Presiden ingin memberi warisan Indonesia sentris
Senin, 26 Oktober 2020 10:58 WIB
Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc. (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Jakarta (ANTARA) - Juru bicara Presiden RI Fadjroel Rachman mengatakan Presiden RI Joko Widodo ingin memberikan legacy atau warisan Indonesia sentris pada akhir pemerintahannya di tahun 2024.
"Presiden ingin memberikan legacy, Indonesia semua merata. Harapan Presiden, legacy 2024 Indonesia-sentris," kata Fadjroel dalam webinar Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Amin, yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta, Senin.
Fadjroel mengatakan Pemerintaan Jokowi-Ma'ruf Amin ingin memastikan pembangunan berjalan di segala sektor, hingga terwujud keadilan yang merata.
Dia menekankan daerah pinggiran menjadi prioritas. Papua, Papua Barat dan wilayah Timur Indonesia menjadi perhatian.
"Bahkan Presiden menunjuk Wapres sebagai Ketua Dewan Pengarah Percepatan Pembangunan Papua," kata Fajdroel.
Dia menekankan ada banyak daerah tertinggal yang perlu dibangun agar tidak terjadi kesenjangan. Pembangunan SDM dan infrastruktur yang merata sangat penting karena secara ekonomi, Pulau Jawa memperoleh sekitar 55 persen kue pembangunan, dan Sumatera memperoleh 29 persen.
"Jawa dan Sumatera sudah mengambil sekitar 75-80 persen kue pembangunan. Selebihnya dibagi Kalimantan hanya 8 persen, Sulawesi, Maluku dan Papua," ujar Fadjroel.
Dia menegaskan legacy Indonesia sentris yang dikehendaki Presiden adalah tidak boleh ada satu pulau pun yang tertinggal, dan tidak boleh ada satu rakyat pun tertinggal.
"No one left behind. Presiden mengatakan bukan hanya pembangunan fisik atau infrastruktur, tapi pembangunan SDM. Pemerintah ingin memastikan pembangunan merata di semua wilayah," ujar dia.
"Presiden ingin memberikan legacy, Indonesia semua merata. Harapan Presiden, legacy 2024 Indonesia-sentris," kata Fadjroel dalam webinar Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Amin, yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta, Senin.
Fadjroel mengatakan Pemerintaan Jokowi-Ma'ruf Amin ingin memastikan pembangunan berjalan di segala sektor, hingga terwujud keadilan yang merata.
Dia menekankan daerah pinggiran menjadi prioritas. Papua, Papua Barat dan wilayah Timur Indonesia menjadi perhatian.
"Bahkan Presiden menunjuk Wapres sebagai Ketua Dewan Pengarah Percepatan Pembangunan Papua," kata Fajdroel.
Dia menekankan ada banyak daerah tertinggal yang perlu dibangun agar tidak terjadi kesenjangan. Pembangunan SDM dan infrastruktur yang merata sangat penting karena secara ekonomi, Pulau Jawa memperoleh sekitar 55 persen kue pembangunan, dan Sumatera memperoleh 29 persen.
"Jawa dan Sumatera sudah mengambil sekitar 75-80 persen kue pembangunan. Selebihnya dibagi Kalimantan hanya 8 persen, Sulawesi, Maluku dan Papua," ujar Fadjroel.
Dia menegaskan legacy Indonesia sentris yang dikehendaki Presiden adalah tidak boleh ada satu pulau pun yang tertinggal, dan tidak boleh ada satu rakyat pun tertinggal.
"No one left behind. Presiden mengatakan bukan hanya pembangunan fisik atau infrastruktur, tapi pembangunan SDM. Pemerintah ingin memastikan pembangunan merata di semua wilayah," ujar dia.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peduli PKK, Legislator Bukittinggi bagikan seragam batik dan kerancang
12 August 2023 17:10 WIB, 2023
Kabar baik, Indonesia dapat hibah 5,5 juta dolar dari Korea untuk peningkatan kapasitas UKM
28 February 2023 13:03 WIB, 2023
Arif Rachman Arifin divonis 10 bulan penjara dalam kasus perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir J
23 February 2023 12:18 WIB, 2023
Arif Rachman Arifin dituntut satu tahun penjara dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J
27 January 2023 11:44 WIB, 2023
Berikut tanggapan Jubir Presiden atas terpilihnya Indonesia jadi anggota Dewan Ekonomi PBB
18 June 2020 11:18 WIB, 2020
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB