Polisi sarankan diajukannya dakwaan suap terhadap PM Israel
Senin, 3 Desember 2018 7:45 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Antara)
Jerusalem, (Antaranews Sumbar) - Polisi Israel pada Ahad (2/12) menyarankan diajukannya dakwaan suap terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan istrinya, demikian laporan harian Israel, Haaretz.
Di dalam satu perntataan, polisi mengatakan Netanyahu diduga menerima suap dan bertindak saat berada dalam konflik kepentingan ketika ia memberi dukungan kepada juragan media Shaul Elovitch --yang menguasai perusahaan telekomunikasi Israel, Bezeq Telecom, sebagai imbalan bagi peliputan mengenai jaringan berita perusahaan tersebut.
Polisi mengatakan polisi mendapati bukti bahwa "Netanyahu dan mereka yang dekat dengan dia secara terang-terangan mencampuri, kadangkala dengan dasar setiap hari, isi berita yang akan disiarkan di jejaring media Walla, dan berusaha mempengaruhi pengangkatan pegawai senior --redaktur dan pewarta-- sementara menggunakan hubungannya dengan Shaul dan (istrinya) Iris Elovitch".
Polisi sudah menyarankan diajukannya dakwaan terhadap Netanyahu karena ia diduga melakukan korupsi dalam dua kasus lain, demikian laporan Kantor Berita Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.
Kasus pertama melibatkan produsen Hollywood Israel, Arnon Michan --yang diduga diminta membeli barang mewah buat Netanyahu dan istrinya.
Yang kedua berkaitan dengan dugaa kesepakatan --sekali lagi menguntungkan peliputan media-- dengan Arnon Mozes, penerbit harian yang berbahasa Yahudi, Yedioth Aharonoth.
Netanyahu telah membantah bahwa ia melakukan kesalahan.
Di dalam satu pernyataan pada Ahad, perdana menteri Israel tersebut mengatakan saran polisi untuk mendakwa dia dan istrinya "tidak mengejutkan siapa pun, dan juga tidak transparansi waktu bagi pengumuman itu".
"Saran ini diputuskan dan dibocorkan bahkan sebelum penyelidikan dimulai," katanya.
"Saran polisi tak memiliki landasan hukum. Baru belakangan ini, para pejabat yang berwenang dengan tegas menolak saran polisi berkaitan dengan tokoh masyarakat. Saya yakin bahwa para pejabat yang berwenang, setelah mempertimbangkan banyak masalah, juga akan mencapai suatu kesimpulan mengenai kasus ini --bahwa tak ada apa-apa sebab memang tak ada apa-apa," kata perdana menteri Israel itu. (*)
Di dalam satu perntataan, polisi mengatakan Netanyahu diduga menerima suap dan bertindak saat berada dalam konflik kepentingan ketika ia memberi dukungan kepada juragan media Shaul Elovitch --yang menguasai perusahaan telekomunikasi Israel, Bezeq Telecom, sebagai imbalan bagi peliputan mengenai jaringan berita perusahaan tersebut.
Polisi mengatakan polisi mendapati bukti bahwa "Netanyahu dan mereka yang dekat dengan dia secara terang-terangan mencampuri, kadangkala dengan dasar setiap hari, isi berita yang akan disiarkan di jejaring media Walla, dan berusaha mempengaruhi pengangkatan pegawai senior --redaktur dan pewarta-- sementara menggunakan hubungannya dengan Shaul dan (istrinya) Iris Elovitch".
Polisi sudah menyarankan diajukannya dakwaan terhadap Netanyahu karena ia diduga melakukan korupsi dalam dua kasus lain, demikian laporan Kantor Berita Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.
Kasus pertama melibatkan produsen Hollywood Israel, Arnon Michan --yang diduga diminta membeli barang mewah buat Netanyahu dan istrinya.
Yang kedua berkaitan dengan dugaa kesepakatan --sekali lagi menguntungkan peliputan media-- dengan Arnon Mozes, penerbit harian yang berbahasa Yahudi, Yedioth Aharonoth.
Netanyahu telah membantah bahwa ia melakukan kesalahan.
Di dalam satu pernyataan pada Ahad, perdana menteri Israel tersebut mengatakan saran polisi untuk mendakwa dia dan istrinya "tidak mengejutkan siapa pun, dan juga tidak transparansi waktu bagi pengumuman itu".
"Saran ini diputuskan dan dibocorkan bahkan sebelum penyelidikan dimulai," katanya.
"Saran polisi tak memiliki landasan hukum. Baru belakangan ini, para pejabat yang berwenang dengan tegas menolak saran polisi berkaitan dengan tokoh masyarakat. Saya yakin bahwa para pejabat yang berwenang, setelah mempertimbangkan banyak masalah, juga akan mencapai suatu kesimpulan mengenai kasus ini --bahwa tak ada apa-apa sebab memang tak ada apa-apa," kata perdana menteri Israel itu. (*)
Pewarta : Antara
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Palestina sambut baik surat ICC untuk tangkap Netanyahu dan Gallant
22 November 2024 10:26 WIB, 2024
ICC keluarkan surat perintah tangkap Netanyahu atas kejahatan perang
22 November 2024 10:25 WIB, 2024
Retno Marsudi tak bisa pahami sikap PM Netanyahu ingin lanjutkan perang
30 November 2023 11:44 WIB, 2023
Oposisi Israel umumkan pemerintahan baru, siap gulingkan Perdana Menteri Netanyahu
03 June 2021 10:13 WIB, 2021
Kemunculan virus corona dan perpecahan dalam pemerintahan kesampingkan rencana aneksasi Israel
16 July 2020 5:43 WIB, 2020
Terkait rencana pertemuan Putra Mahkota dengan PM Israel, ini kata Arab Saudi
14 February 2020 15:08 WIB, 2020
Kanselir Jerman Angela Merkel tegaskan penyelesaian dua-negara kepada Netanyahu
16 April 2019 8:34 WIB, 2019