BI: rupiah masih "undervalue" meski menguat
Selasa, 27 November 2018 14:56 WIB
Uang rupiah emisi terbaru. (ANTARA FOTO/Andeas Fitri Atmoko)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memandang nilai tukar rupiah hingga perdagangan pada Selasa siang masih "undervalue" atau terlalu murah dibandingkan dolar AS, meski dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan tren penguatan.
"Alhamdulillah menguat, meski kami pandang level sekarang masih undervalue," kata Perry usai Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Selasa.
Hingga perdagangan pukul Rp13.30 WIB di pasar spot, rupiah diperdagangkan Rp14.491 per dolar atau masih dalam tren menguat meskipun dengan dosis terbatas, setelah dibuka hari ini di Rp14.495 per dolar AS.
Perry mengatakan otoritas moneter pada 2019 akan tetap mendorong pergerakkan rupiah sesuai harga yang dibentuk oleh mekanisme pasar. Namun, Bankk Sentral tidak akan mengurangi peran intervensi, ketika tekanan kurs semakin kencang.
"Kecukupan likuiditas akan kami terus jaga. Kebijakan stabilisasi moneter diperkuat dengan askselarasi pendalaman pasar uang di 2018. Pasar valas kami telah tempuh dengan kebijakan swap (barter) valas yang lebih efisien," ujar Perry.
Ekonom dari Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan potensi rupiah untuk terus menguat di perdagangan hari ini terbuka. Salah satu musababnya, dolar AS berpeluang melemah karena sentimen yang menopang penguatan mata uang Asia, seperti Yen Jepang, ataupun dolar Hong Kong. Jika dolar AS berada dalam tren pelemahan, akan menjadi sentimen positif bagi rupiah.
"Diperkirakan rupiah dapat bergerak menuju kisaran Rp14.450-Rp14.470 per dolar AS dengan tetap dalam penjagaan Bank Indonesia," kata Lana. (*)
"Alhamdulillah menguat, meski kami pandang level sekarang masih undervalue," kata Perry usai Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Selasa.
Hingga perdagangan pukul Rp13.30 WIB di pasar spot, rupiah diperdagangkan Rp14.491 per dolar atau masih dalam tren menguat meskipun dengan dosis terbatas, setelah dibuka hari ini di Rp14.495 per dolar AS.
Perry mengatakan otoritas moneter pada 2019 akan tetap mendorong pergerakkan rupiah sesuai harga yang dibentuk oleh mekanisme pasar. Namun, Bankk Sentral tidak akan mengurangi peran intervensi, ketika tekanan kurs semakin kencang.
"Kecukupan likuiditas akan kami terus jaga. Kebijakan stabilisasi moneter diperkuat dengan askselarasi pendalaman pasar uang di 2018. Pasar valas kami telah tempuh dengan kebijakan swap (barter) valas yang lebih efisien," ujar Perry.
Ekonom dari Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan potensi rupiah untuk terus menguat di perdagangan hari ini terbuka. Salah satu musababnya, dolar AS berpeluang melemah karena sentimen yang menopang penguatan mata uang Asia, seperti Yen Jepang, ataupun dolar Hong Kong. Jika dolar AS berada dalam tren pelemahan, akan menjadi sentimen positif bagi rupiah.
"Diperkirakan rupiah dapat bergerak menuju kisaran Rp14.450-Rp14.470 per dolar AS dengan tetap dalam penjagaan Bank Indonesia," kata Lana. (*)
Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 100 UMKM Terdampak Bencana di Pariaman Terima Bantuan BI--Kementerian
10 February 2026 15:34 WIB
Ekspos kinerja PT Bank Nagari tahun 2025 dan klarifikasi informasi publik
04 February 2026 10:40 WIB
Penyaluan bansos tahap pertama tetap melalui bank Himbara dan Pos Indonesia
23 January 2026 23:24 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB