Polisi amankan terduga penculik anak sampai dua kali, ternyata orang gila
Sabtu, 3 November 2018 18:54 WIB
Seorang wanita (memakai jaket hitam dan jilbab merah) diamankan masyarakat dan security kemudian dibawa ke Polres Solok Kota karena diduga komplotan penculik anak yang marak di media sosial akhir-akhir ini. (Ist) (Antara Sumbar/istimewa)
Solok, (Antaranews Sumbar) - Polres Solok Kota mengamankan seorang wanita yang diduga menjadi salah satu anggota dari komplotan penculik anak di sekitar pom bensin di kelurahan Kampai Tabu Karambia pada Jumat (2/11), sekitar pukul 15.15 WIB.
"Mendapat informasi dari masyarakat ada wanita yang mencurigakan, personel Polres Solok Kota langsung mendatangi lokasi dan mendapati kerumunan massa yang sudah mengamankan terduga," kata Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan diwakili Wakapolres, Kompol Sumintak di Solok, Sabtu.
Untuk menghindari amukan massa, KBO Reskrim Polres Solok Kota, Ipda Edi Yuhendra, dan anggota lainnya langsung mengamankan terduga ke Mapolres Solok Kota.
"Saat dilakukan interogasi, terduga pelaku penculik anak ini tidak dapat dimintai keterangan, bahkan identitas pelaku juga tidak jelas, akibat gangguan jiwa yang dialaminya," katanya.
Ia menjelaskan kemudian wanita berusia sekitar 40 tahunan ini kembali dilepaskan karena mengalami gangguan jiwa.
Naas hanya berselang 15 menit setelah dilepas pada pukul 16.05 WIB wanita ini kembali diamankan masyarakat di depan Kampus UMMY Kota Solok.
Mendapat informasi ini, polisi terpaksa kembali mengamankannya ke Mapolresta karena takut akan mengganggu keamanan sekitar.
Atas kejadian ini, Polres Solok Kota bekerja sama dengan Satuan Pol PP Kota Solok, mengirim wanita ini ke Kota Bukittinggi yang merupakan daerah asalnya.
“Jumat sore, berkat kerjasama dengan Satpol PP Kota Solok, wanita ini sudah dikirim ke Bukittinggi menggunakan bus dan sudah dipastikan sampai dengan selamat di daerah Ampek Angkek,” katanya.
Kasat Pol PP Kota Solok, Bujang Putra juga membenarkan kejadian ini dan telah mengirim yang bersangkutan kedaerah asalnya.
“Iya, kami beserta Polres Solok Kota sudah mengamankan wanita yang sempat viral di media sosial ini. Karena yang bersangkutan teridentifikasi mengalami gangguan jiwa, maka kami kirim kembali ke daerah asalnya di Bukittinggi,” ujarnya.
"Mendapat informasi dari masyarakat ada wanita yang mencurigakan, personel Polres Solok Kota langsung mendatangi lokasi dan mendapati kerumunan massa yang sudah mengamankan terduga," kata Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan diwakili Wakapolres, Kompol Sumintak di Solok, Sabtu.
Untuk menghindari amukan massa, KBO Reskrim Polres Solok Kota, Ipda Edi Yuhendra, dan anggota lainnya langsung mengamankan terduga ke Mapolres Solok Kota.
"Saat dilakukan interogasi, terduga pelaku penculik anak ini tidak dapat dimintai keterangan, bahkan identitas pelaku juga tidak jelas, akibat gangguan jiwa yang dialaminya," katanya.
Ia menjelaskan kemudian wanita berusia sekitar 40 tahunan ini kembali dilepaskan karena mengalami gangguan jiwa.
Naas hanya berselang 15 menit setelah dilepas pada pukul 16.05 WIB wanita ini kembali diamankan masyarakat di depan Kampus UMMY Kota Solok.
Mendapat informasi ini, polisi terpaksa kembali mengamankannya ke Mapolresta karena takut akan mengganggu keamanan sekitar.
Atas kejadian ini, Polres Solok Kota bekerja sama dengan Satuan Pol PP Kota Solok, mengirim wanita ini ke Kota Bukittinggi yang merupakan daerah asalnya.
“Jumat sore, berkat kerjasama dengan Satpol PP Kota Solok, wanita ini sudah dikirim ke Bukittinggi menggunakan bus dan sudah dipastikan sampai dengan selamat di daerah Ampek Angkek,” katanya.
Kasat Pol PP Kota Solok, Bujang Putra juga membenarkan kejadian ini dan telah mengirim yang bersangkutan kedaerah asalnya.
“Iya, kami beserta Polres Solok Kota sudah mengamankan wanita yang sempat viral di media sosial ini. Karena yang bersangkutan teridentifikasi mengalami gangguan jiwa, maka kami kirim kembali ke daerah asalnya di Bukittinggi,” ujarnya.
Pewarta : Tri Asmaini
Editor : Ikhwan Wahyudi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Padang terus pantau kondisi 22 korban gigitan anjing rabies
28 September 2023 17:34 WIB, 2023
FIFA selidiki penghentian laga Brazil vs Argentina, Gianni Infantino: Peristiwa itu "gila"
07 September 2021 6:17 WIB, 2021
Menkopolhukam: Penusuk Ali Jaber gila atau tidak tetap dibawa ke pengadilan
17 September 2020 11:16 WIB, 2020
Kasus penusukan Syekh Ali Jaber, MUI: polisi jangan mudah percaya dengan alasan gila
15 September 2020 6:08 WIB, 2020
Maksud ingin menjaga kampung, sembilan pemuda Boyolali dibekuk menganiaya orang gila asal Riau hingga tewas
27 April 2020 6:34 WIB, 2020
Presiden klub Brescia Italia : Gila jika ngotot ingin lanjutkan liga Serie A
20 April 2020 6:01 WIB, 2020
Larangan transfer dicabut namun Chelsea takkan gila-gilaan belanja pemain
11 December 2019 9:13 WIB, 2019
Pria gangguan jiwa ini miliki uang jutaan rupiah dalam pecahan Rp20.000-Rp100.000
06 December 2019 16:07 WIB, 2019
Belasan bangkai kucing ditemukan di pinggir pantai, diduga dibantai orang gangguan jiwa
30 November 2019 18:59 WIB, 2019