Puluhan raja hadiri festival keraton nusantara
Rabu, 28 November 2018 18:14 WIB
Sejumlah raja berfoto di hadapan Istano Basa Pagaruyuang Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (28/11). Kehadiran raja-raja se nusantara di daerah tersebut dalam rangka menghadiri Festival Keraton Nusantara (FKN) ke-XII. (ANTARA SUMBAR/Syahrul Rahmat/18)
Batusangkar, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak lebih kurang 60 raja dan sultan dari kerajaan-kerajaan se-nusantara hadiri Festival Keraton Nusantara (FKN) ke-XII di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Tuanku Mudo Istano Silinduang Bulan Kerajaan Pagaruyuang Darul Qarar, Sutan Muhammad Yusuf Tuanku Mudo Rajo Disambah di Batusangkar, Rabu, mengatakan para raja tersebut tergabung dalam Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN).
"Selain dari FKIKN, dalam kegiatan ini juga ada undangan dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN)," katanya.
Ia menyebutkan, para raja tersebut berasal hampir dari seluruh daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara.
Beberapa raja dari Sumatera diantaranya berasal dari Langkat, Deli Serdang, Pelalawan, raja-raja di Minangkabau, Palembang dan lain-lain.
Sementara itu dari Jawa Barat salah satunya adalah dari Kesepuhan Cirebon dan Kasunanan Surakarta. Dari Kalimantan salah satunya adalah dari Kesultanan Bulungan Kalimantan Utara dan dari Sulawesi salah satunya adalah dari Kadatuan Luwu Sulawesi Selatan.
"Selain dari Indonesia, dalam agenda ini juga hadir perwakilan raja dari luar negeri, yaitu dari Malaysia dan Brunei Darussalam," ujarnya.
Ia menambahkan, dari jumlah kerajaan yang hadir tersebut setidaknya terdapat lebih kurang sebanyak 1.000 orang yang datang ke Tanah Datar.
Menurut Sutan Muhammad Yusuf, setiap raja dan permaisuri akan diiringi oleh pengiring dalam jumlah yang beragam, mulai dari dua hingga 20 orang.
Sementara itu Sekjen FKIKN, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandan Sari mengatakan penyelenggaraan FKN pertama kali diadakan pada tahun 1995 di Surakarta dan diikuti oleh sebanyak 15 kerajaan se Indonesia.
Menurut dia, penyelenggaraan FKN saat ini merupakan bentuk nyata dari penerus dan pewaris keraton, istana dan masyarakat adat dalam menjaga dan melestarikan budaya leluhur.
"Kepada pihak Pemerintah Provinsi Sumbar, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Kerajaan Pagaruyuang kami mengucapkan terimaksih karena telah menfasilitasi kegiatan ini sehingga akhirnya dapat terlaksana," katanya. (*)
Tuanku Mudo Istano Silinduang Bulan Kerajaan Pagaruyuang Darul Qarar, Sutan Muhammad Yusuf Tuanku Mudo Rajo Disambah di Batusangkar, Rabu, mengatakan para raja tersebut tergabung dalam Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN).
"Selain dari FKIKN, dalam kegiatan ini juga ada undangan dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN)," katanya.
Ia menyebutkan, para raja tersebut berasal hampir dari seluruh daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara.
Beberapa raja dari Sumatera diantaranya berasal dari Langkat, Deli Serdang, Pelalawan, raja-raja di Minangkabau, Palembang dan lain-lain.
Sementara itu dari Jawa Barat salah satunya adalah dari Kesepuhan Cirebon dan Kasunanan Surakarta. Dari Kalimantan salah satunya adalah dari Kesultanan Bulungan Kalimantan Utara dan dari Sulawesi salah satunya adalah dari Kadatuan Luwu Sulawesi Selatan.
"Selain dari Indonesia, dalam agenda ini juga hadir perwakilan raja dari luar negeri, yaitu dari Malaysia dan Brunei Darussalam," ujarnya.
Ia menambahkan, dari jumlah kerajaan yang hadir tersebut setidaknya terdapat lebih kurang sebanyak 1.000 orang yang datang ke Tanah Datar.
Menurut Sutan Muhammad Yusuf, setiap raja dan permaisuri akan diiringi oleh pengiring dalam jumlah yang beragam, mulai dari dua hingga 20 orang.
Sementara itu Sekjen FKIKN, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandan Sari mengatakan penyelenggaraan FKN pertama kali diadakan pada tahun 1995 di Surakarta dan diikuti oleh sebanyak 15 kerajaan se Indonesia.
Menurut dia, penyelenggaraan FKN saat ini merupakan bentuk nyata dari penerus dan pewaris keraton, istana dan masyarakat adat dalam menjaga dan melestarikan budaya leluhur.
"Kepada pihak Pemerintah Provinsi Sumbar, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Kerajaan Pagaruyuang kami mengucapkan terimaksih karena telah menfasilitasi kegiatan ini sehingga akhirnya dapat terlaksana," katanya. (*)
Pewarta : Syahrul Rahmat
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tanggapan adik Sultan HB X terkait pemecatan dirinya dari posisi jabatan struktural di Keraton Yogyakarta
26 January 2021 6:14 WIB, 2021
Jenazah Sultan Sepuh Cirebon tiba di rumah duka, dimakamkan usai Shalat Dzuhur
22 July 2020 12:26 WIB, 2020
Informasi terpopuler sepekan, bayi lahir dengan jahitan di kepala hingga Keraton Sejagat ala Pariaman
25 January 2020 10:06 WIB, 2020
Kasus Keraton Agung Sejagat, 23 saksi diperiksa termasuk dua wartawan
23 January 2020 20:15 WIB, 2020
Ada penipuan berkedok ormas di Pariaman, modusnya hampir sama dengan Keraton Agung Sejagat
23 January 2020 18:48 WIB, 2020
Polda Jabar sudah periksa sejumlah anggota "Sunda Empire", ini perkembangannya
21 January 2020 15:18 WIB, 2020
Polisi perlu libatkan sejarawan buktikan Keraton Sejagat dan Sunda Empire
17 January 2020 19:55 WIB, 2020