Lubukbasung, (Antara) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melakukan 19 kali pelayanan jemput bola ke sekolah, nagari dan kecamatan dengan menerbitkan sebanyak 9.950 dokumen kependudukan selama 2018.

Program itu dalam meningkatkan pelayanan pengusaha dokumen kependudukan kepada masyarakat setempat. 

Kepala Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan Agam Misran didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Agam Novia Sandrianti di Lubukbasung, mengatakan, ke 19 kali pelayanan Jebol itu dilakukan di sekolah sebanyak delapan kali yakni, SMAN 1 Ampekkoto, SMAN 1 Ampekangkek, SMAN 1 Sungaipua, SMKN 1 Palembayan, SMAN 1 Tanjungmutiara, dan MTI Canduang dengan menerbitkan 4.540 lembar KTP-E. 

Sementara di nagari sebanyak 11 kali pelayanan yakni, Nagari Matua Mudik, Panta Pauh, Matua Hilia, Parik Panjang, Koto Tangah, Batu Kambiang, Bawan, Sitanang, Sitalang, Sungai Landia, Silareh Aia dan 15 kecamatan di daerah itu dengan menerbitkan 5.410 lembar kartu keluarga, surat pindah, akte kelahiran, akte kematian dan lainnya.  Petugas pelayanan khusus melayani salah seorang warga. (Ist) "Masyarakat tidak dipungut biaya sepersen pun dan mereka bisa mengurus KTP, kartu keluarga, akte kelahiran dan lainnya," katanya. 

Khusus untuk pelayanan Jebol di sekolah, Disdukcapil menyasar seluruh siswa yang telah berusia di atas 17 tahun untuk melakukan perekaman data KTP-el. Ini untuk mensukseskan pemilihan umum 2019, karena pemilih saat Pemilu diwajibkan memiliki KTP-el. 

"Seluruh siswa yang telah berusia 17 tahun keatas langsung kita data," katanya. 

Ia menambahkan, pelayanan Jebol itu berdasarkan permintaan dari pihak sekolah, wali nagari atau kepala desa adat dan camat ke Disdukcapil setempat. 

Setelah itu, Disdukcapil Agam menurunkan tim dengan jumlah anggota 10-15 orang beserta satu unit mobil untuk melayani siswa dan masyarakat. 

"Program ini telah kita lakukan semenjak beberapa tahun yang lalu dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya. 

Selain pelayanan Jebol, tambahnya, Disdukcapil Agam juga memiliki pelayanan khusus bagi lansia, ibu hamil dan lainnya saat mengurus dokumen kependudukan di kantor Disdukcapil setempat. 

Pelayanan khusus itu dengan jumlah petugas satu orang. 

"Masyarakat berkebutuhan khusus tidak butuh antrian dan mereka bisa langsung ke loket pelayanan khusus," katanya. 

Lalu, program one day service atau seluruh layanan dokumen kependudukan satu hari selesai, program
SMS gateway atau layanan SMS informasi dan persyaratan administrasi Dukcapil, informasi dukcapil ada digenfaman anda. 

Pelayanan Lebaran atau layanan khusus Lebaran untuk para perantau dan lainnya yang dibuka dua hari setelah Lebaran, program uda bisa ditunggu gratis atau urus satu dapat dua atau tiga bisa ditunggu gratis. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Agam Drs Misran. (Ist) Semua layanan itu dengan jargon Layanan Prima Administrasi Kependudukan Akurat Gratis Adil dan Menyenangkan (LAPAK AGAM). 

Atas inovasi yang dilahirkan itu, Disdukcapil Agam meraih piagam penghargaan dinas dengan inspirasi terbaik dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada 2018.

"Kita berusaha untuk melahirkan inovasi baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya. (*) 
 

Pewarta : Webtorial-Yusrizal
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024