Pengusaha tuna di Aceh hentikan ekspor
Selasa, 26 Februari 2019 19:38 WIB
(ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww/18.)
Banda Aceh, (Antaranews Sumbar) - Pengusaha ikan tuna di Aceh, terpaksa untuk sementara menghentikan ekspor ke Jepang, menyusul kenaikan biaya kargo pesawat sejak sebulan terakhir.
"Jika tetap mengekspor tuna ke Jepang, kami harus menutupi kerugian besar karena naiknya biaya kargo hampir tiga kali lipat," kata Direktur UD Nagata Tuna Muslem di Banda Aceh, Selasa.
Muslem menyebutkan selama ini UD Nagata Tuna mengekspor ikan tuna menggunakan jasa kargo pesawat maskapai Garuda. Dipilihnya Garuda karena bisa terkoneksi langsung dari Aceh ke Jepang dalam waktu tidak terlalu lama.
Namun, kata Muslem, biaya kargo pesawat sejak Januari 2019 mengalami kenaikan dari Rp22 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram. Keberatan atas kenaikan biaya tersebut sudah disampaikan kepada pihak Garuda.
"Tapi, hingga kini kami belum mendapat jawaban, apakah keberatan kami diterima atau harga pengiriman per kilogram tetap seperti semula. Kalau sama seperti semula, sulit bagi kami mengekspor tuna ke Jepang," katanya.
Muslem menyebutkan harga beli ikan tuna di Jepang Rp170 ribu per kilogram. Sebelum diekspor, ikan tuna dibeli dengan harga Rp50 ribu per kilogram. Setelah dibersihkan, ikan tuna tersisa 50 persen atau nilai menjadi Rp100 ribu.
Setelah ditambah biaya lainnya, maka harganya menjadi Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Jika dibandingkan dengan harga beli, maka marginnya antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.
"Sedangkan kenaikan biaya pengiriman mencapai Rp38 ribu per kilogram. Jika kami tidak menghentikan ekspor, maka kami yang rugi. Karena itu, menghentikan ekspor hingga ada penyesuaian biaya pengiriman," ungkap Muslem.
Muslem menyebutkan pihaknya juga sudah menegosiasikan soal harga dengan pembeli di Jepang. Namun, mereka tetap bertahan dengan harga Rp170 ribu.
"Masalah biaya pengiriman ini hanya untuk ekspor ke Jepang. Sedangkan biaya pengiriman ke Malaysia tidak naik. Namun, ekspos tuna ke Malaysia dibatasi jumlah," kata Muslem.
"Jika tetap mengekspor tuna ke Jepang, kami harus menutupi kerugian besar karena naiknya biaya kargo hampir tiga kali lipat," kata Direktur UD Nagata Tuna Muslem di Banda Aceh, Selasa.
Muslem menyebutkan selama ini UD Nagata Tuna mengekspor ikan tuna menggunakan jasa kargo pesawat maskapai Garuda. Dipilihnya Garuda karena bisa terkoneksi langsung dari Aceh ke Jepang dalam waktu tidak terlalu lama.
Namun, kata Muslem, biaya kargo pesawat sejak Januari 2019 mengalami kenaikan dari Rp22 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram. Keberatan atas kenaikan biaya tersebut sudah disampaikan kepada pihak Garuda.
"Tapi, hingga kini kami belum mendapat jawaban, apakah keberatan kami diterima atau harga pengiriman per kilogram tetap seperti semula. Kalau sama seperti semula, sulit bagi kami mengekspor tuna ke Jepang," katanya.
Muslem menyebutkan harga beli ikan tuna di Jepang Rp170 ribu per kilogram. Sebelum diekspor, ikan tuna dibeli dengan harga Rp50 ribu per kilogram. Setelah dibersihkan, ikan tuna tersisa 50 persen atau nilai menjadi Rp100 ribu.
Setelah ditambah biaya lainnya, maka harganya menjadi Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Jika dibandingkan dengan harga beli, maka marginnya antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.
"Sedangkan kenaikan biaya pengiriman mencapai Rp38 ribu per kilogram. Jika kami tidak menghentikan ekspor, maka kami yang rugi. Karena itu, menghentikan ekspor hingga ada penyesuaian biaya pengiriman," ungkap Muslem.
Muslem menyebutkan pihaknya juga sudah menegosiasikan soal harga dengan pembeli di Jepang. Namun, mereka tetap bertahan dengan harga Rp170 ribu.
"Masalah biaya pengiriman ini hanya untuk ekspor ke Jepang. Sedangkan biaya pengiriman ke Malaysia tidak naik. Namun, ekspos tuna ke Malaysia dibatasi jumlah," kata Muslem.
Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPU Pasaman Barat terima surat suara khusus alat bantu tuna netra pilkada
03 November 2024 13:57 WIB, 2024
KPU Pasaman Barat siapkan alat bantu pemilih tuna netra di Pemilu 2024
15 January 2024 15:41 WIB, 2024
Sekwan DPRD terima pramuka tuna runggu jalan kaki keliling Indonesia
19 December 2023 7:23 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB