PAN tidak sepakat "power sharing"
Senin, 24 Juni 2019 17:02 WIB
Wakil Sekjen DPP PAN Saleh Daulay memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin. (Imam B)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN Saleh Pertaonan Daulay tidak sepakat "power sharing" atau bagi-bagi kursi menteri sebagai syarat rekonsiliasi pasca-Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.
Dia menilai rekonsiliasi itu seharusnya bukan untuk kepentingan sektoral parpol namun kepentingan bangsa dan negara.
"Dalam rekonsiliasi itu tidak harus ada 'power sharing', namun untuk kepentingan bangsa dan negara," kata Saleh di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
Dia mengatakan setelah Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), memang harus dilakukan rekonsiliasi khususnya bagi partai politik yang lolos ambang batas parlemen.
Hal itu menurut dia terkait konstelasi politik diakhiri lalu mencoba memberikan kesempatan pada yang terpilih untuk memenuhi janji-janji politiknya yang disampaikan kepada masyarakat ketika kampanye.
"Tidak harus ada 'power sharing', untuk mereka yang menang mungkin ada 'power sharing' tapi yang lain tidak harus 'power sharing'," ujarnya.
Menurut dia, hingga saat ini PAN belum pernah ditawari ataupun menawarkan diri menduduki kursi menteri kepada Jokowi dan partainya tetap konsisten menunggu hasil Putusan MK.
Saleh menjelaskan pertemuan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu hanya silaturahmi biasa, membicarakan masalah kebangsaan.
"Dalam rapat harian, Pak Zulkifli katakan itu pertemuan biasa, dan tidak bicara soal jabatan. Justru Pak Zulkifli memberikan saran agar situasi tetap kondusif," katanya.
Dia menilai rekonsiliasi itu seharusnya bukan untuk kepentingan sektoral parpol namun kepentingan bangsa dan negara.
"Dalam rekonsiliasi itu tidak harus ada 'power sharing', namun untuk kepentingan bangsa dan negara," kata Saleh di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
Dia mengatakan setelah Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), memang harus dilakukan rekonsiliasi khususnya bagi partai politik yang lolos ambang batas parlemen.
Hal itu menurut dia terkait konstelasi politik diakhiri lalu mencoba memberikan kesempatan pada yang terpilih untuk memenuhi janji-janji politiknya yang disampaikan kepada masyarakat ketika kampanye.
"Tidak harus ada 'power sharing', untuk mereka yang menang mungkin ada 'power sharing' tapi yang lain tidak harus 'power sharing'," ujarnya.
Menurut dia, hingga saat ini PAN belum pernah ditawari ataupun menawarkan diri menduduki kursi menteri kepada Jokowi dan partainya tetap konsisten menunggu hasil Putusan MK.
Saleh menjelaskan pertemuan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu hanya silaturahmi biasa, membicarakan masalah kebangsaan.
"Dalam rapat harian, Pak Zulkifli katakan itu pertemuan biasa, dan tidak bicara soal jabatan. Justru Pak Zulkifli memberikan saran agar situasi tetap kondusif," katanya.
Pewarta : Imam Budilaksono
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Andre Rosiade: RI berhasil hadapi tantangan global berkat rekonsiliasi
23 November 2023 15:15 WIB, 2023
Fahri Hamzah apresiasi upaya Presiden rekonsiliasi dan konsolidasi elite
09 April 2023 21:09 WIB, 2023
BPJS Kesehatan Padang rekonsiliasi dengan PIC Polri dan TNI guna memutakhirkan data
13 June 2022 9:13 WIB, 2022
Rekonsiliasi relawan TKN dan BPN akar rumput, sepakat jaga keutuhan NKRI
18 August 2019 10:33 WIB, 2019
Gerindra dan Demokrat tegaskan rekonsiliasi tidak bersyarat dan bukan untuk jabatan
02 August 2019 21:41 WIB, 2019
Gerindra belum putuskan sikap untuk gabung dengan pemerintah, kata Waketum
27 July 2019 12:40 WIB, 2019