Diduga akibat arus pendek, satu unit rumah kayu ludes dilalap api di Kinali
Sabtu, 21 Agustus 2021 16:56 WIB
Satu unit rumah di Kinali Pasaman Barat hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa dan diduga api berasal dari konsleting arus pendek listrik. (Antara/HO-Humas Polres Pasbar)
Simpang Empat (ANTARA) - Satu unit rumah kayu ukuran 6x6 meter berlantai semen milik Desi Susanti (32) di Tampunik Jorong IV Koto Barat Kinali Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terbakar diduga konsleting arus pendek listrik, Sabtu.
"Tidak ada korban jiwa atas kebakaran itu dan korban mengalami kerugian sekitar Rp100 juta," kata petugas piket pawas Polres Pasaman Barat Ipda Muhammad Basir di Simpang Empat, Sabtu.
Ia mengatakan kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.50 WIB yang menyebabkan bangunan itu ludes dilalap api.
Menurutnya kebakaran itu terjadi berawal ketika korban dan keluarganya sedang tidak berada di rumah dan pergi ke kebun.
Saat itu dua orang saksi tetangga korban Nanang (42) dan Af (50) yang sedang duduk di belakang rumah korban mencium aroma plastik yang terbakar dari arah rumah korban.
Selanjutnya saksi langsung melihat k erumah dan saksi melihat ada gumpalan asap tebal dari arah dalam kamar rumah korban.
Kemudian mereka berteriak meminta tolong untuk memadamkan api kepada masyarakat lain. Namun api dengan cepat merambat ke seluruh sisi rumah dan api semakin membesar.
Tidak berselang lama dua unit mobil pemadam kebakaran datang di lokasi untuk melakukan pemadaman api, tetapi api telah membakar seluruh rumah beserta isinya.
"Tidak ada korban jiwa dan kerugian sekitar Rp100 juta. Diduga api berasal dari konsleting arus pendek listrik," sebutnya.
"Tidak ada korban jiwa atas kebakaran itu dan korban mengalami kerugian sekitar Rp100 juta," kata petugas piket pawas Polres Pasaman Barat Ipda Muhammad Basir di Simpang Empat, Sabtu.
Ia mengatakan kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.50 WIB yang menyebabkan bangunan itu ludes dilalap api.
Menurutnya kebakaran itu terjadi berawal ketika korban dan keluarganya sedang tidak berada di rumah dan pergi ke kebun.
Saat itu dua orang saksi tetangga korban Nanang (42) dan Af (50) yang sedang duduk di belakang rumah korban mencium aroma plastik yang terbakar dari arah rumah korban.
Selanjutnya saksi langsung melihat k erumah dan saksi melihat ada gumpalan asap tebal dari arah dalam kamar rumah korban.
Kemudian mereka berteriak meminta tolong untuk memadamkan api kepada masyarakat lain. Namun api dengan cepat merambat ke seluruh sisi rumah dan api semakin membesar.
Tidak berselang lama dua unit mobil pemadam kebakaran datang di lokasi untuk melakukan pemadaman api, tetapi api telah membakar seluruh rumah beserta isinya.
"Tidak ada korban jiwa dan kerugian sekitar Rp100 juta. Diduga api berasal dari konsleting arus pendek listrik," sebutnya.
Pewarta : Altas Maulana
Editor : Ikhwan Wahyudi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamenkomdigi sebut ANTARA berperan penting publikasikan program pemerintah
20 January 2026 19:41 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB