Bank Nagari dalam proses implementasi penggunaan QR
Jumat, 7 Februari 2020 15:46 WIB
Dirut Bank Nagari Dedy Ihsan saat memberi sambutan saat launching dan osialisasi dan NVA melalui e-channel Bank Nagari di Arosuka Solok. (Ist)
Padang (ANTARA) - Manajemen Bank Nagari Sumatera Barat terus berinovasi sesuai perkembangan teknologi, salah satunya implementasi penggunaan Quick Respone (QR) code sebagai sistem pembayaran.
Melalui implementasi penggunaan QR code akan memudahkan proses transaksi, sehingga kedepan akan tercipta cashless society, kata Direktur Utama Bank Nagari Dedy Ihsan di Padang, Jumat.
Ia menyampaikan, Bank Nagari mendukung sepenuhnya program pemerintah diantaranya melalui Gerbang
Pembayaran Nasional (GPN), suatu sistem yang menghubungkan berbagai pembayaran elektronik atau transaksi non tunai pada semua instrumen bank dalam satu sistem pembayaran.
Pada 2020, QR code yang dimiliki oleh lembaga perbakan akan tergabung dalam Quick Respone Indonesia Standard (QRIS).
Sehingga memungkinkan bank yang memiliki QR akan terkoneksi antara satu dengan yang lainnya.
Dedy mengatakan, dari sisi Digital Banking, Bank Nagari juga sudah mempunyai layanan perbankan berbasis digital yang tergabung didalam N-DIGI diantaranya Nagari Mobile Banking, Nagari Cash Management yang digunakan untuk personal dan coorporate, serta Nagari Portal Payment.
Kemudian juga pengembangan kerja sama dengan perusahaan Fintech.
Sebagai wujud dari Program Transformasi BPD yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, kata dia, bertujuan untuk mewujudkan BPD sebagai bank yang berdaya saing tinggi, serta berkontribusi signifikan bagi perekonomian daerah masing-masing.
Berkaitan dengan peran sebagai agent of regional development tersebut, Bank Nagari terus mengembangkan digitalisasi layanan Pemda.
Dalam kaitan itu, Bank Nagari bekerjasama dengan Pemerintah Daerah se-Sumatera Barat telah melakukan digitalisasi atau elektronifikasi pengelolaan keuangan daerah, baik sisi pengeluaran maupun sisi penerimaan daerah.
Dari sisi pengeluaran, Bank Nagari telah
mengimplementasikan aplikasi SP2D Online pada Pemerintah daerah se-Sumatera Barat.
Sedangkan dari sisi penerimaan, Bank Nagari juga telah mengimplementasikan layanan Cash Management System (CMS), host to Host PBB, Pajak Daerah Online dan Samsat online di kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Pelaksanaan digitalisasi layanan Pemda tersebut, menurut dia, telah terbukti mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dan meningkatkan akuntabilitas Pemda, serta meningkatkan optimalisasi penerimaan daerah.
"Seperti itulah kondisi terkini dari Bank Nagari dan kami selalu berkomitmen untuk berperan aktif dalam membantu stakeholder dalam melakukan aktifitas dengan berbasis teknologi dan digitalisasi sehingga akan lebih
efektif dan efisien yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan pertumbuhan pembangunan di Sumatera Barat," katanya.
Melalui implementasi penggunaan QR code akan memudahkan proses transaksi, sehingga kedepan akan tercipta cashless society, kata Direktur Utama Bank Nagari Dedy Ihsan di Padang, Jumat.
Ia menyampaikan, Bank Nagari mendukung sepenuhnya program pemerintah diantaranya melalui Gerbang
Pembayaran Nasional (GPN), suatu sistem yang menghubungkan berbagai pembayaran elektronik atau transaksi non tunai pada semua instrumen bank dalam satu sistem pembayaran.
Pada 2020, QR code yang dimiliki oleh lembaga perbakan akan tergabung dalam Quick Respone Indonesia Standard (QRIS).
Sehingga memungkinkan bank yang memiliki QR akan terkoneksi antara satu dengan yang lainnya.
Dedy mengatakan, dari sisi Digital Banking, Bank Nagari juga sudah mempunyai layanan perbankan berbasis digital yang tergabung didalam N-DIGI diantaranya Nagari Mobile Banking, Nagari Cash Management yang digunakan untuk personal dan coorporate, serta Nagari Portal Payment.
Kemudian juga pengembangan kerja sama dengan perusahaan Fintech.
Sebagai wujud dari Program Transformasi BPD yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, kata dia, bertujuan untuk mewujudkan BPD sebagai bank yang berdaya saing tinggi, serta berkontribusi signifikan bagi perekonomian daerah masing-masing.
Berkaitan dengan peran sebagai agent of regional development tersebut, Bank Nagari terus mengembangkan digitalisasi layanan Pemda.
Dalam kaitan itu, Bank Nagari bekerjasama dengan Pemerintah Daerah se-Sumatera Barat telah melakukan digitalisasi atau elektronifikasi pengelolaan keuangan daerah, baik sisi pengeluaran maupun sisi penerimaan daerah.
Dari sisi pengeluaran, Bank Nagari telah
mengimplementasikan aplikasi SP2D Online pada Pemerintah daerah se-Sumatera Barat.
Sedangkan dari sisi penerimaan, Bank Nagari juga telah mengimplementasikan layanan Cash Management System (CMS), host to Host PBB, Pajak Daerah Online dan Samsat online di kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Pelaksanaan digitalisasi layanan Pemda tersebut, menurut dia, telah terbukti mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dan meningkatkan akuntabilitas Pemda, serta meningkatkan optimalisasi penerimaan daerah.
"Seperti itulah kondisi terkini dari Bank Nagari dan kami selalu berkomitmen untuk berperan aktif dalam membantu stakeholder dalam melakukan aktifitas dengan berbasis teknologi dan digitalisasi sehingga akan lebih
efektif dan efisien yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan pertumbuhan pembangunan di Sumatera Barat," katanya.
Pewarta : Rls-ant
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wakil Yuridis Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan pemeriksaan tanah untuk sertifikasi aset Pemerintah Nagari Lubuk Layang
13 February 2026 9:43 WIB
Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan pengumpulan data yuridis PTSL 2026 di Nagari Lansek Kadok
13 February 2026 9:41 WIB
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Polri bangun dua jembatan bailey di Agam permudah akses warga pascabencana
07 February 2026 13:40 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB