18 korban longsor Sukabumi telah teridentifikasi
Jumat, 4 Januari 2019 15:00 WIB
Petugas membawa jenazah korban longsor ke dalam mobil di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019). Dalam peristiwa tersebut 63 orang penghuni kampung selamat, delapan meninggal dunia dan 26 orang belum ditemukan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nz.
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan 18 korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Kabupaten Sukabumi yang ditemukan telah diidentifikasi seluruhnya.
"Hingga Jumat pagi, tercatat 18 orang meninggal dunia, tiga orang luka berat, 15 orang masih dalam pencarian dan 64 orang selamat," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Korban yang meninggal dunia akibat bencana itu antara lain Sasa (perempuan, empat tahun), Hendra (laki-laki, 35 tahun), Yanti (perempuan, 35 tahun), Riska (perempuan, 18 tahun), Rita (perempuan, 14 tahun), Ahudi (laki-laki, 67 tahun), Ukri (laki-laki, 48 tahun), Suryani (perempuan, 35 tahun), dan Jumhadi (laki-laki, 47 tahun).
Selanjutnya ada Yami (perempuan, 25 tahun), Sukiman (laki-laki, 75 tahun), Umih (perempuan, 60 tahun), Enda (laki-laki, 43 tahun), Mulyani Iyas (perempuan), Madtuha (laki-laki, 50 tahun), Andra Maulana (laki-laki, 8 tahun), Miah (perempuan, 45 tahun) dan Adsa (laki-laki, 50 tahun).
Sutopo mengatakan rapat koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi, bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Komando Resor Militer 061 Suryakencana, Polri, pemerintah daerah dan tokoh masyarakat telah menyepakati bahwa bencana itu berdampak pada 29 keluarga yang meliputi 100 orang.
Bencana itu juga menyebabkan 29 rumah rusak berat.
"Bupati Sukabumi telah menetapkan masa tanggap darurat penanganan longsor Sukabumi selama tujuh hari, yaitu sejak Senin (31/12) hingga Minggu (6/1)," kata Sutopo.
Ia menambahkan setiap hari dilakukan rapat koordinasi di posko untuk mengevaluasi dan menyusun rencana penanganan selama masa tanggap darurat. (*)
Baca juga: 20 korban longsor di Sukabumi belum ditemukan
Baca juga: 13 jenazah korban longsor di Sukabumi telah teridentifikasi
Baca juga: Masyarakat harus bisa melakukan evakuasi mandiri
"Hingga Jumat pagi, tercatat 18 orang meninggal dunia, tiga orang luka berat, 15 orang masih dalam pencarian dan 64 orang selamat," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Korban yang meninggal dunia akibat bencana itu antara lain Sasa (perempuan, empat tahun), Hendra (laki-laki, 35 tahun), Yanti (perempuan, 35 tahun), Riska (perempuan, 18 tahun), Rita (perempuan, 14 tahun), Ahudi (laki-laki, 67 tahun), Ukri (laki-laki, 48 tahun), Suryani (perempuan, 35 tahun), dan Jumhadi (laki-laki, 47 tahun).
Selanjutnya ada Yami (perempuan, 25 tahun), Sukiman (laki-laki, 75 tahun), Umih (perempuan, 60 tahun), Enda (laki-laki, 43 tahun), Mulyani Iyas (perempuan), Madtuha (laki-laki, 50 tahun), Andra Maulana (laki-laki, 8 tahun), Miah (perempuan, 45 tahun) dan Adsa (laki-laki, 50 tahun).
Sutopo mengatakan rapat koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi, bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Komando Resor Militer 061 Suryakencana, Polri, pemerintah daerah dan tokoh masyarakat telah menyepakati bahwa bencana itu berdampak pada 29 keluarga yang meliputi 100 orang.
Bencana itu juga menyebabkan 29 rumah rusak berat.
"Bupati Sukabumi telah menetapkan masa tanggap darurat penanganan longsor Sukabumi selama tujuh hari, yaitu sejak Senin (31/12) hingga Minggu (6/1)," kata Sutopo.
Ia menambahkan setiap hari dilakukan rapat koordinasi di posko untuk mengevaluasi dan menyusun rencana penanganan selama masa tanggap darurat. (*)
Baca juga: 20 korban longsor di Sukabumi belum ditemukan
Baca juga: 13 jenazah korban longsor di Sukabumi telah teridentifikasi
Baca juga: Masyarakat harus bisa melakukan evakuasi mandiri
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Apresiasi Kementerian ATR/BPN, Menko AHY:Tanpa kepastian tanah tak akan ada pembangunan
20 June 2025 9:05 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB