Padang, (ANTARA) - Ketua DPRD Sumbar Supardi meminta panitia pelaksana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional ke XXVIII berkomitmen menegakkan protokol kesehatan pada pelaksanaan kegiatan yang dimulai dari 12 -21 November 2020 tidak menjadi kluster terbaru penyebaran COVID-19.

"DPRD akan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap agenda nasional ini, diharapkan prokes berjalan optimal dan kontingen Sumbar bisa memberikan prestasi terbaik untuk daerah, " kata dia di Padang, Jumat.

Dia menyampaikan, meskipun sejauh ini penanganan COVID-19 cenderung berhasil, pemerintah daerah tidak boleh terbuai dan langkah antisipasi harus diambil terkait akan adanya penyelenggaraan MTQ. 

Sumbar jangan sampai jadi penonton di rumah sendiri saat MTQ nasional  digelar namun kafilah Sumbar harus mampu mengukir prestasi.

Supardi meminta semua pihak berkewajiban menyukseskan kegiatan ini, terlebih dari pro dan kontra yang ada di masyarakat karena dilaksanakan pada masa pandemi yang masih menghantui .

Dia berharap harus ada komitmen yang jelas dan terukur. Maksudnya disamping membudayakan pakai masker dan cuci tangan, kita menyarankan seluruh peserta dan mereka yang masuk ke Sumbar untuk hadir dikegiatan MTQ harus swab. Hanya swab yang  bisa membuktikan seseorang itu bersih dari Covid-19.

"Kita meminta kepada gubernur agar membuat Standar Operasional (SOP) atau protokol khusus tentang kegiatan MTQ ini dengan protap COVID-19, sehingga protap ini tak bisa disangkutkan dengan protokol kesehatan yang sudah ada saja atau Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), tapi juga gubernur mengeluarkan semacam pergub atau peraturan lain yang khusus menyikapi kegiatan MTQ sehingga ketika MTQ digelar di Sumbar tidak menjadi kluster baru COVID-19," katanya.