FPMS -KPU Payakumbuh imbau masyarakat tidak golput
Senin, 18 Maret 2019 15:50 WIB
Forum Peduli Masyarakat Sumatera Barat (FPMS) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Payakumbuh, Bawaslu dan sejumlah elemen masyarakat menyatakan sikap anti golput. ((Antara Sumbar/Syafri Ario))
Payakumbuh (ANTARA) - Forum Peduli Masyarakat Sumatera Barat (FPMS) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Payakumbuh, Bawaslu dan sejumlah elemen masyarakat menyatakan sikap anti golput.
"Intinya melalui forum ini kita mengundang elemen masyarakat untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu 17 April ini," kata Ketua FPMS Edwardi, di Payakumbuh, Senin.
Ia mengatakan seluruh masyarakat harus paham tata cara pemilihan dan sadar akan pentingnya memberikan hak suara.
"Maka pada kesempatan ini kami menghadirkan narasumber dari KPU, Bawaslu, akademisi, ormas dan tokoh masyarakat untuk mengantisipasi tingginya angka golput," jelasnya.
Komisioner KPU Kota Payakumbuh Divisi Parmas, Nina Trisna menyadari masih banyak informasi tentang pemilu yang belum sampai ke masyarakat.
"Banyak masyarakat yang belum tahu secara benar model dari surat suara yang akan mereka coblos pada pemilu nanti," ujarnya.
Pihaknya mengimbau semua elemen masyarakat harus ikut menyosialisasikan proses dan langkah-langkah dalam pencoblosan.
Komisioner Bawaslu Kota Payakumbuh, Suci Wildanis mengatakan seluruh masyarakat juga harus ikut memantau setiap kegiatan kampanye yang dilakukan peserta pemilu.
"Kalau ada masyarakat yang ragu terkait tindakan kampanye yang dilakukan caleg, maka masyarakat bisa langsung menyampaikan kepada Bawaslu," terangnya.
Ketua GNPF Sumbar Jel Fathullah menyatakan bagi umat Islam wajib hukumnya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak suara.
"Pemilu ini merupakan salah satu wasilah memilih pemimpin maka jadi wajib hukumnya menentukan pilihannya di bilik suara tidak boleh golput," tegasnya.
"Intinya melalui forum ini kita mengundang elemen masyarakat untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu 17 April ini," kata Ketua FPMS Edwardi, di Payakumbuh, Senin.
Ia mengatakan seluruh masyarakat harus paham tata cara pemilihan dan sadar akan pentingnya memberikan hak suara.
"Maka pada kesempatan ini kami menghadirkan narasumber dari KPU, Bawaslu, akademisi, ormas dan tokoh masyarakat untuk mengantisipasi tingginya angka golput," jelasnya.
Komisioner KPU Kota Payakumbuh Divisi Parmas, Nina Trisna menyadari masih banyak informasi tentang pemilu yang belum sampai ke masyarakat.
"Banyak masyarakat yang belum tahu secara benar model dari surat suara yang akan mereka coblos pada pemilu nanti," ujarnya.
Pihaknya mengimbau semua elemen masyarakat harus ikut menyosialisasikan proses dan langkah-langkah dalam pencoblosan.
Komisioner Bawaslu Kota Payakumbuh, Suci Wildanis mengatakan seluruh masyarakat juga harus ikut memantau setiap kegiatan kampanye yang dilakukan peserta pemilu.
"Kalau ada masyarakat yang ragu terkait tindakan kampanye yang dilakukan caleg, maka masyarakat bisa langsung menyampaikan kepada Bawaslu," terangnya.
Ketua GNPF Sumbar Jel Fathullah menyatakan bagi umat Islam wajib hukumnya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak suara.
"Pemilu ini merupakan salah satu wasilah memilih pemimpin maka jadi wajib hukumnya menentukan pilihannya di bilik suara tidak boleh golput," tegasnya.
Pewarta : Syafri Ario
Editor : Ikhwan Wahyudi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PKB nilai golput Pilkada Jakarta tinggi karena kandidat tak diminati
30 November 2024 14:30 WIB, 2024
ASN Pemprov Sumbar diimbau jadi teladan dan tak golput dalam Pilkada
25 November 2024 18:59 WIB, 2024
Melalui pentas seni, KPU Pasaman Barat ajak kaum milenial tidak golput
09 April 2019 17:32 WIB, 2019
Wapres JK perkirakan partisipasi pemilih Pemilu 2019 di atas 75 persen
09 April 2019 12:34 WIB, 2019