi parlementer karena Presiden SBY sendiri yang membawa-bawa itu," kata Pakar Hukum Tata Negara Margarito, Kamis, di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut Margarito menegaskan kalau sekarang ini dirasakan jalannya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono tidak efektif karena merasa tersandera oleh parlemen, hal itu terjadi bukan persoalan konstitusi.
"Persoalannya justru di Presiden SBY, dianya yang tidak cekatan, tidak tegas sehingga menjadi seperti semi parlementer," kata Margarito.
Menurut Margarito yang diperlukan dalam sistem presidensiil adalah seorang pemimpin yang berani melakukank reasi-kreasi konstitusional untuk mengefektifkan pemerintahannya.
Margarito mencontohkan Presiden BJ Habibie pernah mengambil keputusan soal referendum Timor Timur sebelumnya dibawa ke DPR. Presiden AS Thomas Jefferson membeli pulau Lousiana tanpa meminta persetujuan senat dahulu. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menerapkan Sistem Ultrafiltrasi UNAND Berhasil Pulihkan Air Bersih Dampak Bencana
31 December 2025 5:10 WIB
Pastikan pelayanan bersih, Kementerian ATR/BPN gandeng KPK dalam proses perbaikan sistem layanan pertanahan
18 December 2025 12:23 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018