Bupati sebut Tour de Singkarak tanpa Agam ibarat gulai tanpa garam
Rabu, 6 November 2019 18:43 WIB
Jonel Carcueva dari Filipina masuk finis pada etape lima TdS 2019 di Ambun Pagi, Rabu. (Antara Sumbar/Yusrizal)
Lubukbasung, (ANTARA) - Bupati Agam, Sumatera Barat Indra Catri menyebutkan Tour de Singkarak (TdS) tanpa keikutsertaan daerah itu ibarat gulai tanpa garam, karena Agam memiliki Kelok 44 yang menjadi tantangan bagi pembalap.
"Tanpa adanya Agam, maka TdS tidak ada gregetnya atau daya tarik bagi pelaksanaan, karena memiliki Kelok 44 yang memiliki tanjakan cukup menantang bagi pembalap," katanya setelah penyerahan hadiah etape lima TdS di Ambun Pagi, Rabu.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen menjadi peserta pada even internasional tahunan itu.
Malahan pada tahun depan, tambahnya, Agam mengusulkan dilalui empat etape TdS dari tiga etape pada tahun ini.
Selain itu juga menganggarkan dana pada APBD untuk pelaksanaan kegiatan.
"Kita menganggarkan dana sebesar Rp1,53 miliar untuk pelaksanaan kegiatan itu," katanya.
Ke depan panitia pelaksana perlu melakukan evaluasi kegiatan agar even ini menjadi hiburan bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menambahkan pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan ini untuk perbaikan pada pelaksanaan tahun depan.
"Kita akan melakukan evaluasi TdS dan ke depan akan kita tingkatkan," katanya.
Ia mengakui pelaksanaan TdS ini untuk mempromosikan objek wisata di Sumbar ke dunia, sehingga jumlah kunjungan akan meningkat dan ekonomi masyarakat membaik.
Untuk itu Pemprov Sumbar terus berusaha mengembangkan pelaksanaan TdS tersebut.
Juara pertama pada etape lima atas nama Jonel Carcueva dari Filipina, juara dua atas nama Thanakan Chaiyasombat dari Thailand dan juara tiga Agung Sahbana dari Indonesia.
Untuk sprint tercepat atas nama Jese Eward dari Team Sapura Cyling Malaysia, raja tanjakan atas nama Ismail Grospe dari Team For Gold dan pembalap Indonesia terbaik atas nama Agung Sahbana. (*)
"Tanpa adanya Agam, maka TdS tidak ada gregetnya atau daya tarik bagi pelaksanaan, karena memiliki Kelok 44 yang memiliki tanjakan cukup menantang bagi pembalap," katanya setelah penyerahan hadiah etape lima TdS di Ambun Pagi, Rabu.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen menjadi peserta pada even internasional tahunan itu.
Malahan pada tahun depan, tambahnya, Agam mengusulkan dilalui empat etape TdS dari tiga etape pada tahun ini.
Selain itu juga menganggarkan dana pada APBD untuk pelaksanaan kegiatan.
"Kita menganggarkan dana sebesar Rp1,53 miliar untuk pelaksanaan kegiatan itu," katanya.
Ke depan panitia pelaksana perlu melakukan evaluasi kegiatan agar even ini menjadi hiburan bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menambahkan pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan ini untuk perbaikan pada pelaksanaan tahun depan.
"Kita akan melakukan evaluasi TdS dan ke depan akan kita tingkatkan," katanya.
Ia mengakui pelaksanaan TdS ini untuk mempromosikan objek wisata di Sumbar ke dunia, sehingga jumlah kunjungan akan meningkat dan ekonomi masyarakat membaik.
Untuk itu Pemprov Sumbar terus berusaha mengembangkan pelaksanaan TdS tersebut.
Juara pertama pada etape lima atas nama Jonel Carcueva dari Filipina, juara dua atas nama Thanakan Chaiyasombat dari Thailand dan juara tiga Agung Sahbana dari Indonesia.
Untuk sprint tercepat atas nama Jese Eward dari Team Sapura Cyling Malaysia, raja tanjakan atas nama Ismail Grospe dari Team For Gold dan pembalap Indonesia terbaik atas nama Agung Sahbana. (*)
Pewarta : Yusrizal
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komitmen Hendri Septa di dunia pendidikan terpampang nyata, 500 ruang kelas baru terbangun sepanjang 2019-2024
24 August 2024 8:38 WIB, 2024
BPJS Ketenagakerjaan serahkan tabungan JHT anggota DPRD Sawahlunto 2019-2024
14 August 2024 5:01 WIB, 2024
Gubernur Sumbar cabut SK Perpanjangan Jabatan Komisioner KI 2019-2023
05 January 2024 20:22 WIB, 2024
Terpopuler - Pariwisata
Lihat Juga
Wahana permainan mulai dibangun di objek wisata Pariaman semarakkan Piaman Barayo
28 February 2026 15:56 WIB