Presiden Honduras akui Al-Quds Jerusalem sebagai ibu kota Israel
Senin, 25 Maret 2019 9:24 WIB
Masjid Al Aqsa dilihat dari udara, terletak di kota tua Jerusalem. (wikipedia.org)
Tegucigalpa, Honduras, (ANTARA) - Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez pada Minggu menyebut Al-Quds (Jerusalem) sebagai ibu kota Israel.
Ia juga mengatakan negara Amerika Tengah itu akan membuka kantor perdagangan dan kerja Sama di sana, namun ia belum berencana memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv.
Hernandez dalam beberapa bulan terakhir memberi sinyal bahwa pemerintahnya sedang mempertimbangkan pemindahaan kedutaan besar Honduras ke Al-Quds. Pernyataan mengenai tempat suci itu ia sampaikan saat konferensi bilateral antara Israel dan Amerika Serikat di Washington.
"Hari ini saya umumkan langkah awal, yang akan membuka kantor perdagangan di Al-Quds, ibu kota negara Israel dan ini akan menjadi perluasan dari kedutaan besar kami di Tel Aviv," demikian pernyataan Hernandez --yang dirilis pemerintahannya.
"Saya telah mengatakan bahwa langkah kedua akan menarik banyak serangan dari musuh-musuh Israel dan AS, namun kami akan melanjutkan langkah ini," tulis Hernandez.
Pernyataan Hernandez itu dikeluarkan setelah pengakuan resmi Presiden AS Donald Trump tentang Al-Quds (Jerusalem) sebagai ibu kota Israel. Mei lalu, Trump memindahkan kedutaan AS ke wilayah sengketa.
Pemindahan tersebut menuai banyak kritikan dari pemerintah asing. Tidak hanya itu, kemarahan pun berkecamuk di kalangan warga Palestina, yang dengan dukungan internasional berupaya menjadikan Al- Quds (Jerusalem) Timur sebagai ibu kota negara yang hendak mereka dirikan di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza.
Berdasarkan hukum internasional, Al-Quds (Jerusalem) Timur masih dianggap diduduki dan status kota tersebut seharusnya diputuskan sebagai bagian dari kesepakatan damai antara Palestina dan Israel. (*)
Ia juga mengatakan negara Amerika Tengah itu akan membuka kantor perdagangan dan kerja Sama di sana, namun ia belum berencana memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv.
Hernandez dalam beberapa bulan terakhir memberi sinyal bahwa pemerintahnya sedang mempertimbangkan pemindahaan kedutaan besar Honduras ke Al-Quds. Pernyataan mengenai tempat suci itu ia sampaikan saat konferensi bilateral antara Israel dan Amerika Serikat di Washington.
"Hari ini saya umumkan langkah awal, yang akan membuka kantor perdagangan di Al-Quds, ibu kota negara Israel dan ini akan menjadi perluasan dari kedutaan besar kami di Tel Aviv," demikian pernyataan Hernandez --yang dirilis pemerintahannya.
"Saya telah mengatakan bahwa langkah kedua akan menarik banyak serangan dari musuh-musuh Israel dan AS, namun kami akan melanjutkan langkah ini," tulis Hernandez.
Pernyataan Hernandez itu dikeluarkan setelah pengakuan resmi Presiden AS Donald Trump tentang Al-Quds (Jerusalem) sebagai ibu kota Israel. Mei lalu, Trump memindahkan kedutaan AS ke wilayah sengketa.
Pemindahan tersebut menuai banyak kritikan dari pemerintah asing. Tidak hanya itu, kemarahan pun berkecamuk di kalangan warga Palestina, yang dengan dukungan internasional berupaya menjadikan Al- Quds (Jerusalem) Timur sebagai ibu kota negara yang hendak mereka dirikan di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza.
Berdasarkan hukum internasional, Al-Quds (Jerusalem) Timur masih dianggap diduduki dan status kota tersebut seharusnya diputuskan sebagai bagian dari kesepakatan damai antara Palestina dan Israel. (*)
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diplomat Eropa kunjungi keluarga Palestina yang terancam pengusiran di Jerusalem
22 January 2019 12:13 WIB, 2019
Liga Arab desak Australia akui Jerusalem Timur ibu kota negara Palestina
17 December 2018 12:23 WIB, 2018
Indonesia catat pernyataan Australia tidak memindahkan kedutaan ke Yerusalem
15 December 2018 14:20 WIB, 2018
Duta besar Rusia tegaskan negaranya tidak akan pindahkan kedutaan ke Yerusalem
17 October 2018 17:38 WIB, 2018
Indonesia dukung perlindungan dua situs warisan budaya dunia di Palestina
18 April 2018 15:52 WIB, 2018
Liga Arab seru dunia tidak ikuti jejak Amerika akui Jerusalem sebagai ibu kota Israel
16 April 2018 13:12 WIB, 2018