Mendes optimistis penyerapan dana desa tahun ini 99 persen
Rabu, 14 November 2018 14:32 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. (Antara)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Menteri Desa (Mendes), Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Eko Putro Sandjojo optimistis penyerapan dana desa 2018 bisa mencapai lebih dari 99 persen. Pasalnya penyerapan dana desa dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan.
"Dari sisi penyerapan terus membaik. 2015 penyerapannya 82 persen. Tahun 2016 (penyerapan) 97 persen. Tahun 2017 98 persen. Saya yakin 2018 (penyerapan dana desa) bisa 99 persen lebih," katanya di sela-sela acara Rapat Koordinasi Nasional dan Evaluasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa 2018 di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, penyerapan dana desa yang meningkat setiap tahunnya menunjukkan tata kelola dana desa yang terus membaik.
Meski demikian, penggunaan dana desa selalu diaudit dan laporan hasil audit tersebut menjadi syarat pencairan dana desa berikutnya.
Ia menegaskan audit penggunaan dana desa sangat penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.
"(Dana desa) tahap berikutnya tidak akan bisa cair kalau laporan audit dari tahap sebelumnya belum diterima. Kalau (desa) yang ada kasus atau laporan (audit) belum diterima, tidak bisa kami paksakan (pengucuran dana desa tahap berikutnya), karena akuntabilitas juga penting," jelasnya.
Ia menyebutkan dana desa telah dimanfaatkan dengan baik untuk pembangunan infrastruktur desa-desa di Indonesia diantaranya pembangunan fasilitas air bersih yang mencapai hampir satu juta unit, jalan desa dengan total panjang 158.000 kilometer, sarana pendidikan anak usia dini (PAUD), pasar, juga sarana pelayanan kesehatan tingkat desa yakni pondok bersalin desa (polindes) dan pos pelayanan terpadu (posyandu).
"Pembangunan PAUD, polindes, pasar, posyandu puluhan ribu jumlahnya," katanya. (*)
"Dari sisi penyerapan terus membaik. 2015 penyerapannya 82 persen. Tahun 2016 (penyerapan) 97 persen. Tahun 2017 98 persen. Saya yakin 2018 (penyerapan dana desa) bisa 99 persen lebih," katanya di sela-sela acara Rapat Koordinasi Nasional dan Evaluasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa 2018 di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, penyerapan dana desa yang meningkat setiap tahunnya menunjukkan tata kelola dana desa yang terus membaik.
Meski demikian, penggunaan dana desa selalu diaudit dan laporan hasil audit tersebut menjadi syarat pencairan dana desa berikutnya.
Ia menegaskan audit penggunaan dana desa sangat penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.
"(Dana desa) tahap berikutnya tidak akan bisa cair kalau laporan audit dari tahap sebelumnya belum diterima. Kalau (desa) yang ada kasus atau laporan (audit) belum diterima, tidak bisa kami paksakan (pengucuran dana desa tahap berikutnya), karena akuntabilitas juga penting," jelasnya.
Ia menyebutkan dana desa telah dimanfaatkan dengan baik untuk pembangunan infrastruktur desa-desa di Indonesia diantaranya pembangunan fasilitas air bersih yang mencapai hampir satu juta unit, jalan desa dengan total panjang 158.000 kilometer, sarana pendidikan anak usia dini (PAUD), pasar, juga sarana pelayanan kesehatan tingkat desa yakni pondok bersalin desa (polindes) dan pos pelayanan terpadu (posyandu).
"Pembangunan PAUD, polindes, pasar, posyandu puluhan ribu jumlahnya," katanya. (*)
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Selain pembangunan infrastruktur, Mendes PDTT minta dana desa tingkatkan perekonomian
22 September 2018 6:31 WIB, 2018
Tujuh tahun mendatang, Mendes perkirakan angka kemiskinan desa lebih kecil
25 August 2018 9:08 WIB, 2018
Mendes sebut pendamping desa era Revolusi Industri 4.0 harus "melek" medsos
07 July 2018 8:24 WIB, 2018
Dana desa dapat digunakan untuk cegah radikalisme, harap Menteri Desa dan PTT
30 May 2018 6:25 WIB, 2018
Mendes yakin berhasil entaskan 5.000 desa tertinggal melalui program dana desa
28 May 2018 8:49 WIB, 2018
Ini penilaian menteri terkait korupsi dana desa setelah pengawasan pengelolaan keuangannya diperketat
05 March 2018 10:11 WIB, 2018