PKS: Umat Islam Perlu Lupakan Perbedaan Kecil
Selasa, 4 Juni 2013 12:39 WIB
Anis Matta
Jakarta, (Antara) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta menegaskan perlunya seluruh komponen umat Islam melupakan perbedaan kecil antara satu dengan yang lain dan sebaiknya fokus pada persamaan pemikiran atas banyak hal.
"Mari kita melupakan perbedaan kecil dan fokus pada kerja-kerja besar kita bersama. Kita semua di sini memiliki persamaan pandangan terhadap banyak hal. Ini perlu agar umat Islam lebih menyatu dalam barisan yang besar dan kuat," katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.
Pernyataan Anis tersebut diungkapkan sebelum dialog dengan sekitar 300 kiai, habaib, dan tokoh masyarakat se-Madura pada Senin (3/6) malam. Dialog itu digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kabupaten Sampang dan juga dihadiri Wakil Bupati Sampang Fadilah Budiono.
Anis menegaskan dunia Barat, khususnya di Amerika Serikat dan Eropa, dalam beberapa tahun belakangan memiliki minat kuat untuk mengenal Islam yang sesungguhnya. Pada saat yang sama, menurut dia, masyarakat Barat melihat Indonesia sebagai wajah Islam yang damai.
"Indonesia sekarang menjadi model sebab di tengah banyaknya mazhab dan keragaman etnis maupun kelompok, kita tetap damai. Berbeda dengan saudara kita di belahan dunia lain yang justru terus bertikai," ujarnya.
Selain berdialog tentang kondisi umat Islam Indonesia dan dunia, beberapa kiai dan tokoh masyarakat Madura meminta Anis menjelaskan kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI).
Anis mengatakan, kasus itu murni persoalan pribadi LHI. PKS, menurut dia, tidak ikut campur dalam kasus yang ramai diberitakan media massa beberapa pekan terakhir.
Dia menegaskan, PKS kini menunggu proses hukum berlangsung hingga tuntas. Menurut Anis apabila LHI ternyata dinyatakan terbukti bersalah oleh pengadilan, maka dirinya sebagai Presiden PKS segera meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.
"Kami di PKS adalah manusia biasa yang tidak luput dari khilaf. PKS tentu berharap (LHI) dinyatakan tidak bersalah, tetapi bila sebaliknya, saya wajib meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia," terang Anis.
Dialog itu ditutup dengan doa yang dipimpin empat kiai Madura secara bergantian, masing-masing KH Abdul Kholik, KH Ahmad Baihaqi, KH Halim Toha, dan KH Toha Kholil (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muntaha al-Kholiliyah, Bangkalan).
Presiden PKS Anis Matta dan rombongan DPP PKS berada di Madura dalam rangkaian safari silaturahim se-Jawa dan Indonesia bagian Timur. Sebelumnya, pertemuan serupa digelar di Jawa Barat, Yogyakarta, kemudian Jawa Timur.
Selanjutkan di Maluku, Sulawesi Tenggara, dan di rencanakan di tutup di Sulawesi Selatan pada tanggal 9 Juni mendatang.
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nusron Wahid sambut positif rencana Presiden Prabowo bangun gedung umat di eks-Kedubes Inggris
10 February 2026 10:05 WIB
Wujud nyata toleransi, umat Hindu Sumatera Barat turun langsung bantu korban bencana
28 December 2025 21:59 WIB
Gubernur Mahyeldi Sambut Delegasi Malaysia, Bahas Penguatan Ekonomi dan Promosi Rendang Minang
10 November 2025 18:30 WIB
Wako Padang Panjang : FKUB dan AGPAI garda terdepan perkuat nilai keagamaan dan menjaga kerukunan umat
15 October 2025 17:30 WIB
Terjunkan 500 mahasiswa KKN tematik, Menteri Nusron: Tuntaskan sertifikasi aset umat
14 October 2025 13:48 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018