20.000 pengunjung ditargetkan kunjungi even Pariaman Expo 2018
Rabu, 15 Agustus 2018 12:44 WIB
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)
Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, menargetkan sekitar 20.000 pengunjung pada even Pariaman Expo yang dilaksanakan pada 11 hingga 19 Agustus 2018 di daerah itu.
"Kami menargetkan sekitar 2.000 lebih kunjungan per hari selama pameran," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Rabu.
Ia mengatakan target dominan kunjungan ialah berasal dari provinsi tetangga di antaranya Riau, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan.
"Jadi selain pengunjung dari Sumbar, diharapkan pengunjung dari luar provinsi lebih banyak datang ke Pariaman," kata dia.
Hal itu bertujuan agar aneka kerajinan hasil industri kreatif masyarakat setempat yang dipamerkan dalam kegiatan Pariaman Expo dapat dikenal hingga ke provinsi lain.
Kerajinan-kerajinan unggulan yang dipamerkan di antaranya sulaman, rajutan, bordiran dan makanan khas daerah.
Selain itu terdapat pula berbagai kerajinan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari batok kelapa, ujar dia.
"Promosi ini diharapkan dapat meningkatkan peluang ekspor kerajinan Pariaman di tingkat Asia Pasifik," kata dia.
Apalagi, ujar dia, pihak Kementerian Perdagangan juga diajak berpartisipasi dalam kegiatan Pariaman Expo.
Secara umum, kegiatan Pariaman Expo diikuti oleh 65 UMKM serta ditambah sejumlah pedagang kreatif lapangan.
Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora mengatakan pengenalan berbagai kerajinan daerah perlu memperhatikan pangsa pasar serta promosi yang luas.
Menurut dia berbagai kerajinan daerah asal Kota Pariaman memiliki kualitas yang baik, hanya saja belum terkelola secara maksimal dari segi pemasaran produk.
Selain itu katanya, animo masyarakat masih cenderung menggunakan produk dari daerah lain jika dibandingkan kerajinan asli Pariaman.
"Animo masyarakat yang lebih suka berbelanja ke daerah lain perlu diubah, padahal kualitas kerajinan Pariaman juga termasuk bagus," katanya. (*)
"Kami menargetkan sekitar 2.000 lebih kunjungan per hari selama pameran," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Rabu.
Ia mengatakan target dominan kunjungan ialah berasal dari provinsi tetangga di antaranya Riau, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan.
"Jadi selain pengunjung dari Sumbar, diharapkan pengunjung dari luar provinsi lebih banyak datang ke Pariaman," kata dia.
Hal itu bertujuan agar aneka kerajinan hasil industri kreatif masyarakat setempat yang dipamerkan dalam kegiatan Pariaman Expo dapat dikenal hingga ke provinsi lain.
Kerajinan-kerajinan unggulan yang dipamerkan di antaranya sulaman, rajutan, bordiran dan makanan khas daerah.
Selain itu terdapat pula berbagai kerajinan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari batok kelapa, ujar dia.
"Promosi ini diharapkan dapat meningkatkan peluang ekspor kerajinan Pariaman di tingkat Asia Pasifik," kata dia.
Apalagi, ujar dia, pihak Kementerian Perdagangan juga diajak berpartisipasi dalam kegiatan Pariaman Expo.
Secara umum, kegiatan Pariaman Expo diikuti oleh 65 UMKM serta ditambah sejumlah pedagang kreatif lapangan.
Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora mengatakan pengenalan berbagai kerajinan daerah perlu memperhatikan pangsa pasar serta promosi yang luas.
Menurut dia berbagai kerajinan daerah asal Kota Pariaman memiliki kualitas yang baik, hanya saja belum terkelola secara maksimal dari segi pemasaran produk.
Selain itu katanya, animo masyarakat masih cenderung menggunakan produk dari daerah lain jika dibandingkan kerajinan asli Pariaman.
"Animo masyarakat yang lebih suka berbelanja ke daerah lain perlu diubah, padahal kualitas kerajinan Pariaman juga termasuk bagus," katanya. (*)
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ragu dengan alat ukur pedagang, pembeli bisa timbang ulang belanjaan di Pasar Pariaman
08 October 2019 16:47 WIB, 2019
15 persen koperasi di Pariaman miliki aset di atas Rp1 miliar, ada koperasi guru SD beraset Rp8 miliar
29 August 2019 17:23 WIB, 2019
Tiket mahal berdampak ke daerah, omzet UMKM oleh-oleh Pariaman turun 40 persen
27 February 2019 16:32 WIB, 2019
Pariaman ajukan Rp4 miliar revitalisasi pasar Kurai Taji dan Los Lambuang
18 July 2018 13:10 WIB, 2018
Ini dia produk unggulan Pariaman yang bisa dipasarkan ke tingkat internasional
03 April 2018 14:46 WIB, 2018
Pemkot Pariaman dorong UMKM manfaatkan bantuan modal dari Semen Padang
21 March 2018 13:53 WIB, 2018
Kemendag Anggarkan Rp500 Juta Tata Pedagang di Objek Wisata Pariaman
10 January 2018 13:51 WIB, 2018