China bersedia undang Ozil kunjungi Xinjiang
Senin, 16 Desember 2019 22:12 WIB
Gelandang Arsenal Mesut Ozil diundang untuk kunjungi Xinjiang oleh pemerintah China terkait konflik etnik Uighur.(Action Images via Reuters/JOHN SIBLEY)
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah China menyebut gelandang Arsenal Mesut Ozil telah "dibutakan oleh beberapa berita serta kata-kata palsu" terkait konflik etnik Uighur dan bersedia mengundang sang pemain untuk mengunjungi Xinjiang agar dapat "membedakan yang benar dan salah" setelah pemain asal Jerman tersebut mengunggah pesan di media sosial-nya untuk mendukung etnik minoritas Muslim di negara itu.
Ozil, memang diketahui adalah seorang Muslim, dianggap tidak tahu situasi sebenarnya di wilayah tersebut, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang yang dilansir CNN Internasional pada Senin (16/12).
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa selama dua setengah tahun terakhir, China telah menahan hingga 2 juta warga Uighur, yang mayoritas adalah Muslim.
"Ia (Ozil) tidak tahu bahwa pemerintah China melindungi warga China, termasuk kebebasan beragama warga Uighur, sesuai dengan hukum," kata Shuang dalam jumpa pers hariannya.
"Saya dapat mengatakan kepadanya bahwa Xinjiang China saat ini menikmati stabilitas politik, pembangunan ekonomi, persatuan nasional, keharmonisan sosial dan orang-orang hidup serta bekerja dalam damai."
Media pemerintah China diketahui memboikot siaran pertandingan Liga Premier Inggris antara Arsenal melawan Manchester City pada Minggu setelah komentar Ozil di media sosial terkait konflik etnik Uighur di negara tirai bambu itu.
"(Di China) Al-Quran dibakar, masjid ditutup, sekolah-sekolah teologi Islam, madrasah dilarang, cendekiawan agama dibunuh satu per satu. Meski begitu demikian, umat Islam tetap diam," katanya dalam sebuah unggahan di akun Twitter dan Instagram-nya.(sumber CNN Internasional)
Ozil, memang diketahui adalah seorang Muslim, dianggap tidak tahu situasi sebenarnya di wilayah tersebut, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang yang dilansir CNN Internasional pada Senin (16/12).
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa selama dua setengah tahun terakhir, China telah menahan hingga 2 juta warga Uighur, yang mayoritas adalah Muslim.
"Ia (Ozil) tidak tahu bahwa pemerintah China melindungi warga China, termasuk kebebasan beragama warga Uighur, sesuai dengan hukum," kata Shuang dalam jumpa pers hariannya.
"Saya dapat mengatakan kepadanya bahwa Xinjiang China saat ini menikmati stabilitas politik, pembangunan ekonomi, persatuan nasional, keharmonisan sosial dan orang-orang hidup serta bekerja dalam damai."
Media pemerintah China diketahui memboikot siaran pertandingan Liga Premier Inggris antara Arsenal melawan Manchester City pada Minggu setelah komentar Ozil di media sosial terkait konflik etnik Uighur di negara tirai bambu itu.
"(Di China) Al-Quran dibakar, masjid ditutup, sekolah-sekolah teologi Islam, madrasah dilarang, cendekiawan agama dibunuh satu per satu. Meski begitu demikian, umat Islam tetap diam," katanya dalam sebuah unggahan di akun Twitter dan Instagram-nya.(sumber CNN Internasional)
Pewarta : Hendri Sukma Indrawan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Posting foto Mesjid Raya Baiturrahman di Instagram Mesut Ozil diundang ke Banda Aceh
19 August 2021 16:55 WIB, 2021
Dikritik usai berfoto bersama Presiden Turki Erdogan, Ozil tutup pintu kembali ke timnas Jerman
28 January 2021 5:46 WIB, 2021
Maskot Arsenal dirumahkan, Mesut Ozil tawarkan talangi gajinya asal tetap di dalam skuat
07 October 2020 6:28 WIB, 2020
Demi singkirkan Ozil, Arsenal akan bayar uang sisa kontrak yang tersisa setahun lagi
14 August 2020 6:28 WIB, 2020
Ozil pertegas dirinya akan bertahan hingga kontraknya di Arsenal habis
14 August 2020 6:27 WIB, 2020
Nasib Mesut Ozil makin tidak jelas setelah dibekukan dari skuat Arsenal
28 July 2020 14:03 WIB, 2020
Mesut Ozil satu dari tiga bintang Arsenal yang menolak pemotongan gaji 12,5 persen
21 April 2020 5:55 WIB, 2020