Puluhan bom berada di rumah terduga teroris di Sibolga
Rabu, 13 Maret 2019 20:09 WIB
Kondisi di rumah yang diduga ada bom yang meledak di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Siboga, Selasa (12/3). (Antara Sumut/Ist)
Jakarta (ANTARA) - Di dalam rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Jalan KH Ahmad Dahlan, Sibolga Sambas, Sibolga, terdapat puluhan bom yang sudah dirakit serta bahan baku untuk pembuatan bom.
"Dari pengakuan pelaku AH itu ada sekitar puluhan bom yang sudah dirakit. Yang akif yang dibawa istrinya sekitar empat bom," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu.
Untuk bahan pembuat bom yang ditemukan di kediaman Abu Hamzah adalah potasium sebanyak puluhan kilogram.
Abu Hamzah diduga tidak merakit sendiri puluhan bom tersebut lantaran jumlahnya yang cukup besar untuk dikerjakan sendiri.
"Pasti dia dibantu temannya yang saat ini kami lakukan pengembangan kembali," kata Dedi Prasetyo.
Terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS itu memiliki kemampuan untuk merakit bom dan dapat mempengaruhi anggota-anggota kelompok terorisnya.
Dedi Prasetyo menuturkan bom yang dirakit sendiri itu direncanakan untuk melakukan kegiatan amaliah yang menyasar aparat keamanan, khususnya personel kepolisian karena lembaga itu yang melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris.
"Kelompok tersebut melakukan amaliyahnya bisa setiap saat tergantung kesempatan dan peluang yang dimiliki," tutur dia.
Abu Hamzah diduga masih satu jaringan dengan terduga teroris R alias Putra Syuhada (23) yang ditangkap di Lampung dan PK alias Salim Salyo yang ditangkap di Kalimantan Barat akhir pekan lalu.
Para terduga teroris itu saling berkomunikasi melalui media sosial seperti Facebook serta aplikasi perpesanan WhatsApp dan surel. (*)
Baca juga: LPSK siap bantu pengobatan korban bom Sibolga
Baca juga: Polisi menduga istri terduga teroris gunakan "bom lontong"
Baca juga: Polisi sterilkan lokasi ledakan di rumah terduga teroris di Sibolga
"Dari pengakuan pelaku AH itu ada sekitar puluhan bom yang sudah dirakit. Yang akif yang dibawa istrinya sekitar empat bom," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu.
Untuk bahan pembuat bom yang ditemukan di kediaman Abu Hamzah adalah potasium sebanyak puluhan kilogram.
Abu Hamzah diduga tidak merakit sendiri puluhan bom tersebut lantaran jumlahnya yang cukup besar untuk dikerjakan sendiri.
"Pasti dia dibantu temannya yang saat ini kami lakukan pengembangan kembali," kata Dedi Prasetyo.
Terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS itu memiliki kemampuan untuk merakit bom dan dapat mempengaruhi anggota-anggota kelompok terorisnya.
Dedi Prasetyo menuturkan bom yang dirakit sendiri itu direncanakan untuk melakukan kegiatan amaliah yang menyasar aparat keamanan, khususnya personel kepolisian karena lembaga itu yang melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris.
"Kelompok tersebut melakukan amaliyahnya bisa setiap saat tergantung kesempatan dan peluang yang dimiliki," tutur dia.
Abu Hamzah diduga masih satu jaringan dengan terduga teroris R alias Putra Syuhada (23) yang ditangkap di Lampung dan PK alias Salim Salyo yang ditangkap di Kalimantan Barat akhir pekan lalu.
Para terduga teroris itu saling berkomunikasi melalui media sosial seperti Facebook serta aplikasi perpesanan WhatsApp dan surel. (*)
Baca juga: LPSK siap bantu pengobatan korban bom Sibolga
Baca juga: Polisi menduga istri terduga teroris gunakan "bom lontong"
Baca juga: Polisi sterilkan lokasi ledakan di rumah terduga teroris di Sibolga
Pewarta : Dyah Dwi AstutiĀ
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga nelayan Sibolga yang tenggelam di Perairan Agam ditemukan selamat
13 October 2021 18:10 WIB, 2021
Seorang ditemukan selamat-dua masih dicari, akibat kapal nelayan Sibolga tenggelam di Agam
12 October 2021 15:26 WIB, 2021
Pemkab Solok terima kunjungan Dekranasda Kota Sibolga Sumatera Utara
05 December 2020 8:38 WIB, 2020
14 jam mengapung di laut, nelayan Sibolga ditemukan selamat di laut Mandiangin Kinali
10 January 2020 15:17 WIB, 2020
Kapal ikan disambar petir hingga tenggelam di Nias Selatan, empat awaknya belum ditemukan
22 November 2019 9:59 WIB, 2019