Unand kukuhkan tiga guru besar bidang pertanian
Rabu, 6 Maret 2019 10:04 WIB
Pengukuhan tiga guru besar bidang pertanian Unand di Padang, Rabu (6/3). (Antara Sumbar/Ikhwan Wahyudi)
Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat mengukuhkan tiga guru besar baru pada bidang pertanian yaitu Prof Jamsari, Prof Reni Mayerni dan Prof Irfan Suliansyah di Padang, Rabu.
Prof Jamsari merupakan guru besar tetap dalam ilmu Analisis Genom Pemuliaan Tanaman, Prof Reni Mayerni sebagai guru besar tetap Ilmu Budi Daya Pertanian dan Prof Irfan Suliansyah guru besar tetap Ilmu Fisiologi Tumbuhan, kata Rektor Unand Tafdil Husni.
Pada pengukuhan yang digelar di Convention Hall Unand Prof Jamsari membawakan orasi ilmiah dengan judul Memahami Karakteristik Pepper Yellow Leaf Curl Virus dan Interaksi Dengan Inangnya Menggunakan Data Genomik.
Sementara Prof Reni Mayerni membawakan orasi ilmiah dengan judul Potensi Pengembangan Rami Sebagai Tanaman Serat Alternatif di Sumatera Barat.
Kemudian, Prof Irfan Suliansyah membawakan orasi berjudul Laikkah Gandum Dibudidayakan di Indonesia?.
Prof Jamsari lahir di Lubuk Pakam , 2 Februari 1968 menyelesaikan S1 dan S2 di Unand dan S3 di Christian Albrechts Universitaet zu Kiel Jerman.
Jamsari pernah menjabat sebagai Sekretaris Labor Sentra Unand dan saat ini merupakan kepala Prodi S2 Bioteknologi Pascasarjana Unand.
Sedangkan Prof Reni Mayerni lahir di Kamang Hilir, 11 Mei 1966 menempuh pendidikan S1 dan S2 di Unand serta S3 di Universitas Padjajaran.
Selain aktif sebagai akademisi Reni pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Dharmasraya pada 2008- 2010 dan Wakil Ketua Persatuan Artis Film Indonesia Sumbar.
Selanjutnya Prof Irfan Suliansyah lahir di Bogor 13 Meil 1963 menyelesaikan S1 di Universitas Brawijaya kemudian S2 serta S3 di IPB.
Irfan merupakan Ketua Tim Pengembangan Gandum Tropis Universitas Andalas. (*)
Prof Jamsari merupakan guru besar tetap dalam ilmu Analisis Genom Pemuliaan Tanaman, Prof Reni Mayerni sebagai guru besar tetap Ilmu Budi Daya Pertanian dan Prof Irfan Suliansyah guru besar tetap Ilmu Fisiologi Tumbuhan, kata Rektor Unand Tafdil Husni.
Pada pengukuhan yang digelar di Convention Hall Unand Prof Jamsari membawakan orasi ilmiah dengan judul Memahami Karakteristik Pepper Yellow Leaf Curl Virus dan Interaksi Dengan Inangnya Menggunakan Data Genomik.
Sementara Prof Reni Mayerni membawakan orasi ilmiah dengan judul Potensi Pengembangan Rami Sebagai Tanaman Serat Alternatif di Sumatera Barat.
Kemudian, Prof Irfan Suliansyah membawakan orasi berjudul Laikkah Gandum Dibudidayakan di Indonesia?.
Prof Jamsari lahir di Lubuk Pakam , 2 Februari 1968 menyelesaikan S1 dan S2 di Unand dan S3 di Christian Albrechts Universitaet zu Kiel Jerman.
Jamsari pernah menjabat sebagai Sekretaris Labor Sentra Unand dan saat ini merupakan kepala Prodi S2 Bioteknologi Pascasarjana Unand.
Sedangkan Prof Reni Mayerni lahir di Kamang Hilir, 11 Mei 1966 menempuh pendidikan S1 dan S2 di Unand serta S3 di Universitas Padjajaran.
Selain aktif sebagai akademisi Reni pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Dharmasraya pada 2008- 2010 dan Wakil Ketua Persatuan Artis Film Indonesia Sumbar.
Selanjutnya Prof Irfan Suliansyah lahir di Bogor 13 Meil 1963 menyelesaikan S1 di Universitas Brawijaya kemudian S2 serta S3 di IPB.
Irfan merupakan Ketua Tim Pengembangan Gandum Tropis Universitas Andalas. (*)
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Guru besar UIN Raden Fattah: STAI Ar Risalah miliki strategi jitu hadapi globalisasi
17 April 2026 14:15 WIB
Terpopuler - Kampus
Lihat Juga
Beri kuliah umum di Unsoed, Dirut ANTARA ajak mahasiswa perkuat literasi media
08 May 2026 20:12 WIB
ISI Padangpanjang buktikan kesiapan, UTBK-SNBT 2026 berjalan aman, nyaman dan profesional
24 April 2026 16:40 WIB
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah gelar Focus Group Discussion revisi visi dan misi
20 April 2026 12:01 WIB
Guru besar UIN Raden Fattah: STAI Ar Risalah miliki strategi jitu hadapi globalisasi
17 April 2026 14:15 WIB
Polda Sumatera Barat - Universitas Bung Hatta jalin kerja sama bidang pendidikan
07 March 2026 13:57 WIB