Rouhani peringatkan AS akan sesali sanksi baru untuk Iran
Selasa, 7 Agustus 2018 7:01 WIB
Presiden Iran, Hassan Rouhani. (Antara)
Ankara, (Antaranews Sumbar) - Amerika Serikat tengah terkucil dari dunia internasional dan akan menyesal kembali memberlakukan sanksi untuk Iran, kata Presiden Iran Hassan Rouhani pada Senin, beberapa jam sebelum sanksi baru berlaku.
"Amerika akan menyesal memberlakukan sanksi untuk Iran. Mereka sudah terkucil dari dunia, dan kini hendak memberi sanksi pada anak-anak, orang-orang sakit, dan bangsa Iran," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi.
Sementara itu seperti dilaporkan Xinhua, Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan Senin (6/8) bahwa Amerika Serikat akan mengaktifkan kembali sejumlah sanksi terhadap sektor keuangan dan industri Iran mulai Selasa (7/8).
Tindakan tersebut akan diikuti dengan serangkaian sanksi lain yang dijadwalkan untuk November dan mengembalikan sanksi-sanksi AS terhadap Iran ke tingkat setara dengan masa sebelum kesepakatan multilateral utama dicapai pada 2015.
Sejumlah sanksi pertama menargetkan pembelian Teheran terhadap dolar AS, perdagangan emas dan logam mulia lainnya, serta penggunaan grafit, batu bara, aluminium dan baja dalam proses industri.
Putaran sanksi lainnya, yang akan diterapkan pada November, akan termasuk pada sektor pelabuhan, energi dan pengiriman, transaksi terkait perminyakan, dan transaksi asing dengan Bank Sentral Iran, menurut pernyataan itu.-
"Amerika akan menyesal memberlakukan sanksi untuk Iran. Mereka sudah terkucil dari dunia, dan kini hendak memberi sanksi pada anak-anak, orang-orang sakit, dan bangsa Iran," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi.
Sementara itu seperti dilaporkan Xinhua, Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan Senin (6/8) bahwa Amerika Serikat akan mengaktifkan kembali sejumlah sanksi terhadap sektor keuangan dan industri Iran mulai Selasa (7/8).
Tindakan tersebut akan diikuti dengan serangkaian sanksi lain yang dijadwalkan untuk November dan mengembalikan sanksi-sanksi AS terhadap Iran ke tingkat setara dengan masa sebelum kesepakatan multilateral utama dicapai pada 2015.
Sejumlah sanksi pertama menargetkan pembelian Teheran terhadap dolar AS, perdagangan emas dan logam mulia lainnya, serta penggunaan grafit, batu bara, aluminium dan baja dalam proses industri.
Putaran sanksi lainnya, yang akan diterapkan pada November, akan termasuk pada sektor pelabuhan, energi dan pengiriman, transaksi terkait perminyakan, dan transaksi asing dengan Bank Sentral Iran, menurut pernyataan itu.-
Pewarta : Antara
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tolak gagasan 'kesepakatan Trump' soal nuklir, Presiden Iran: tawaran 'aneh'
15 January 2020 17:34 WIB, 2020
Rouhani tegaskan rakyat Iran takkan tunduk pada persekongkolan 'musuh'
28 November 2019 11:41 WIB, 2019
Presiden Iran nyatakan pembicaraan dengan AS hanya jika sanksi dicabut
27 August 2019 19:05 WIB, 2019
Rouhani tegaskan tidak ingin berperang, tapi jika AS melanggar lagi berhadapan dengan Iran
26 June 2019 10:57 WIB, 2019
Iran tolak tawaran berunding Trump beberapa jam jelang berlakunya sanksi baru
07 August 2018 6:59 WIB, 2018