Padang Panjang sediakan lahan bangun Madrasah Aliyah Program Khusus
Rabu, 10 Juli 2019 20:31 WIB
Penandatanganan akta hibah tanah untuk pembangunan Madrasah Aliya Program Khusus. (Dok. Diskominfo Padang Panjang)
Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat menyediakan lahan seluas satu hektare di kawasan Islamic Center untuk membangun Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK).
Lahan yang disediakan itu dihibahkan kepada Kantor Kementerian Agama setempat ditandai dengan penandatanganan akta hibah tanah di Padang Panjang, Rabu.
Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran mengatakan hibah lahan untuk MAPK itu diharapkan menguatkan posisi Padang Panjang sebagai kota pendidikan dengan julukan Serambi Mekah.
"Lahan untuk pembangunan MAPK ini bagian dari upaya untuk memajukan pendidikan di Padang Panjang. Kami harap di masa mendatang akan banyak melahirkan ulama muda yang menyiarkan Islam dan menguasai beberapa bahasa," katanya.
Kepala Kantor Kemenag Padang Panjang Gusman Piliang mengatakan di Indonesia saat ini sudah ada 10 MAPK dan salah satunya di Padang Panjang yaitu di MAN 2 Padang Panjang.
Program pendidikan yang dijalankan di pendidikan formal nonpesantren itu yakni tafaqquh fiddin atau pendalaman ilmu agama, 70 persen pelajaran berupa pelajaran agama.
Di samping itu peserta didik dituntut menguasai tujuh kecakapan yaitu berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah, bekerja sama dan kemampuan memimpin, tangkas dan mampu beradaptasi, berinisiatif dan kewirausahaan, komunikatif, mengakses dan menganalisa informasi serta rasa ingin tahu dan imajinasi.
"Pembangunan MAPK di kawasan Islamic Center kami rasa akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat karena memperkuat eksistensi sebagai kota Serambi Mekah," katanya.
Lahan yang disediakan itu dihibahkan kepada Kantor Kementerian Agama setempat ditandai dengan penandatanganan akta hibah tanah di Padang Panjang, Rabu.
Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran mengatakan hibah lahan untuk MAPK itu diharapkan menguatkan posisi Padang Panjang sebagai kota pendidikan dengan julukan Serambi Mekah.
"Lahan untuk pembangunan MAPK ini bagian dari upaya untuk memajukan pendidikan di Padang Panjang. Kami harap di masa mendatang akan banyak melahirkan ulama muda yang menyiarkan Islam dan menguasai beberapa bahasa," katanya.
Kepala Kantor Kemenag Padang Panjang Gusman Piliang mengatakan di Indonesia saat ini sudah ada 10 MAPK dan salah satunya di Padang Panjang yaitu di MAN 2 Padang Panjang.
Program pendidikan yang dijalankan di pendidikan formal nonpesantren itu yakni tafaqquh fiddin atau pendalaman ilmu agama, 70 persen pelajaran berupa pelajaran agama.
Di samping itu peserta didik dituntut menguasai tujuh kecakapan yaitu berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah, bekerja sama dan kemampuan memimpin, tangkas dan mampu beradaptasi, berinisiatif dan kewirausahaan, komunikatif, mengakses dan menganalisa informasi serta rasa ingin tahu dan imajinasi.
"Pembangunan MAPK di kawasan Islamic Center kami rasa akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat karena memperkuat eksistensi sebagai kota Serambi Mekah," katanya.
Pewarta : Ira Febrianti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Siswa madrasah aliyah Kota Solok ikuti kompetisi Aksioma tingkat provinsi
15 July 2023 11:54 WIB, 2023
Pendaftar SNPDB Madrasah Aliyah Negeri tahun ajaran 2023/2024 capai 29 ribu
16 February 2023 12:24 WIB, 2023
Tentukan pelaksanaan belajar, MAKM Muhammadiyah Padang Panjang sebar angket ke orangtua siswa
22 June 2020 19:02 WIB, 2020
Kemenang Agam adakan bimbingan belajar rahasia nikah kepada puluhan siswa Madrasah Aliyah
13 November 2019 18:01 WIB, 2019
Artis Rifat Umar positif konsumsi ganja dan sabu-sabu, Tessa Nur Aliyah positif sabu-sabu
03 October 2019 20:36 WIB, 2019
Siswa SMP muslim agar lanjutkan pendidikan di sekolah unggulan MAN Insan Cendikia Batam
31 January 2018 9:24 WIB, 2018