Sumbar tambah modal Bank Nagari Rp40 Miliar
Sabtu, 29 September 2018 17:15 WIB
Wakil Ketua DPRD Sumbar Arkadius (Antara Sumbar/ Mario Sofia Nasution)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama DPRD Sumbar menyepakati penambahan modal Bank Nagari sebesar Rp40 miliar dalam APBD perubahan 2018.
Wakil Ketua DPRD Sumbar Arkadius di Padang, Sabtu mengatakan sejak awal mula pembahasan DPRD tidak menyepakati penambahan modal ini karena kinerja Bank Nagari yang tidak sesuai dengan harapan.
"Kita terus melakukan pembahasan baik di internal DPRD dan bersama pemerintah daerah agar penambahan modal ini dapat dilakukan," katanya.
Awalnya pemerintah daerah merencanakan akan menambah modal Bank Nagari sebesar Rp50 miliar pada KUPA PPAS APBD perubahan 2018.
Setelah dilakukan rasionalisasi, DPRD dan pemerintah daerah sepakat jumlah penyertaan modal yang diberikan dalam APBD perubahan ini sebesar Rp40 miliar.
Menurut dia banyaknya dana yang dikucurkan dari APBD Sumbar ini seharusnya membuat kinerja Bank Nagari semakin baik dan mampu mencapai target keuntungan yang telah disepakati.
"Kami mendorong Bank Nagari dapat memperbaiki kinerja manajemen dalam pengelolaan bank, karena apabila tidak ada perbaikan Bank Nagari akan kesulitan bersaing dengan bank lainnya," kata dia.
Selain itu pemerintah juga menyertakan modal PT Jamkrida yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar Rp5 miliar. Jumlah tersebut mengalami rasionalisasi dari usulan dalam KUPA-PPAS APBD perubahan sebesar Rp10 miliar.
"Kita meyakini jumlah dengan penyertaan modal sebesar Rp5 miliar ini akan mendorong kinerja PT Jamkrida menjadi lebih baik lagi," kata dia.*
Wakil Ketua DPRD Sumbar Arkadius di Padang, Sabtu mengatakan sejak awal mula pembahasan DPRD tidak menyepakati penambahan modal ini karena kinerja Bank Nagari yang tidak sesuai dengan harapan.
"Kita terus melakukan pembahasan baik di internal DPRD dan bersama pemerintah daerah agar penambahan modal ini dapat dilakukan," katanya.
Awalnya pemerintah daerah merencanakan akan menambah modal Bank Nagari sebesar Rp50 miliar pada KUPA PPAS APBD perubahan 2018.
Setelah dilakukan rasionalisasi, DPRD dan pemerintah daerah sepakat jumlah penyertaan modal yang diberikan dalam APBD perubahan ini sebesar Rp40 miliar.
Menurut dia banyaknya dana yang dikucurkan dari APBD Sumbar ini seharusnya membuat kinerja Bank Nagari semakin baik dan mampu mencapai target keuntungan yang telah disepakati.
"Kami mendorong Bank Nagari dapat memperbaiki kinerja manajemen dalam pengelolaan bank, karena apabila tidak ada perbaikan Bank Nagari akan kesulitan bersaing dengan bank lainnya," kata dia.
Selain itu pemerintah juga menyertakan modal PT Jamkrida yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar Rp5 miliar. Jumlah tersebut mengalami rasionalisasi dari usulan dalam KUPA-PPAS APBD perubahan sebesar Rp10 miliar.
"Kita meyakini jumlah dengan penyertaan modal sebesar Rp5 miliar ini akan mendorong kinerja PT Jamkrida menjadi lebih baik lagi," kata dia.*
Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor : Miko Elfisha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Asal usul nama Limapuluh Kota terlupakan, angggota DPRD usulkan museum kebudayaan atau kembalikan tanah ulayat nagari
13 April 2026 15:27 WIB
Pemkab Padang Pariaman sampaikan duka mendalam berpulangnya anggota DPRD periode 2024-2029
09 April 2026 18:33 WIB
Pemkot Sawahlunto--DPRD Sumbar bahas percepatan jalan, layanan kesehatan, dan pendidikan
27 March 2026 14:02 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (08/05/2026) pagi, emas Antam turun tipis Rp1.000 jadi Rp2,839 juta per gram
08 May 2026 9:43 WIB
Harga emas UBS-Antam-Galeri24 di Pegadaian Jumat (08/05/2026) pagi ini fluktuatif
08 May 2026 7:40 WIB