Cuaca lagi ekstim, masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota diminta waspada ini
Selasa, 24 Agustus 2021 14:59 WIB
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Limapuluh Kota, Joni Amir didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik saat memperlihatkan peta daerah rawan bencana di daerah tersebut. (Antarasumbar/Akmal Saputra)
Sarilamak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat mengimbau agar masyarakat setempat dapat lebih waspada bencana alam menghadapi cuaca ekstrem yang saat ini sedang terjadi.
"Kita mengimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan disaat cuaca ekstrem saat ini. Cuaca terkadang tidak menentu, siang panas dan malam hujan lebat," ujar Kepala BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir di Sarilamak, Selasa.
Peningkatan kewaspadaan ini, sambungnya agar masyarakat tidak mengalami kerugian yang besar, baik kerugian nyawa maupun harta benda.
"Apabila ada informasi dari BMKG terkait cuaca, kami akan langsung meneruskan memberikan informasi tersebut kepada camat dan wali nagari melalui WA grup sehingga mereka juga dapat menyampaikannya kepada masyarakat," katanya didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik setempat Rahmadinol.
Ia mengatakan hampir semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota termasuk daerah yang rawan bencana.
"Cuma ada beberapa kecamatan yang memiliki potensi banjir, longsor dan kebakaran lahan. Itu seperti di Kapur IX, Pangkalan, Harau, Luhak, Lareh Sago Halaban, Suliki dan Akabiluru," ujarnya.
Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir memang belum ada bencana yang terjadi yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.
"Terakhir bencana banjir yang terjadi itu pada tiga bulan lalu di Kecamatan Akabiluru, setelah itu Alhamdulillah tidak ada lagi bencana banjir yang terjadi," kata dia.
Ia juga mengimbau agar para pengendara juga meningkatkan kewaspadaan terutama yang akan melewati Nagari Koto Alam dan Manggilang.
"Kalau situasi dan cuaca dinilai tidak memungkinkan seperti hujan lebat dan angin kencang jangan dipaksakan untuk tetap berkendara melewati jalur-jalur yang rawan longsor," ungkapnya.
"Kita mengimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan disaat cuaca ekstrem saat ini. Cuaca terkadang tidak menentu, siang panas dan malam hujan lebat," ujar Kepala BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir di Sarilamak, Selasa.
Peningkatan kewaspadaan ini, sambungnya agar masyarakat tidak mengalami kerugian yang besar, baik kerugian nyawa maupun harta benda.
"Apabila ada informasi dari BMKG terkait cuaca, kami akan langsung meneruskan memberikan informasi tersebut kepada camat dan wali nagari melalui WA grup sehingga mereka juga dapat menyampaikannya kepada masyarakat," katanya didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik setempat Rahmadinol.
Ia mengatakan hampir semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota termasuk daerah yang rawan bencana.
"Cuma ada beberapa kecamatan yang memiliki potensi banjir, longsor dan kebakaran lahan. Itu seperti di Kapur IX, Pangkalan, Harau, Luhak, Lareh Sago Halaban, Suliki dan Akabiluru," ujarnya.
Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir memang belum ada bencana yang terjadi yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.
"Terakhir bencana banjir yang terjadi itu pada tiga bulan lalu di Kecamatan Akabiluru, setelah itu Alhamdulillah tidak ada lagi bencana banjir yang terjadi," kata dia.
Ia juga mengimbau agar para pengendara juga meningkatkan kewaspadaan terutama yang akan melewati Nagari Koto Alam dan Manggilang.
"Kalau situasi dan cuaca dinilai tidak memungkinkan seperti hujan lebat dan angin kencang jangan dipaksakan untuk tetap berkendara melewati jalur-jalur yang rawan longsor," ungkapnya.
Pewarta : Akmal Saputra
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga hari pantau sinkhole di Limapuluh Kota, ini yang ditelusuri badan geologi
14 January 2026 13:02 WIB
Jalan provinsi penghubung Agam-Limapuluh Kota terputus dampak banjir (Video)
10 January 2026 19:31 WIB
Masyarakat diimbau tidak terpengaruh info tak valid terkait air di lubang sinkhole
09 January 2026 20:39 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB