e-Rekap kerjasama KPU-ITB untuk Pilkada 2020 dan Pilpres 2024
Jumat, 11 Oktober 2019 16:37 WIB
Ketua KPU Republik Indonesia, Arief Budiman bersama Rektor ITB, Kadarsyah Suryadi di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat (11/10/2019). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Bandung (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) siapkan kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membangun sistem rekapitulasi suara berbasis elektronik (e-Rekap) yang akan diterapkan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Ketua KPU Republik Indonesia, Arief Budiman mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan ITB sejak 2004 dalam proses Pemilu. Menurutnya kerjasama untuk Pilkada 2020 itu merupakan jangka pendek, sedangkan jangka panjangnya ia akan siapkan untuk Pilpres 2024.
"Sejak pemilu 2004 juga kita udah kerjasama dengan ITB. Kerjasama ini bukan kepentingan beberapa golongan, tapi untuk kepentingan NKRI," kata Arief di Gedung Rektorat ITB di Bandung, Jumat.
Dengan adanya e-Rekap, menurutnya akan mempermudah proses Pemilu yang sebelumnya berjalan cukup rumit. Nantinya, sebut dia metode tersebut dapat memangkas anggaran pelaksanaan Pemilu, serta mempersingkat waktu proses pemilihan hingga penetapan hasil.
"Kami ingin hasil rekap elektronik itu jadi hasil resmi, nantinya seperti Pileg itu tidak perlu lebih dari lima hari (sudah ada hasil)," tegasnya.
Sebelum tahun 2019 berakhir, ia mengatakan akan mendorong regulasi penggunaan e-Rekap dengan pihak legislatif agar bisa segera ditetapkan. Regulasi tersebut nantinya akan tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU).
"Nanti administrasi dan anggarannya, termasuk persiapan membangun sistem bersama tim dari ITB," kata dia.
Ia berharap melalui rekapitulasi berbasis elektronik ini bisa meminimalisir terjadinya kesalahan bahkan kecurangan dalam proses penjumlahan hasil suara.
"Rentang panjang proses rekapitulasi secara berjenjang yang memakan waktu nantinya bisa dikurangi secara signifikan melalui adanya e-Rekap ini, masyarakat dapat dengan cepat mengetahui hasil pemungutan suara tanpa harus menunggu rekap berjenjang," jelas dia.
Ketua KPU Republik Indonesia, Arief Budiman mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan ITB sejak 2004 dalam proses Pemilu. Menurutnya kerjasama untuk Pilkada 2020 itu merupakan jangka pendek, sedangkan jangka panjangnya ia akan siapkan untuk Pilpres 2024.
"Sejak pemilu 2004 juga kita udah kerjasama dengan ITB. Kerjasama ini bukan kepentingan beberapa golongan, tapi untuk kepentingan NKRI," kata Arief di Gedung Rektorat ITB di Bandung, Jumat.
Dengan adanya e-Rekap, menurutnya akan mempermudah proses Pemilu yang sebelumnya berjalan cukup rumit. Nantinya, sebut dia metode tersebut dapat memangkas anggaran pelaksanaan Pemilu, serta mempersingkat waktu proses pemilihan hingga penetapan hasil.
"Kami ingin hasil rekap elektronik itu jadi hasil resmi, nantinya seperti Pileg itu tidak perlu lebih dari lima hari (sudah ada hasil)," tegasnya.
Sebelum tahun 2019 berakhir, ia mengatakan akan mendorong regulasi penggunaan e-Rekap dengan pihak legislatif agar bisa segera ditetapkan. Regulasi tersebut nantinya akan tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU).
"Nanti administrasi dan anggarannya, termasuk persiapan membangun sistem bersama tim dari ITB," kata dia.
Ia berharap melalui rekapitulasi berbasis elektronik ini bisa meminimalisir terjadinya kesalahan bahkan kecurangan dalam proses penjumlahan hasil suara.
"Rentang panjang proses rekapitulasi secara berjenjang yang memakan waktu nantinya bisa dikurangi secara signifikan melalui adanya e-Rekap ini, masyarakat dapat dengan cepat mengetahui hasil pemungutan suara tanpa harus menunggu rekap berjenjang," jelas dia.
Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ini daftar rekap transfer 2025 Ligue 1 Prancis, dari Pogba hingga Calvin Verdonk
03 September 2025 14:27 WIB
Terpopuler - Fokus Pilkada
Lihat Juga
Pemkab Pasaman Barat tegaskan pelaksanaan pemilihan wali nagari secara e-voting
18 November 2025 19:02 WIB
Kenapa 27 Agustus 2025, jadi hari libur bagi ASN dan Non ASN Pangkalpinang dan Bangka?
27 August 2025 9:30 WIB
Meski kalah PSU, pasangan Nanik-Suyatni unggul tipis dari total suara Pilkada Magetan
23 March 2025 6:42 WIB