Jalan Padang-Kerinci sudah bisa dilalui
Sabtu, 23 November 2019 7:10 WIB
Petugas membersihkan material yang menutupi badan jalan di Liki, Kecamatan Sangir, Kab. Solok Selatan, Jumat malam (22/11). (Instragram humaspolressolokselatan)
Padang (ANTARA) - Jalan nasional Padang-Kerinci yang sempat tertutup air luapan sungai Batang Liki yang membawa material bebatuan di Jorong Liki, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, telah bisa dilintasi.
"Alhamdulillah kemacetan yang terjadi akibat luapan sungai Batang Liki yang menyebab jalan nasional di Liki tertutup air dan bebatuan sudah bisa diurai sekitar pukul 00.30 WIB dengan sistem buka tutup (one way)," kata Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto saat dikonfirmasi dari Padang, Sabtu.
Ia menyebutkan pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan melakukan penanggulangan dini dengan menggunakan alat berat loader serta evakuasi secara manual untuk membersihkan material bebatuan yang menutupi jalan.
Baca juga: Sungai Batang Liki meluap, lalu lintas Padang-Kerinci macet
Jalan utama yang menghubungkan tiga kecamatan, Sungai Pagu, Pauh Duo dan Koto Parik Gadang Diateh dengan pusat pemerintah kabupaten di Padang Aro, Kecamatan Sangir, kini sudah bisa dilintasi secara normal.
"Personel masih kami siagakan untuk memperlancar arus lalu lintas," ujarnya. Petugas mengatur lalu lintas setelah sebelumnya macet akibat luapan Sungai Batang Liki yang menutupi badan jalan di Liki, Kecamatan Sangir, Kab. Solok Selatan, Jumat malam (22/11). (Instragram humaspolressolokselatan) sebelumnya Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Inroni Muharamsyah, Jumat malam menyebutkan luapan sungai Batang Liki akibat hujan deras yang melanda hulu sungai sejak jam 17.00 WIB mengakibatkan sungai meluap dan membawa material bebatuan.
"Material bebatuan sudah menutupi jalan sekitar jam 19.00 WIB," ujarnya.
Baca juga: Jembatan Sungai Pangkua amblas, 4.000 warga terganggu akses jalan
Saat ini, imbuhnya, arus lalu lintas terhenti dan terjadi antrean kendaraan dari arah Padang Aro maupun dari Sungai Pagu karena ketinggian air di jalan sudah mencapai satu meter. Sementara hujan masih mengguyur daerah itu.
Selain menggenangi jalan nasional, luapan sungai juga membanjiri sejumlah rumah warga Liki serta satu rumah ibadah. Sementara setidak sekitar 22 kepala keluarga dengan 73 jiwa terdampak langsung akibat luapan sungai tersebut.
Baca juga: Tiga Nagari di Solok Selatan terendam banjir
"Alhamdulillah kemacetan yang terjadi akibat luapan sungai Batang Liki yang menyebab jalan nasional di Liki tertutup air dan bebatuan sudah bisa diurai sekitar pukul 00.30 WIB dengan sistem buka tutup (one way)," kata Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto saat dikonfirmasi dari Padang, Sabtu.
Ia menyebutkan pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan melakukan penanggulangan dini dengan menggunakan alat berat loader serta evakuasi secara manual untuk membersihkan material bebatuan yang menutupi jalan.
Baca juga: Sungai Batang Liki meluap, lalu lintas Padang-Kerinci macet
Jalan utama yang menghubungkan tiga kecamatan, Sungai Pagu, Pauh Duo dan Koto Parik Gadang Diateh dengan pusat pemerintah kabupaten di Padang Aro, Kecamatan Sangir, kini sudah bisa dilintasi secara normal.
"Personel masih kami siagakan untuk memperlancar arus lalu lintas," ujarnya. Petugas mengatur lalu lintas setelah sebelumnya macet akibat luapan Sungai Batang Liki yang menutupi badan jalan di Liki, Kecamatan Sangir, Kab. Solok Selatan, Jumat malam (22/11). (Instragram humaspolressolokselatan) sebelumnya Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Inroni Muharamsyah, Jumat malam menyebutkan luapan sungai Batang Liki akibat hujan deras yang melanda hulu sungai sejak jam 17.00 WIB mengakibatkan sungai meluap dan membawa material bebatuan.
"Material bebatuan sudah menutupi jalan sekitar jam 19.00 WIB," ujarnya.
Baca juga: Jembatan Sungai Pangkua amblas, 4.000 warga terganggu akses jalan
Saat ini, imbuhnya, arus lalu lintas terhenti dan terjadi antrean kendaraan dari arah Padang Aro maupun dari Sungai Pagu karena ketinggian air di jalan sudah mencapai satu meter. Sementara hujan masih mengguyur daerah itu.
Selain menggenangi jalan nasional, luapan sungai juga membanjiri sejumlah rumah warga Liki serta satu rumah ibadah. Sementara setidak sekitar 22 kepala keluarga dengan 73 jiwa terdampak langsung akibat luapan sungai tersebut.
Baca juga: Tiga Nagari di Solok Selatan terendam banjir
Pewarta : Joko Nugroho
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Solok tinjau dan salurkan bantuan korban kebakaran di Simpang Rumbio
05 February 2026 19:43 WIB
Wawako Solok buka pelatihan dasar CPNS Kota Solok tahun 2026 sebanyak 111 orang
05 February 2026 19:35 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB