Bunga bangkai setinggi empat meter ditemukan tumbuh di kebun kakao warga Agam
Kamis, 4 November 2021 9:16 WIB
Wali Nagari Koto Malintang Naziruddin sedang memeriksa bunga bangkai yang ditemukan di kebun warga. (Antara/Dok Wali Nagari Koto Malintang )
Lubukbasung, (ANTARA) - Bunga bangkai jenis Amorphophallus gigas setinggi empat meter ditemukan tumbuh di kebun masyarakat di Koro Malintang, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Wali Nagari Koto Malintang Naziruddin di Lubukbasung, Kamis mengatakan bunga bangkai itu tumbuh di kebun kakao milik Erizal (50) dan lokasinya tidak jauh dari tempat tumbuhnya pohon besar jenis medang (Litsea Sp).
"Bunga bangkai ini sudah dua kali tumbuh di lokasi itu dan bunga bangkai tinggi empat meter ini ditemukan semenjak dua bulan lalu," katanya.
Ia mengatakan, bunga bangkai itu telah dipagar agar tidak diganggu warga.
Ke depan, lokasi itu akan dipagar dengan bagus, karena ini bisa menjadi daya tarik bagi warga untuk datang.
"Ini bisa dijadikan destinasi wisata karena bunga itu jarang ditemukan oleh warga," katanya.
Sementara itu, Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Ade Putra menambahkan bunga bangkai jenis Amorphophallus gigas ini dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
"Bunga langka ini akan mekar sempurna dalam beberapa hari ke depan dan setelah itu bakal layur," katanya.
Ia menambahkan, Resor KSDA Agam bakal ke lokasi bunga bangkai untuk mengukur tinggi, diametet batang, memasang papan imbauan dan edukasi pada masyarakat setempat agar tidak merusak.
Resor KSDA Agam juga telah membahas lokasi tersebut menjadi sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE), karena kaya dengan ekosistem, seperti memiliki kayu berukuran besar dan lainnya. (*)
Wali Nagari Koto Malintang Naziruddin di Lubukbasung, Kamis mengatakan bunga bangkai itu tumbuh di kebun kakao milik Erizal (50) dan lokasinya tidak jauh dari tempat tumbuhnya pohon besar jenis medang (Litsea Sp).
"Bunga bangkai ini sudah dua kali tumbuh di lokasi itu dan bunga bangkai tinggi empat meter ini ditemukan semenjak dua bulan lalu," katanya.
Ia mengatakan, bunga bangkai itu telah dipagar agar tidak diganggu warga.
Ke depan, lokasi itu akan dipagar dengan bagus, karena ini bisa menjadi daya tarik bagi warga untuk datang.
"Ini bisa dijadikan destinasi wisata karena bunga itu jarang ditemukan oleh warga," katanya.
Sementara itu, Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Ade Putra menambahkan bunga bangkai jenis Amorphophallus gigas ini dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
"Bunga langka ini akan mekar sempurna dalam beberapa hari ke depan dan setelah itu bakal layur," katanya.
Ia menambahkan, Resor KSDA Agam bakal ke lokasi bunga bangkai untuk mengukur tinggi, diametet batang, memasang papan imbauan dan edukasi pada masyarakat setempat agar tidak merusak.
Resor KSDA Agam juga telah membahas lokasi tersebut menjadi sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE), karena kaya dengan ekosistem, seperti memiliki kayu berukuran besar dan lainnya. (*)
Pewarta : Yusrizal
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wakil Yuridis Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan pemeriksaan tanah untuk sertifikasi aset Pemerintah Nagari Lubuk Layang
13 February 2026 9:43 WIB
Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan pengumpulan data yuridis PTSL 2026 di Nagari Lansek Kadok
13 February 2026 9:41 WIB
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Polri bangun dua jembatan bailey di Agam permudah akses warga pascabencana
07 February 2026 13:40 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB