Pandemi mempercepat perubahan tenaga manusia ke robot
Rabu, 21 Oktober 2020 10:38 WIB
Robot asal Prancis bernama Pepper, mendeteksi apakah orang menggunakan masker atau tidak dan meminta mereka menggunakan masker, dipamerkan oleh Softbank Robotics di Paris, Selasa (8/9/2020). (REUTERS)
Zurich (ANTARA) - Robot akan melenyapkan 85 juta pekerjaan di bisnis menengah sampai besar selama lima tahun ke depan lantaran pandemi COVID-19 mempercepat perubahan di tempat kerja, yang cenderung melebih-lebihkan ketidaksetaraan, demikian riset Forum Ekonomi Dunia (WEF).
Survey terhadap hampir 300 perusahaan global menemukan bahwa empat dari lima eksekutif bisnis mempercepat rencana untuk melakukan digitalisasi pekerjaan dan menerapkan teknologi baru, sehingga membatalkan perolehan pekerjaan yang didapat sejak krisis keuangan 2007-2008.
"COVID-19 mempercepat datangnya masa depan pekerjaan," kata Direktur Manajer WEF, Saadia Zahidi.
Bagi pekerja yang ditentukan tetap menjalankan perannya dalam lima tahun ke depan, hampir separuhnya perlu mempelajari keterampilan baru, dan pada 2025, para pengusaha akan membagi tugas untuk manusia dan mesin secara merata, menurut riset tersebut.
Secara keseluruhan, penciptaan lapangan kerja melambat dan penghilangan pekerjaan semakin cepat lantaran perusahaan di seluruh dunia menggunakan teknologi ketimbang pekerja untuk tugas memasukan data, akuntansi dan administrasi.
Kabar baiknya adalah bahwa lebih dari 97 juta pekerjaan akan muncul di seluruh ekonomi perawatan, di industri teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), dan dalam pembuatan konten, menurut WEF yang bermarkasi di Jenewa.
"Tugas-tugas di mana manusia ditetapkan untuk mempertahankan keuntungan komparatif mereka termasuk mengelola, menasehati, membuat keputusan, mempertimbangkan, berkomunikasi serta berinteraksi," katanya.
Permintaan akan meningkat bagi pekerja yang mampu mengisi pekerjaan ekonomi hijau, data mutakhir dan fungsi AI, serta peran baru di bidang teknik, komputasi awan dan pengembangan produk.
Dari survei WEF ditemukan bahwa sekitar 43 persen perusahaan ditetapkan akan mengurangi tenaga kerja mereka sebagai dampak integrasi teknologi, 41 persen berencana memperluas penggunaan kontraktor, dan 34 persen membayangkan perluasan tenaga kerja mereka akibat integritas teknologi.
Sumber: Reuters
Survey terhadap hampir 300 perusahaan global menemukan bahwa empat dari lima eksekutif bisnis mempercepat rencana untuk melakukan digitalisasi pekerjaan dan menerapkan teknologi baru, sehingga membatalkan perolehan pekerjaan yang didapat sejak krisis keuangan 2007-2008.
"COVID-19 mempercepat datangnya masa depan pekerjaan," kata Direktur Manajer WEF, Saadia Zahidi.
Bagi pekerja yang ditentukan tetap menjalankan perannya dalam lima tahun ke depan, hampir separuhnya perlu mempelajari keterampilan baru, dan pada 2025, para pengusaha akan membagi tugas untuk manusia dan mesin secara merata, menurut riset tersebut.
Secara keseluruhan, penciptaan lapangan kerja melambat dan penghilangan pekerjaan semakin cepat lantaran perusahaan di seluruh dunia menggunakan teknologi ketimbang pekerja untuk tugas memasukan data, akuntansi dan administrasi.
Kabar baiknya adalah bahwa lebih dari 97 juta pekerjaan akan muncul di seluruh ekonomi perawatan, di industri teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), dan dalam pembuatan konten, menurut WEF yang bermarkasi di Jenewa.
"Tugas-tugas di mana manusia ditetapkan untuk mempertahankan keuntungan komparatif mereka termasuk mengelola, menasehati, membuat keputusan, mempertimbangkan, berkomunikasi serta berinteraksi," katanya.
Permintaan akan meningkat bagi pekerja yang mampu mengisi pekerjaan ekonomi hijau, data mutakhir dan fungsi AI, serta peran baru di bidang teknik, komputasi awan dan pengembangan produk.
Dari survei WEF ditemukan bahwa sekitar 43 persen perusahaan ditetapkan akan mengurangi tenaga kerja mereka sebagai dampak integrasi teknologi, 41 persen berencana memperluas penggunaan kontraktor, dan 34 persen membayangkan perluasan tenaga kerja mereka akibat integritas teknologi.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Basuki Hadimuljono: Presiden Prabowo akan mempercepat pembangunan IKN
22 October 2024 9:39 WIB, 2024
Chatbot WhatsApp APLIKASI PEDULI LINDUNGI MEMPERCEPAT RESPON PENGADUAN MASYARAKAT
12 November 2021 15:39 WIB, 2021
TMMD-112 Kodim 0309/Solok upayakan mempercepat pemerataan pembangunan
09 October 2021 16:14 WIB, 2021
Ini diminta Pemkot Pariaman pada Sumbar untuk mempercepat pembangunan 'waterfront city'
26 August 2021 19:01 WIB, 2021
Ini digelar UNP guna dukung program pemerintah mempercepat kekebalan kelompok masyarakat
19 August 2021 16:30 WIB, 2021
Kunjungan Menteri KP ke Sumbar dapat mempercepat ini, ujar anggota DPR-RI
03 June 2021 20:18 WIB, 2021
Dalam mempercepat pembangunan jalan, Tim Menko Maritim tinjau Pelabuhan Laut Teluk Tapang Pasaman Barat
04 August 2020 20:15 WIB, 2020
Kerahkan seluruh sumber daya yang ada, pemerintah mempercepat penyaluran BLT Dana Desa
19 May 2020 11:30 WIB, 2020