KTT ASEM hasilkan 3 dokumen penting
Sabtu, 27 November 2021 6:02 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan pengarahan pers secara virtual pascagelaran Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Europe Meeting (KTT ASEM) ke-13 pada Jumat (26/11/2021). (ANTARA/HO-Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden RI)
Jakarta (ANTARA) - Konferensi tingkat tinggi Asia Europe Meeting (KTT ASEM) ke-13 yang diselenggarakan pada 25-26 November 2021 telah menghasilkan tiga dokumen penting (outcome documents).
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pengarahan pers secara virtual pascagelaran KTT ASEM ke-13 yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat malam (26/11).
Menlu RI menyebutkan dokumen pertama yang dihasilkan dari KTT tersebut adalah Pernyataan Ketua (Chair’s Statement) yang memuat yang memuat komitmen penguatan kerja sama Asia dan Eropa, antara lain dalam upaya pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan perempuan, konektivitas, dan ekonomi digital.
Dokumen kedua yang dihasilkan KTT ASEM ke-13 adalah "Phnom Penh’s Statement on Post-COVID-19 Socio-economic Recovery" (Pernyataan Phnom Penh tentang Pemulihan Sosial-ekonomi pascaCOVID-19).
Dokumen tersebut memuat hal-hal yang terkait dengan kerja sama pemulihan pasca-pandemi, termasuk melalui penguatan ketahanan kesehatan dan ekonomi global.
Selanjutnya, dokumen ketiga yang dihasilkan dari KTT tersebut berjudul "The Way Forward on ASEM Connectivity" (Jalan ke depan Menuju Konektivitas ASEM), yakni suatu dokumen yang membahas aturan teknis penguatan konektivitas negara-negara ASEM.
Adapun beberapa hal yang menjadi sorotan para pemimpin ASEM dalam KTT yang berlangsung selama dua hari itu, antara lain pentingnya multilateralisme dalam menyelesaikan permasalahan global, kerja sama pembangunan internasional untuk mencapai target SDGs dan bangkit lebih baik dari pandemi, serta penguatan sistem kesehatan global untuk mengantisipasi potensi pandemi berikutnya.
KTT ASEM ke-13 diikuti oleh para pemimpin dari 51 negara anggota ASEM. KTT tersebut juga dihadiri oleh Presiden Dewan Eropa, Presiden Komisi Eropa dan Sekjen ASEAN.
KTT ASEM ke-13 diselenggarakan secara virtual di bawah keketuaan Kamboja dengan mengangkat tema "Strengthening Multilateralism for Shared Growth" (Memperkuat Multilateralisme untuk Pertumbuhan Bersama).
ASEM merupakan forum internasional yang menghubungkan negara-negara Asia dan Eropa.
Anggota ASEM mencakup 65 persen perekonomian dunia dan 55 persen perdagangan dunia. Sebanyak 11 dari 20 negara anggota G20 adalah anggota ASEM.
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pengarahan pers secara virtual pascagelaran KTT ASEM ke-13 yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat malam (26/11).
Menlu RI menyebutkan dokumen pertama yang dihasilkan dari KTT tersebut adalah Pernyataan Ketua (Chair’s Statement) yang memuat yang memuat komitmen penguatan kerja sama Asia dan Eropa, antara lain dalam upaya pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan perempuan, konektivitas, dan ekonomi digital.
Dokumen kedua yang dihasilkan KTT ASEM ke-13 adalah "Phnom Penh’s Statement on Post-COVID-19 Socio-economic Recovery" (Pernyataan Phnom Penh tentang Pemulihan Sosial-ekonomi pascaCOVID-19).
Dokumen tersebut memuat hal-hal yang terkait dengan kerja sama pemulihan pasca-pandemi, termasuk melalui penguatan ketahanan kesehatan dan ekonomi global.
Selanjutnya, dokumen ketiga yang dihasilkan dari KTT tersebut berjudul "The Way Forward on ASEM Connectivity" (Jalan ke depan Menuju Konektivitas ASEM), yakni suatu dokumen yang membahas aturan teknis penguatan konektivitas negara-negara ASEM.
Adapun beberapa hal yang menjadi sorotan para pemimpin ASEM dalam KTT yang berlangsung selama dua hari itu, antara lain pentingnya multilateralisme dalam menyelesaikan permasalahan global, kerja sama pembangunan internasional untuk mencapai target SDGs dan bangkit lebih baik dari pandemi, serta penguatan sistem kesehatan global untuk mengantisipasi potensi pandemi berikutnya.
KTT ASEM ke-13 diikuti oleh para pemimpin dari 51 negara anggota ASEM. KTT tersebut juga dihadiri oleh Presiden Dewan Eropa, Presiden Komisi Eropa dan Sekjen ASEAN.
KTT ASEM ke-13 diselenggarakan secara virtual di bawah keketuaan Kamboja dengan mengangkat tema "Strengthening Multilateralism for Shared Growth" (Memperkuat Multilateralisme untuk Pertumbuhan Bersama).
ASEM merupakan forum internasional yang menghubungkan negara-negara Asia dan Eropa.
Anggota ASEM mencakup 65 persen perekonomian dunia dan 55 persen perdagangan dunia. Sebanyak 11 dari 20 negara anggota G20 adalah anggota ASEM.
Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wapres dorong peningkatan kerja sama Asia-Eropa atasi terorisme dan radikalisme di KTT ASEM
20 October 2018 11:29 WIB, 2018
Ini empat pandangan yang disampaikan Wapres Jusuf Kalla dalam KTT Asem
20 October 2018 10:34 WIB, 2018
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB