London (ANTARA) - Museum Ketimuran The State Museum of Oriental Art di Moskow mendapat becak dari Yogyakarta, menambah koleksi museum tersebut.
Untuk sementara waktu becak disimpan di KBRI Moskow untuk diperbaiki. Penyerahan tertunda juga karena dampak pandemi COVID-19.
Aleksander Sedov menyampaikan apresiasi kepada KBRI Moskow, Gubernur DI Yogyakarta, dan bangsa Indonesia atas pemberian hibah becak yang menambah koleksi museum.
Para staf museum yang baru pertama kali melihat becak sangat tertarik dan dinilai unik dan antik. Bahkan seorang staf Museum menaiki becak mengayuhnya dan membawa Tatyana Metaksa duduk di bagian depan becak.
Dubes Wahid mengatakan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkenal dengan becaknya. Becak tidak hanya sebagai sarana transportasi tradisional tetapi memiliki sejarah panjang, becak jadi obyek pariwisata Yogyakarta.
Dikatakannya becak menjadi simbol persahabatan Indonesia-Rusia. Tahun ini Indonesia dan Rusia merayakan 70 tahun hubungan diplomatik dan merayakan HUT ke-75 kemerdekaan Indonesia, ujar Dubes Wahid yang akan mengakhiri masa tugasnya di Moskow pada akhir Juli.
Museum Ketimuran merupakan museum tertua di Rusia yang didirikan tahun 1918. Di museum ini terdapat ruangan khusus memamerkan benda-benda seni budaya Indonesia, seperti keris, kain dari beberapa daerah Indonesia, topeng, patung, dan lainnya.
Dalam empat tahun terakhir museum memperoleh berbagai koleksi baru benda seni budaya Indonesia, seperti gitar bermotif batik, tempat minum kopi dari bamboo asal Kebumen, dan batik pekalongan.
Dubes Wahid berharap budaya Indonesia dapat semakin dikenal oleh warga Rusia. Kunjungan ke museum merupakan tradisi kuat warga Rusia. Tahun 2019 Museum Ketimuran dikunjungi sekitar 200 ribu pengunjung.
Becak koleksi museum diserahkan Dubes RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi kepada Direktur Jenderal Museum, Aleksander Sedov di Museum Ketimuran, Kamis(23/7).
Acara penyerahan berlangsung di Museum Ketimuran dihadiri Wakil Kepala Perwakilan RI, Azis Nurwahyudi, dan bidang Pensosbud KBRI Moskow, serta jajaran Museum, termasuk Tatyana Metaksa, Penasehat Direktur Jenderal Museum.
Benda-benda seni budaya Indonesia sangat menarik dan menjadi salah satu perhatian para pengunjung. Banyak juga koleksi benda Indonesia yang diperoleh Museum sebagai hibah.
Benda-benda tersebut kebanyakan sumbangan dari warga Rusia yang pernah ke Indonesia, seperti wayang kulit dari Kliment Voroshilov yang ke Indonesia tahun 1957. Terdapat juga keris Jawa dibuat tahun 1825 pada saat Perang Diponegoro.
Saat becak menjadi kolekasi museum di Moskow
Sabtu, 25 Juli 2020 7:42 WIB
Dubes RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi setelah menyerahkan becak koleksi museum. ANTARA/Dok KBRI
Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diantar becak ke KPU, Nofil-Frisdoreja pendaftar pertama Pilkada Bukittinggi
28 August 2024 19:37 WIB, 2024
Pemkot Padang beli 105 becak motor senilai Rp4,1 miliar untuk tenaga kebersihan
29 March 2023 15:48 WIB, 2023
Bupati Rusma Yul Anwar serahkan becak motor bantuan dari Kemensos RI
16 February 2023 16:29 WIB, 2023
Agar pasar lebih bersih, Pemkab Agam dapat hibah ini dari Disperindag Perdagangan provinsi
30 September 2021 18:18 WIB, 2021
Anggota DPRD Sumbar serahkan sembilan unit becak motor kepada kelompok tani di Pasaman
03 June 2021 8:46 WIB, 2021
Kisah Mahyeldi Ansharullah anak tukang becak sekarang jadi orang nomor satu di Sumbar
28 February 2021 5:30 WIB, 2021