Kericuhan yang berujung anarkis, 17 orang meninggal dunia di Wamena Jayawijaya
Senin, 23 September 2019 21:22 WIB
Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto. (ANTARA News Papua/Marius Frisson Yewun)
Wamena (ANTARA) - Sebanyak 17 orang dinyatakan meninggal dunia di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, terkait kericuhan dalam demonstrasi didominasi siswa SMA dan berujung anarkis, Senin.
Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Senin malam, mengatakan satu dari 17 orang meninggal itu merupakan warga asli Papua dan 16 orang lainnya merupakan kaum pendatang.
"17 orang meninggal dunia. Satu sudah dibawa keluarga. 16 masih di ruang jenazah RSUD," katanya.
Data terakhir aparat keamanan juga menyebutkan sebanyak 66 orang mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD Wamena.
"66 orang saat ini luka kena bacok, panah, rekoset sedang dilakukan tindakan medis," katanya.
Aparat TNI/Polri masih akan melakukan evakuasi pada Selasa (24/9), sebab diduga masih ada korban lain yang belum dievakuasi.
"Evakuaasi akan kita lakukan besok sebab ada ruko/rumah yang dibakar, belum kita lakukan pemeriksaan," katanya.
Dandim mengatakan bersamaan dengan kisruh Senin siang, juga terjadi baku tembak antara aparat TNI melawan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Sekitar Pasar Baru.
"KKSB menggunakan pistol dan laras panjang. Perkiraan sekitar tiga pucuk," katanya.
Personel pengamanan yang disiagakan di Jayawijaya sekarang terdata sebanyak 1.300 orang terdiri dari TNI dan Polri. Aparat keamanan juga merencanakan kegiatan patroli malam ini.
"Sudah didatangkan kurang lebih 100 orang personel tambahan," katanya.
Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Senin malam, mengatakan satu dari 17 orang meninggal itu merupakan warga asli Papua dan 16 orang lainnya merupakan kaum pendatang.
"17 orang meninggal dunia. Satu sudah dibawa keluarga. 16 masih di ruang jenazah RSUD," katanya.
Data terakhir aparat keamanan juga menyebutkan sebanyak 66 orang mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD Wamena.
"66 orang saat ini luka kena bacok, panah, rekoset sedang dilakukan tindakan medis," katanya.
Aparat TNI/Polri masih akan melakukan evakuasi pada Selasa (24/9), sebab diduga masih ada korban lain yang belum dievakuasi.
"Evakuaasi akan kita lakukan besok sebab ada ruko/rumah yang dibakar, belum kita lakukan pemeriksaan," katanya.
Dandim mengatakan bersamaan dengan kisruh Senin siang, juga terjadi baku tembak antara aparat TNI melawan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Sekitar Pasar Baru.
"KKSB menggunakan pistol dan laras panjang. Perkiraan sekitar tiga pucuk," katanya.
Personel pengamanan yang disiagakan di Jayawijaya sekarang terdata sebanyak 1.300 orang terdiri dari TNI dan Polri. Aparat keamanan juga merencanakan kegiatan patroli malam ini.
"Sudah didatangkan kurang lebih 100 orang personel tambahan," katanya.
Pewarta : Marius Frisson Yewun
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
16 orang di Jayawijaya terkena panah saat terlibat perang antar kampung
12 September 2020 11:58 WIB, 2020
Identitas sudah dikantongi, Polisi tunggu waktu tepat tangkap aktor kerusuhan Wamena
29 October 2019 16:39 WIB, 2019
TNI mengerahkan 200 personel lakukan operasi teritorial di Jayawijaya
16 October 2019 19:55 WIB, 2019
Demo anarkis di Wamena lumpuhkan lebih dari 15 fasilitas pemerintah
24 September 2019 15:35 WIB, 2019
Polisi kejar oknum penyebar hoaks yang memicu aksi anarkis di Wamena
23 September 2019 12:07 WIB, 2019