Logo Header Antaranews Sumbar

Wujudkan Janji Politik "1001 Event", Pemkot Padang Panjang Perkuat Ekonomi Lewat Kolaborasi dan Event Berskala Besar

Minggu, 19 April 2026 17:47 WIB
Image Print
Ribuan peserta ikuti Fun Bike Gowes Adventure, salah satu kegiatan 1001 ivent janji politik yang diwujudkan Walikota Hendri Arnis. (ANTARA/ Isril Naidi)

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, di bawah kepemimpinan Wali Kota Hendri Arnis terus menunjukkan keseriusannya dalam merealisasikan janji politik menjadikan kota tersebut sebagai “Kota 1001 Event”. Program ambisius ini tidak hanya sekadar slogan, melainkan telah dituangkan dalam berbagai agenda nyata yang terstruktur dan melibatkan banyak pihak lintas sektor.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan peluncuran (launching) Fun Bike “Gowes Adventure” yang digelar di kawasan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), Minggu. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian awal dari kalender event yang telah disusun Pemerintah Kota untuk sepanjang tahun 2026.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk membangkitkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, olahraga, dan ekonomi kreatif. Kami sudah menyiapkan berbagai event dari bulan April hingga Desember. Semua disusun sedemikian rupa agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mewujudkan Padang Panjang sebagai kota 1001 event,” kata dia.

Pemerintah Kota Padang Panjang telah menyusun kalender event secara sistematis sepanjang tahun 2026. Dimulai dari bulan April dengan peluncuran Fun Bike yang juga bertepatan dengan momentum Hari Kartini pada 21 April. Semangat Hari Kartini yang identik dengan “Habis Gelap Terbitlah Terang” dijadikan simbol kebangkitan, terutama setelah kota ini sempat mengalami musibah pada November tahun lalu.

“Kita ingin bangkit. Dengan event ini, kita berharap ekonomi masyarakat juga ikut bangkit,” harap Hendri Arnis, pada keterangan pers di Medan Nan Bapaneh PDIKM, Minggu.

Ia menjelaskan, memasuki bulan Mei dan seterusnya, berbagai agenda telah dipersiapkan, termasuk event olahraga, budaya, hingga kegiatan keagamaan. Setiap bulan dipastikan memiliki kegiatan unggulan yang diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan.

Menariknya, tidak hanya Dinas Pariwisata yang terlibat. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta berkontribusi menghadirkan event sesuai dengan bidang masing-masing, seperti, Dinas Kesehatan dapat menggelar kegiatan inovatif seperti posyandu kreatif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, sementara sektor pertanian dapat menghadirkan festival atau pameran hasil tani.

Wali Kota menyebutkan, saat ini baru sekitar 35 event yang terdata dari Dinas Pariwisata. Namun jika dikolaborasikan dengan seluruh OPD yang berjumlah 24 instansi, maka jumlah event berpotensi mencapai ratusan.

“Kita punya super tim. Tidak bisa bekerja sendiri. Semua OPD harus terlibat, dari kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga sosial, dengan konsep kolaborasi ini, diharapkan setiap sektor dapat berkontribusi dalam menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah,” ungkap dia.

Program 1001 Event juga mendapatkan dukungan penuh dari DPRD Kota Padang Panjang, dan menilai program ini memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Mardiansyah, menyebutkan DPRD berkomitmen untuk terus mengawal dan mengawasi pelaksanaan program agar tetap berjalan sesuai tujuan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Event seperti ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi. UMKM tumbuh, penginapan ramai, dan masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” ujar Mardiansyah.

Event Fun Bike Gowes Adventure yang dilepas Walikota pagi ini menempuh jarak sekitar 25 kilometer dengan rute yang cukup menantang sekaligus menarik. Para peserta memulai perjalanan dari area PDIKM, melintasi Kampung Manggis, kemudian memasuki wilayah Kabupaten Tanah Datar melalui Nagari Paninjauan, sebelum akhirnya kembali lagi ke Padang Panjang.

Rute lintas daerah ini dinilai tidak hanya memberikan pengalaman berbeda bagi peserta, tetapi juga memperkuat sinergi antarwilayah dalam mengembangkan potensi pariwisata berbasis olahraga.

“Kegiatan ini melibatkan wilayah Tanah Datar, sehingga secara tidak langsung kita juga mempererat hubungan antar daerah. Ini penting untuk pengembangan wisata regional,” kata Hendri.

Kegiatan ini sendiri merupakan inisiatif dari komunitas pecinta sepeda yang kemudian difasilitasi oleh pemerintah daerah. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan hingga ribuan peserta yang datang tidak hanya dari Sumatera Barat, tetapi juga dari berbagai daerah lain seperti Jawa Barat.

Kehadiran peserta dari luar daerah menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal. Selama kegiatan berlangsung, sektor perhotelan, homestay, kuliner, hingga usaha kecil dan menengah (UMKM) mengalami peningkatan aktivitas.

Para peserta yang menginap selama satu hingga dua hari di Padang Panjang memberikan kontribusi langsung terhadap perputaran ekonomi. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan olahraga, tetapi juga menikmati suasana kota, mencicipi kuliner khas, serta membeli oleh-oleh.

“Kita berharap para peserta ini tidak hanya datang dan pulang, tetapi juga menikmati kota kita. Mereka menginap, berbelanja, dan nanti akan menceritakan pengalaman mereka kepada orang lain,” jelas Hendri.

Efek berantai (multiplier effect) dari kegiatan ini diyakini akan terus berkembang, terutama jika event-event serupa dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.

Tidak puas dengan capaian saat ini, Pemerintah Kota Padang Panjang, menargetkan penyelenggaraan event dengan skala lebih besar di masa mendatang. Wali Kota secara terbuka menyampaikan harapannya agar kegiatan fun bike berikutnya dapat menghadirkan hingga 50 ribu peserta. Target ini dinilai realistis jika melihat potensi yang ada, terutama dengan dukungan komunitas, sponsor, serta promosi yang masif.

“Kalau pesertanya bisa mencapai 50 ribu, tentu kita akan siapkan hadiah yang lebih besar, bahkan bisa berupa mobil listrik. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri,” ungkapnya, semakin besar skala kegiatan, maka semakin besar pula dampak ekonomi yang dihasilkan. Mulai dari sektor transportasi, penginapan, kuliner, hingga perdagangan akan ikut merasakan manfaatnya.,” ungkap Hendri Arnis.

Seiring meningkatnya jumlah kunjungan, kebutuhan akan akomodasi juga menjadi perhatian. Pemerintah mendorong masyarakat untuk membuka homestay sebagai alternatif penginapan. Beberapa kawasan seperti Kubu Gadang telah mulai mengembangkan konsep ini, di mana rumah-rumah warga disiapkan untuk menerima tamu.

Pemerintah Kota Padang Panjang juga menyiapkan program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Salah satunya adalah program pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya pangan dan ternak. Program ini direncanakan mulai berjalan pada 2027 dengan melibatkan 241 RT di seluruh kota Padang Panjang. Setiap RT akan mendapatkan dukungan anggaran untuk mengembangkan potensi ekonomi mandiri.

“Kita ingin masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dari lingkungan sendiri. Ini akan membantu mengurangi beban ekonomi,” kata Hendri.

Dengan berbagai langkah strategis yang telah disiapkan, Pemerintah Kota Padang Panjang optimistis mampu menjadikan kota ini sebagai pusat event di Sumatera Barat, bahkan nasional.

Program “1001 Event” diharapkan tidak hanya menjadi identitas baru kota, tetapi juga menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi, inovasi, dan dukungan semua pihak, Padang Panjang kini tengah bergerak menuju masa depan yang lebih cerah sebagai kota yang hidup, dinamis, dan penuh aktivitas. (*)

Walikota sampaikan program 1001 event pada keterangan pers di Medan Nan Bapaneh PDIKM. (ANTARA/ Isril Naidi)

Walikota Hendri Arnis sampaikan ungkapan terimakasih atas respon peserta Fun Gowes Adventure yang datang dari berbagai profinsi dan dan Kabupaten/ Kota di Sumbar (ANTARA/ Isril Naidi)



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026