Korban meninggal serangan Christchurch bertambah jadi 51 orang
Jumat, 3 Mei 2019 9:31 WIB
Seorang warga Turki yang mengalami luka akibat serangan brutal di dua masjid Selandia Baru pada 15 Maret akhirnya meninggal, kata pejabat Turki dan Selandia Baru pada Kamis, menambah jumlah korban tewas menjadi 51 orang. ( ANTARA Photo/Social Media Website/Handout via REUTERS TV/cfo)
Ankara/Wellington, (ANTARA) - Seorang warga Turki yang mengalami luka akibat serangan brutal di dua masjid Selandia Baru pada 15 Maret akhirnya meninggal, kata pejabat Turki dan Selandia Baru pada Kamis, menambah jumlah korban tewas menjadi 51 orang.
"Sayangnya, kami kehilangan warga kami ... yang mengalami luka parah akibat serangan keji di Christchurch Selandia Baru," cuit Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu di akun Twitter.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern melalui surat elektronik menyatakan bahwa pria tersebut semalam mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Christchurch setelah mendapat perawatan di ruang intensif sejak serangan terjadi.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam bagi keluarga dan kerabat pria ini ... ini akan menjadi berita menyedihkan yang dirasakan oleh masyarakat Turki dan Selandia Baru," ucap Ardern.
Saudara kandung pria tersebut mengatakan kepada Kantor Berita Turki, Anadolu bahwa korban telah menjalani operasi pada Kamis namun nyawanya tak tertolong.
"Ia menjalani operasi hari ini, namun pendarahannya tidak bisa dihentikan, kami pun akhirnya kehilangan dia. Kami senang karena kami pikir operasi akan berjalan lancar. Namun setidaknya ia telah berjuang selama 50 hari," kata saudaranya, menurut Anadolu. (*)
"Sayangnya, kami kehilangan warga kami ... yang mengalami luka parah akibat serangan keji di Christchurch Selandia Baru," cuit Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu di akun Twitter.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern melalui surat elektronik menyatakan bahwa pria tersebut semalam mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Christchurch setelah mendapat perawatan di ruang intensif sejak serangan terjadi.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam bagi keluarga dan kerabat pria ini ... ini akan menjadi berita menyedihkan yang dirasakan oleh masyarakat Turki dan Selandia Baru," ucap Ardern.
Saudara kandung pria tersebut mengatakan kepada Kantor Berita Turki, Anadolu bahwa korban telah menjalani operasi pada Kamis namun nyawanya tak tertolong.
"Ia menjalani operasi hari ini, namun pendarahannya tidak bisa dihentikan, kami pun akhirnya kehilangan dia. Kami senang karena kami pikir operasi akan berjalan lancar. Namun setidaknya ia telah berjuang selama 50 hari," kata saudaranya, menurut Anadolu. (*)
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Australia blokir akses 8 situs tayangkan pembantaian di dua masjid Selandia Baru
09 September 2019 14:56 WIB, 2019
Selandia Baru berterimakasih atas dukungan Indonesia pascaserangan Christchurch
25 July 2019 20:58 WIB, 2019
Wapres harap "Christchurch Call to Action" mampu lawan ekstrimisme gunakan internet
16 May 2019 6:10 WIB, 2019
Selandia Baru beri izin tinggal permanen korban selamat penembakan di masjid Christchurch
24 April 2019 8:26 WIB, 2019