Microsoft ingin beli TikTok
Senin, 3 Agustus 2020 8:38 WIB
(Antara/Business Wire)
Jakarta (ANTARA) - Microsoft Corp menyatakan mereka akan melanjutkan pembicaraan soal mengakuisisi aplikasi TikTok dari ByteDance, China.
"Microsoft sepenuhnya mengapresiasi pentingnya mengatasi kekhawatiran Presiden. Perusahaan berkomitmen mengakuisisi TikTok demi tinjauan menyeluruh tentang keamanan dan memberikan manfaat ekonomi yang layak untuk Amerika Serikat, termasuk Kementerian Keuangan Amerika Serikat," kata Microsoft dalam keterangan tertulis, dikutip dari Reuters, Senin.
CEO Microsoft Satya Nadella berbicara dengan Presiden AS Donald Trump tentang isu ini.
Mereka ingin memastikan semua data pribadi dari pengguna TikTok di AS dikirim dan tetap berada di dalam negeri.
Microsoft menyatakan belum ada kesepakatan setelah pertemuan, negosiasi ditargetkan selesai pada 15 September.
Amerika Serikat ingin TikTok melepas ikatan dengan perusahaan induk di China dan operasional aplikasi di AS sepenuhnya berada di negara tersebut.
ByteDance, perusahaan induk TikTok, dikabarkan setuju dengan rencana memecah operasional di AS dan akan memberi kesempatan bagi perusahaan AS lainnya untuk memegang saham minoritas.
"Microsoft sepenuhnya mengapresiasi pentingnya mengatasi kekhawatiran Presiden. Perusahaan berkomitmen mengakuisisi TikTok demi tinjauan menyeluruh tentang keamanan dan memberikan manfaat ekonomi yang layak untuk Amerika Serikat, termasuk Kementerian Keuangan Amerika Serikat," kata Microsoft dalam keterangan tertulis, dikutip dari Reuters, Senin.
CEO Microsoft Satya Nadella berbicara dengan Presiden AS Donald Trump tentang isu ini.
Mereka ingin memastikan semua data pribadi dari pengguna TikTok di AS dikirim dan tetap berada di dalam negeri.
Microsoft menyatakan belum ada kesepakatan setelah pertemuan, negosiasi ditargetkan selesai pada 15 September.
Amerika Serikat ingin TikTok melepas ikatan dengan perusahaan induk di China dan operasional aplikasi di AS sepenuhnya berada di negara tersebut.
ByteDance, perusahaan induk TikTok, dikabarkan setuju dengan rencana memecah operasional di AS dan akan memberi kesempatan bagi perusahaan AS lainnya untuk memegang saham minoritas.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dosen-Mahasiswa PNP rancang penyimpanan arsip elektronik di DPRD Sumbar
10 November 2023 8:42 WIB, 2023
Dicurigai ulah peretas Rusia, serangan siber terburuk AS masuk via vendor Microsoft
28 December 2020 8:13 WIB, 2020
Microsoft cs bergabung dengan Facebook tuntut perusahaan spyware NSO
22 December 2020 8:05 WIB, 2020
Kalahkan WhatsApp, Zoom, dan aplikasi lainnya, Microsoft akan luncurkan Teams personal
23 June 2020 8:48 WIB, 2020
Terbaru dari Microsoft, akan tampilkan 49 orang dalam layar fitur yang mirip dengan Zoom
16 June 2020 9:51 WIB, 2020
Terbaru dari Microsoft Teams, bisa ganti gambar latar saat panggilan video
15 June 2020 10:55 WIB, 2020
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Info tol Trans Sumatera, puncak mudik Tol Kayuagung-Palembang capai 18.500 kendaraan
19 March 2026 16:34 WIB
Pusdiklat Grha Samantha Giri Padang bagikan makanan "pabukoan" di kawasan Kota Tua (Video)
02 March 2026 14:16 WIB
Penerbangan ke Timur Tengah di Soetta terjadi penundaan dampak ketegangan kawasan
01 March 2026 10:17 WIB