Bukittinggi (ANTARA) - Empat orang anak yatim bersama ibu mereka hanya bisa terdiam haru saat menerima sebuah rumah kediaman baru di Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Padang.


"Saya tidak bisa berkata-kata lagi, semoga bantuan ini mendapat balasan berlipat dari Allah," kata Ema(42), ibu dari empat anak yatim itu di Padang, Rabu.


Ema hidup menjanda sejak satu setengah tahun silam dan berjuang sendirian menafkahi ke-empat orang anaknya dengan bekerja sebagai penjual sayur.


Ema biasa berjualan sayur di pinggir jalan di jembatan Kurao Padang untuk mendapatkan rejeki untuk kebutuhan sehari-hari mereka.


Bantuan rumah sedekah dari Lembaga Amil Zakat Mitra Ummat Madani ini semakin terasa berarti bagi keluarga itu karena bantuan diberikan saat menjelang Lebaran.


Sebelumnya Ema dan anak-anaknya tinggal di sebuah gubug seukuran 2x4 meter yang didirikan di tanah milik keluarga mertuanya.


"Bantuan rumah sedekah ini berasal dari donasi infak sedekah masyarakat di Sumbar dan rantau," kata Direktur Lazis Mitra Ummat Madani, Elfiyon Julinit. Di dalam rumah. (Antarasumbar/HO-Dokumen pribadi)


Ia berharap bantuan itu bisa menjadi hadiah Ramadhan bagi keluarga Ema yang juga memiliki dua orang anak penghafal Al Quran.


Selain menyerahkan rumah sedekah dengan dua kamar tidur dilengkapi kamar mandi dan dapur, donatur juga menyalurkan paket kebutuhan pokok bagi keluarga ini.


Lazis mitra ummat madani sendiri didirikan pada 2016 oleh beberapa orang pegiat zakat dan kemanusiaan.


Lazis ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kedermawanan masyarakat di kampung halaman dan rantau untuk pemberdayaan duafa di Sumatera Barat.


Zakat infak dan sedekah yang dihimpun sebanyak 70 persen disalurkan dalam pemberdayaan dan 30 persen dalam bentuk donasi. Di dalam kamar rumah. (Antarasumbar/HO-Dokumen pribadi)
 

Pewarta : Al Fatah
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2024