Jakarta, (Antara) - PT Antam Tbk dan Direct Nickel Limited menandatangani perjanjian kerjasama dalam pengembangan deposit nikel laterit dan pabrik pengolahan yang menggunakan Proses DNi di Indonesia.
Penandatanganan perjanjian tersebut merupakan kelanjutan dari penandatanganan Heads of Agreement yang ditandatangani ANTAM dan DNi pada 31 Mei 2012.
Siaran pers Antam yang diterima Senin menyebutkan Antam dan DNi akan melanjutkan kerjasama dalam operasi Test Plant milik DNi di Perth untuk memproduksi 'nickel mixed hydroxide' dan mengkaji bersama hasil teknis dari pabrik tersebut, yang saat ini mengolah sample sebanyak 200 ton nikel laterit dari ANTAM.
Disebutkan jika hasil yang diperoleh dari Test Plant positif dan pemilihan lokasi pabrik di Indonesia, Antam dan DNi berkeinginan untuk mengembangkan pabrik pengolahan nikel laterit pertama di Indonesia yang menggunakan Proses DNi.
Direktur Utama Antam, Tato Miraza, mengatakan kerjasama Antam dengan DNi memiliki prospek yang menjanjikan untuk secara signifikan meningkatkan efisiensi dan keekonomian pengolahan nikel laterit.
"Perjanjian yang ditandatangani hari ini merefleksikan upaya kami untuk memberi nilai tambah terhadap perkembangan keekonomian cadangan nikel Indonesia dan mendukung pertumbuhan Perusahaan yang berkelanjutan,"katanya. (*/sun)