BNPB butuh 2.000 tenda untuk pengungsi gempa Sulteng
Selasa, 2 Oktober 2018 19:12 WIB
Pengungsi berisitirahat di tenda pengungsian di Lapangan Vatulemo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10). Para pengungsi korban gempa Palu dan Donggala saat ini sangat membutuhkan bantuan khususnya minuman dan makanan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww/18.
Palu, (Antaranews Sumbar) - Badan Nasional Penanggulagan Bencana (BNPB) membutuhkan 2.000-an tenda berkapasitas 40 orang/tenda untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi korban bencana gempa bumi Palu, Donggala, dan Sigi pada Jumat (28/9).
"Tenda adalah kebutuhan yang paling mendesak saat ini selain bahan makanan," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei kepada wartawan di Posko Satgas Penanggulangan Gempa Bumi di Palu, Selasa petang.
Ia menjelaskan saat ini ada 60.000-an pengungsi yang tersebar di hampir 120 titik di dalam Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala yang tidak memiliki tempat berteduh, padahal lembah Palu daerah yang suhu udaranya panas saat siang hari.
Menurut Willem, tidak mungkin mengadakan kebutuhan tenda dalam waktu dekat dengan mengandalkan sumber dalam negeri sehingga kemungkinan pengadaannya membutuhkan bantuan internasional.
Baca juga: Truk tangki BBM Pertamina mulai distribusikan BBM di Palu
"Karena kebutuhan tenda ini amat sangat mendesak, maka saya pikir ini adalah salah satu kebutuhan yang bisa dimintakan bantuan internasional," katanya.
Ia mengakui bahwa pelayanan kebutuhan tenda dan bahan makanan untuk pengungsi dalam skala terbatas baru dimulai pada Selasa ini karena sumber daya-sumber daya tersebut baru mulai berdatangan ke Kota Palu.
"Kita membutuhkan bahan makan terutama beras untuk para korban. Saya sudah lihat para korban di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, mereka sangat membutuhkan beras," ujarnya.
Baca juga: Perbedaan penanganan pascagempa Palu dan Lombok
Di Kabupaten Sigi, misalnya, ada empat kecamatan yang sampai saat ini masih terisolasi, yakni Pipikoro, Lindu, Kulawi, dan Kulawi Selatan sehingga belum tersentuh bantuan logistik apapun.
"Saya mengakui bahwa pelayanan kepada para korban gempa ini masih sangat minim karena kebutuhan sangat tidak berimbang dengan sumber daya yang tersedia," ujarnya.
Hal yang sama terjadi pada usaha pencarian korban di mana masih banyak titik bencana yang belum bisa disentuh untuk mencari para korban karena keterbatasan peralatan dan personel.
Hingga Selasa petang, jumlah korban tewas akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,4 itu tercatat 1.374 orang dan mereka yang hilang 113 orang. (*)
Baca juga: Pasokan BBM dari Pertamina telah tiba di Palu
Baca juga: Indonesia butuhkan bantuan tenda-fogging pascagempa Palu
"Tenda adalah kebutuhan yang paling mendesak saat ini selain bahan makanan," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei kepada wartawan di Posko Satgas Penanggulangan Gempa Bumi di Palu, Selasa petang.
Ia menjelaskan saat ini ada 60.000-an pengungsi yang tersebar di hampir 120 titik di dalam Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala yang tidak memiliki tempat berteduh, padahal lembah Palu daerah yang suhu udaranya panas saat siang hari.
Menurut Willem, tidak mungkin mengadakan kebutuhan tenda dalam waktu dekat dengan mengandalkan sumber dalam negeri sehingga kemungkinan pengadaannya membutuhkan bantuan internasional.
Baca juga: Truk tangki BBM Pertamina mulai distribusikan BBM di Palu
"Karena kebutuhan tenda ini amat sangat mendesak, maka saya pikir ini adalah salah satu kebutuhan yang bisa dimintakan bantuan internasional," katanya.
Ia mengakui bahwa pelayanan kebutuhan tenda dan bahan makanan untuk pengungsi dalam skala terbatas baru dimulai pada Selasa ini karena sumber daya-sumber daya tersebut baru mulai berdatangan ke Kota Palu.
"Kita membutuhkan bahan makan terutama beras untuk para korban. Saya sudah lihat para korban di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, mereka sangat membutuhkan beras," ujarnya.
Baca juga: Perbedaan penanganan pascagempa Palu dan Lombok
Di Kabupaten Sigi, misalnya, ada empat kecamatan yang sampai saat ini masih terisolasi, yakni Pipikoro, Lindu, Kulawi, dan Kulawi Selatan sehingga belum tersentuh bantuan logistik apapun.
"Saya mengakui bahwa pelayanan kepada para korban gempa ini masih sangat minim karena kebutuhan sangat tidak berimbang dengan sumber daya yang tersedia," ujarnya.
Hal yang sama terjadi pada usaha pencarian korban di mana masih banyak titik bencana yang belum bisa disentuh untuk mencari para korban karena keterbatasan peralatan dan personel.
Hingga Selasa petang, jumlah korban tewas akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,4 itu tercatat 1.374 orang dan mereka yang hilang 113 orang. (*)
Baca juga: Pasokan BBM dari Pertamina telah tiba di Palu
Baca juga: Indonesia butuhkan bantuan tenda-fogging pascagempa Palu
Pewarta : Rolex Malaha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jadi kawasan agrowisata favorit Kota Palu, kebun anggur Duyu bangkit bukti kerja GTRA
28 January 2026 18:00 WIB
Cerita petani anggur Duyu Bangkit: Reforma agraria tak hanya soal tanah, tapi juga kemandirian
12 November 2025 12:27 WIB
Polisi temukan sejumlah obat di TKP tewasnya seorang wartawan di Jakarta Barat
06 April 2025 18:36 WIB, 2025
KPU Padang Panjang ketok palu hasil rekapitulasi perolehan suara Pilkada 2024 (Video)
02 December 2024 18:36 WIB, 2024
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Sumbar butuh skuadron SAR sebagai mitigasi bencana, legislator Sumbar paparkan alasannya
25 February 2026 20:56 WIB
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB