Hujan lebat berpotensi guyur sebagian wilayah Indonesia tiga hari ke depan
Kamis, 20 September 2018 7:27 WIB
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo. (cc)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan lebat di sebagian wilayah Indonesia selama tiga hari ke depan.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan meluruhnya badai tropis Mangkhut beberapa hari yang lalu menyebabkan perubahan pola cuaca yang ditandai oleh turut melemahnya aktivitas aliran massa udara kering dari Australia dan menjauh dari wilayah Indonesia.
Ia menjelaskan adanya pola sirkulasi siklonik di sekitar Laut Cina Selatan, peningkatan kelembapan udara yang basah di lapisan atmosfer pada ketinggian sekitar 1.500 dan 3.000 meter, belokan arah angin dan perlambatan kecepatan angin pada lapisan atmosfer bagian bawah (sekitar 1.000 meter) yang mengakibatkan pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Kondisi dinamis atmosfer tersebut dapat meningkatkan potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia dalam periode tiga hari ke depan, yaitu 20-22 September 2018.
Daerah yang berpotensi hujan lebat tersebut, yaitu Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, dan DKI Jakarta.
Selain itu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Papua.
Selain itu, ada potensi gelombang tinggi 2,5-4 meter diperkirakan dapat terjadi di perairan barat Kepulauan Mentawai, Perairan Enggano hingga Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Aceh, hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali hingga Lombok, dan Alas bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB.
Prabowo mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan akibat kondisi tersebut, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, puting beliung, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (*)
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan meluruhnya badai tropis Mangkhut beberapa hari yang lalu menyebabkan perubahan pola cuaca yang ditandai oleh turut melemahnya aktivitas aliran massa udara kering dari Australia dan menjauh dari wilayah Indonesia.
Ia menjelaskan adanya pola sirkulasi siklonik di sekitar Laut Cina Selatan, peningkatan kelembapan udara yang basah di lapisan atmosfer pada ketinggian sekitar 1.500 dan 3.000 meter, belokan arah angin dan perlambatan kecepatan angin pada lapisan atmosfer bagian bawah (sekitar 1.000 meter) yang mengakibatkan pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Kondisi dinamis atmosfer tersebut dapat meningkatkan potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia dalam periode tiga hari ke depan, yaitu 20-22 September 2018.
Daerah yang berpotensi hujan lebat tersebut, yaitu Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, dan DKI Jakarta.
Selain itu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Papua.
Selain itu, ada potensi gelombang tinggi 2,5-4 meter diperkirakan dapat terjadi di perairan barat Kepulauan Mentawai, Perairan Enggano hingga Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Aceh, hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali hingga Lombok, dan Alas bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB.
Prabowo mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan akibat kondisi tersebut, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, puting beliung, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (*)
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Libur Hari Buruh, KAI Divre II Sumbar siapkan 23.376 tempat duduk kereta api lokal
30 April 2026 12:14 WIB
Wawako Maigus Nasir sampaikan R-APBD Tahun Anggaran 2026 pada DPRD Kota Padang
13 October 2025 19:06 WIB
BNPB verifikasi usulan Padang Pariaman terkait infrastruktur rusak karena bencana
16 July 2025 18:00 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Sumbar butuh skuadron SAR sebagai mitigasi bencana, legislator Sumbar paparkan alasannya
25 February 2026 20:56 WIB
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB