Satu gedung RS di Flores Timur retak akibat gempa
Rabu, 15 Desember 2021 11:08 WIB
Gempa di laut Flores. ANTARA/HO-BMKG
Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, melaporkan bahwa gedung rumah sakit di Larantuka mengalami keretakan akibat gempa magnitudo 7,4 yang terjadi di Laut Flores pada Selasa (14/12).
"Sampai pagi ini berdasarkan data kerusakan yang kami terima hanya ada keretakan gedung RS di Larantuka saja, kerusakan rumah atau yang lainnya tidak ada," kata Kepala Pelaksana BPBD Flores Timur Alfonsus H Betan dari Larantuka, Florea Timur, Rabu.
Ia mengatakan bahwa BPBD sudah meminta data dari semua camat di Flores Timur khususnya di Kecamatan Tanjung Bunga yang berdekatan dengan lokasi bencana gempa bumi tersebut.
"Namun dari data yang dikirim tidak ada satu rumah atau infrastruktur yang rusak akibat gempa itu," tambah dia.
Ia mengatakan bersyukur karena gempa dengan magnitudo besar itu menyebar sehingga tak ada kerusakan sama sekali di sejumlah desa di kabupaten itu.
Terkait pantauan kenaikan air laut pascagempa itu, Alfonsus mengatakan bahwa tidak ada laporan kenaikan air laut setelah gempa tersebut.
BPBD juga sudah mengimbau masyarakat di Flores Timur untuk tidak panik namun tetap waspada dengan gempa-gempa susulan yang sampai saat ini masih terjadi.
"Gempa-gempa susulan masih terus terjadi tapi kami harapkan masyarakat tidak panik, tetapi juga tetap waspada dengan situasi saat ini," tambah dia.
"Sampai pagi ini berdasarkan data kerusakan yang kami terima hanya ada keretakan gedung RS di Larantuka saja, kerusakan rumah atau yang lainnya tidak ada," kata Kepala Pelaksana BPBD Flores Timur Alfonsus H Betan dari Larantuka, Florea Timur, Rabu.
Ia mengatakan bahwa BPBD sudah meminta data dari semua camat di Flores Timur khususnya di Kecamatan Tanjung Bunga yang berdekatan dengan lokasi bencana gempa bumi tersebut.
"Namun dari data yang dikirim tidak ada satu rumah atau infrastruktur yang rusak akibat gempa itu," tambah dia.
Ia mengatakan bersyukur karena gempa dengan magnitudo besar itu menyebar sehingga tak ada kerusakan sama sekali di sejumlah desa di kabupaten itu.
Terkait pantauan kenaikan air laut pascagempa itu, Alfonsus mengatakan bahwa tidak ada laporan kenaikan air laut setelah gempa tersebut.
BPBD juga sudah mengimbau masyarakat di Flores Timur untuk tidak panik namun tetap waspada dengan gempa-gempa susulan yang sampai saat ini masih terjadi.
"Gempa-gempa susulan masih terus terjadi tapi kami harapkan masyarakat tidak panik, tetapi juga tetap waspada dengan situasi saat ini," tambah dia.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Jemaah Naqsyabandiyah Padang laksanakan shalat rarawih pertama Senin malam
16 February 2026 21:44 WIB
Macan tutul cakar pemuda dan bikin panik warga Maruyung Kabupaten Bandung
05 February 2026 12:36 WIB
Transformasi Bang Dodo (Ridho Riyansa) : Dari meja bankir jadi pionir edukasi digital Sumatra Barat
19 January 2026 19:01 WIB
Sudah optimal, operasi pencarian satu korban KM Putri Saknah di Labuan Bajo ditutup
09 January 2026 22:51 WIB
Masyarakat diimbau tidak terpengaruh info tak valid terkait air di lubang sinkhole
09 January 2026 20:39 WIB