Sekdakab Agam sebut LHBT ancaman rusak generasi muda
Selasa, 7 Desember 2021 16:54 WIB
Sekda Agam, Edi Busti sedang membuka NALANA di aula kantor Bupati Agam, Selasa (7/12). (Antarasumbar/HO-Humas Pemkab Agam)
Lubukbasung (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Agam, Sumatera Barat, Edi Busti menyebutkan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) menjadi ancaman bagi anak yang dapat merusak masa depan generasi muda.
“Dulu orang tua kita kekhawatirannya lebih cenderung terhadap anak perempuan, namun kini anak laki-laki juga harus diwaspadai pergaulannya,” katanya saat membuka sosialisasi Nagari Layak Anak (NALANA) di aula kantor Bupati Agam, Selasa.
Ia mengatakan, LGBT merupakan kasus kejiwaan yang perlu diwaspadai secara bersama, sehingga diharapkannya anak sebagai pilar pembangunan harus mendapat perlindungan dengan pemenuhan haknya.
Melalui sosialisasi NALANA ini, ia berharap dapat menciptakan keluarga yang sayang anak, rukun tetangga dan rukun keluarga untuk memastikan anak tumbuh dengan baik.
"Dengan kondisi ini, terlindungi haknya dan terpenuhi kebutuhan fisik serta psikologinya," katanya.
Kedepan setiap kasus atau permasalahan anak bisa cepat dikoordinasikan dan ditindaklanjuti.
Serta dapat memaksimalkan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.
Ia minta pemerintah nagari dan lembaga nagari menjadikan pemenuhan hak.
Serta perlindungan anak sebagai pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan untuk menyusun setiap program pembangunan di nagari.
“Kita meminta peserta sosialisasi dapat menambah wawasan serta pengetahuan tentang hal ini, dan segera menyusun strategi atau langkah untuk mewujudkan Nagari Layak Anak,” katanya.***3***
“Dulu orang tua kita kekhawatirannya lebih cenderung terhadap anak perempuan, namun kini anak laki-laki juga harus diwaspadai pergaulannya,” katanya saat membuka sosialisasi Nagari Layak Anak (NALANA) di aula kantor Bupati Agam, Selasa.
Ia mengatakan, LGBT merupakan kasus kejiwaan yang perlu diwaspadai secara bersama, sehingga diharapkannya anak sebagai pilar pembangunan harus mendapat perlindungan dengan pemenuhan haknya.
Melalui sosialisasi NALANA ini, ia berharap dapat menciptakan keluarga yang sayang anak, rukun tetangga dan rukun keluarga untuk memastikan anak tumbuh dengan baik.
"Dengan kondisi ini, terlindungi haknya dan terpenuhi kebutuhan fisik serta psikologinya," katanya.
Kedepan setiap kasus atau permasalahan anak bisa cepat dikoordinasikan dan ditindaklanjuti.
Serta dapat memaksimalkan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.
Ia minta pemerintah nagari dan lembaga nagari menjadikan pemenuhan hak.
Serta perlindungan anak sebagai pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan untuk menyusun setiap program pembangunan di nagari.
“Kita meminta peserta sosialisasi dapat menambah wawasan serta pengetahuan tentang hal ini, dan segera menyusun strategi atau langkah untuk mewujudkan Nagari Layak Anak,” katanya.***3***
Pewarta : Yusrizal
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polri bangun dua jembatan bailey di Agam permudah akses warga pascabencana
07 February 2026 13:40 WIB
TP PKK Pusat salurkan 500 paket bantuan ke warga terdampak bencana di Agam
06 February 2026 17:16 WIB
DPRD Agam nilai pengadaan mobil dinas kepala daerah tak pas kondisi bencana
04 February 2026 18:00 WIB
Pegawai THL Polsek Palembayan Agam kembali bekerja usai jadi korban banjir bandang
03 February 2026 16:54 WIB
Terpopuler - Sosial
Lihat Juga
Kemensos salurkan bansos penanganan pascabencana dan bansos reguler untuk Aceh, Sumut dan Sumbar
31 January 2026 10:59 WIB
Penyaluan bansos tahap pertama tetap melalui bank Himbara dan Pos Indonesia
23 January 2026 23:24 WIB
Sambut Ramadhan, Elnusa Petrofin Berbagi Energi Kebahagiaan dengan Anak Yatim Piatu & Dhuafa di Seluruh Indonesia
06 March 2025 15:10 WIB
Luhut tekankan perlunya pengoptimalan digitalisasi untuk penyaluran bansos
08 February 2025 14:27 WIB, 2025