Wagub: Sumbar baru miliki empat dokter ahli bedah mulut
Jumat, 23 November 2018 15:57 WIB
Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI) di Padang, Jumat (23/11/2018). Kegiatan itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ahli bedah mulut dalam melayani masyarakat di samping menjalin silaturahim para dokter. (Antara Sumbar/ Ira Febrianti)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menyatakan dokter ahli bedah mulut dan maksilofasial baru ada empat orang di provinsi itu, dan semuanya berada di Kota Padang.
"Kondisi ini jelas sangat terbatas karena idealnya ada satu ahli bedah mulut di tiap kota atau kabupaten," kata dia usai membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI) di Padang, Jumat.
Spesialisasi bedah mulut dan maksilofasial memberikan pelayanan bedah seperti bibir sumbing, trauma akibat kecelakaan, tumor atau tindakan operasi lainnya.
Spesialisasi itu baru ada di Padang karena peralatan medis pendukung juga belum tersedia di kabupaten dan kota lain di Sumbar.
Wagub mengatakan saat ini di Sumbar sudah ada dua fakultas kedokteran gigi yaitu di Universitas Andalas dan Universitas Baiturrahmah dan menurutnya jumlah tersebut sudah mencukupi untuk kebutuhan di daerah itu.
"Perizinan untuk membuka fakultas itu cukup rumit. Di samping itu jika lebih banyak lagi nanti lulusannya sulit terserap oleh pemerintah," katanya.
Ketua Pelaksana kegiatan tersebut drg Harfindo Nismal menambahkan ditargetkan dalam lima tahun ke depan kondisi ideal satu kabupaten dan kota memiliki satu ahli bedah mulut dan maksillofasial dapat tercapai.
"Saat ini jika ada yang butuh penanganan bedah mulut, harus dirujuk ke Padang. Kasihan jika pasien dari lokasi yang jauh dari Padang sementara membutuhkan pertolongan," ujarnya.
Kondisi di Sumbar menurutnya masih lebih baik jika dibandingkan Bengkulu yang baru memiliki dua ahli bedah mulut atau Sumatera Selatan yang baru terdapat satu ahli bedah mulut.
Ia menerangkan pertemuan ilmiah tahunan ahli bedah mulut yang mengangkat tema "Creating Beautiful Smile Through Multidisciplinary Approach for Oral and Maxillofacial Aesthetics" tersebut adalah pertemuan yang pertama kali dilakukan oleh spesialisasi bedah mulut dan maksillofasial di Padang.
"Ada delapan spesialisasi dalam dokter gigi dan baru bedah mulut yang lakukan pertemuan. Dari kegiatan ini kami berharap peningkatan kemampuan para dokter dalam memberikan pelayanan pada masyarakat," katanya. (*)
"Kondisi ini jelas sangat terbatas karena idealnya ada satu ahli bedah mulut di tiap kota atau kabupaten," kata dia usai membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI) di Padang, Jumat.
Spesialisasi bedah mulut dan maksilofasial memberikan pelayanan bedah seperti bibir sumbing, trauma akibat kecelakaan, tumor atau tindakan operasi lainnya.
Spesialisasi itu baru ada di Padang karena peralatan medis pendukung juga belum tersedia di kabupaten dan kota lain di Sumbar.
Wagub mengatakan saat ini di Sumbar sudah ada dua fakultas kedokteran gigi yaitu di Universitas Andalas dan Universitas Baiturrahmah dan menurutnya jumlah tersebut sudah mencukupi untuk kebutuhan di daerah itu.
"Perizinan untuk membuka fakultas itu cukup rumit. Di samping itu jika lebih banyak lagi nanti lulusannya sulit terserap oleh pemerintah," katanya.
Ketua Pelaksana kegiatan tersebut drg Harfindo Nismal menambahkan ditargetkan dalam lima tahun ke depan kondisi ideal satu kabupaten dan kota memiliki satu ahli bedah mulut dan maksillofasial dapat tercapai.
"Saat ini jika ada yang butuh penanganan bedah mulut, harus dirujuk ke Padang. Kasihan jika pasien dari lokasi yang jauh dari Padang sementara membutuhkan pertolongan," ujarnya.
Kondisi di Sumbar menurutnya masih lebih baik jika dibandingkan Bengkulu yang baru memiliki dua ahli bedah mulut atau Sumatera Selatan yang baru terdapat satu ahli bedah mulut.
Ia menerangkan pertemuan ilmiah tahunan ahli bedah mulut yang mengangkat tema "Creating Beautiful Smile Through Multidisciplinary Approach for Oral and Maxillofacial Aesthetics" tersebut adalah pertemuan yang pertama kali dilakukan oleh spesialisasi bedah mulut dan maksillofasial di Padang.
"Ada delapan spesialisasi dalam dokter gigi dan baru bedah mulut yang lakukan pertemuan. Dari kegiatan ini kami berharap peningkatan kemampuan para dokter dalam memberikan pelayanan pada masyarakat," katanya. (*)
Pewarta : Ira Febrianti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Maigus Nasir berikan orasi ilmiah seminar peringatan Milad ke-5 Polita Sumbar
21 October 2025 17:04 WIB
Wako Fadly Amran didapuk sebagai keynote speaker Temilnas Ikatan Psikologi Sosial ke-XIV
28 August 2025 11:05 WIB
Kemenag sayangkan banyak riset dosen hanya sebatas pemenuhan kewajiban
14 January 2025 16:29 WIB, 2025
Internasional conference dan doctoral colloquium" sebagai sarana perbaikan kualitas hasil karya ilmiah
07 October 2024 21:38 WIB, 2024
Sosialisasi Sinta 2024, mempersiapkan era baru penelitian dan publikasi ilmiah di Indonesia
10 July 2024 9:07 WIB, 2024
Dibuka Pj Wali Kota, MTQ Bungtekab Usung Tema Merajut Generasi Qurani Berilmu Ilmiah dan Beradat ABS-SBK
30 May 2024 9:49 WIB, 2024