Tim dokter : Ibu Ani meninggal dalam kondisi tidak sadar
Sabtu, 1 Juni 2019 13:47 WIB
(file foto) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) bersama dan Ibu Negara Ny. Ani Yudhoyono (kiri) melambaikan tangan sebelum memasuki pesawat khusus kepresidenan di Bandara Internasional Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (18/9/2014). Ibu Ani Yudhoyono wafat Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 waktu Singapura karena penyakit kanker. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/foc.
Singapura (ANTARA) - Ani Yudhoyono, Ibu Negara 2004-2014 meninggal dalam kondisi tidak sadar, dalam perawatan di ruang ICU National University Hospital Singapura, Sabtu.
Tim Dokter Kepresidenan Dokter Terawan mengatakan saat mengembuskan nafas terakhir, almarhumah sedang ditidurkan dalam upaya pengobatan. "Karena waktu itu ditidurkan," kata dia.
Ibu Ani sempat mengalami gagal nafas, sehingga harus menggunakan respirator yang dipasang sejak Jumat malam. "Jadi mau tidak mau harus ditidurkan," kata dia.
Ia mengatakan tim dokter telah melakukan berbagai upaya untuk membantu memulihkan kesehatan Ibu Ani.
Namun, upaya itu tidak membawa hasil karena kehendak Allah SWT. Tim kedokteran di NUH juga dibantu oleh ahli dari berbagai negara, termasuk AS.
"Jadi apa yang dilakukan untuk Bu Ani sudah maksimal. Namun tuhan punya rencana lain. Dan ini menimbulkan kesedihan kita semua," kata dia.
Sebenarnya, lanjut dia, kesehatan Ibu Ani sudah membaik namun mengalami kemunduran yang memang sudah menjadi perjalanan penyakitnya.
Mengenai rencana donor sumsum tulang belakang, ia mengatakan langkah itu belum dilakukan karena kondisi kesehatan Ibu Ani belum memungkinkan.
Tim Dokter Kepresidenan Dokter Terawan mengatakan saat mengembuskan nafas terakhir, almarhumah sedang ditidurkan dalam upaya pengobatan. "Karena waktu itu ditidurkan," kata dia.
Ibu Ani sempat mengalami gagal nafas, sehingga harus menggunakan respirator yang dipasang sejak Jumat malam. "Jadi mau tidak mau harus ditidurkan," kata dia.
Ia mengatakan tim dokter telah melakukan berbagai upaya untuk membantu memulihkan kesehatan Ibu Ani.
Namun, upaya itu tidak membawa hasil karena kehendak Allah SWT. Tim kedokteran di NUH juga dibantu oleh ahli dari berbagai negara, termasuk AS.
"Jadi apa yang dilakukan untuk Bu Ani sudah maksimal. Namun tuhan punya rencana lain. Dan ini menimbulkan kesedihan kita semua," kata dia.
Sebenarnya, lanjut dia, kesehatan Ibu Ani sudah membaik namun mengalami kemunduran yang memang sudah menjadi perjalanan penyakitnya.
Mengenai rencana donor sumsum tulang belakang, ia mengatakan langkah itu belum dilakukan karena kondisi kesehatan Ibu Ani belum memungkinkan.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Andre Rosiade : SBY minta Prabowo ungkap pilihan politik Ani Yudhoyono dalam pemilu
09 June 2019 12:55 WIB, 2019
Sebelum wafat Ani Yudhoyono sempat meminta SBY mencari bunga berwarna merah
05 June 2019 14:07 WIB, 2019
Ternyata inilah obrolan terakhir SBY bersama Ani Yudhyono sebelum menghembuskan nafas terakhir
05 June 2019 14:05 WIB, 2019
Prabowo sampaikan permintaan maaf karena tidak bisa hadiri pemakaman Ani
03 June 2019 18:11 WIB, 2019