PKS tanggapi santai kabar adanya peluang duet Prabowo-AHY
Selasa, 10 Juli 2018 6:42 WIB
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman. (Antara)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menanggapi dengan santai kabar tentang adanya peluang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menggandeng Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pilpres 2019.
"Ini masih dalam ranah peta politik. Nanti arahnya ke siapa, itu kita belum tahu," ujar Sohibul di Jakarta, Senin (9/7).
Bahkan, ia mengapresiasi munculnya nama AHY dalam bursa calon wakil presiden pendamping tokoh yang dikenal sebagai rival Presiden Joko Widodo tersebut.
"Munculnya banyak calon dalam proses demokrasi itu bagus, supaya rakyat memiliki pilihan yang banyak. Bagi kami, tidak ada sikap yang berat," tambah Sohibul.
Ia mengaku kabar tentang Prabowo yang kemungkinan menggandeng AHY itu tidak memperenggang hubungan partainya dengan Partai Gerindra.
Sohibul menambahkan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan sebelumnya juga telah menemuinya dan mengajak berkoalisi, sehingga munculnya nama calon pendamping Prabowo dari Partai Demokrat bukan hal yang baru bagi PKS.
"Jangan dikonotasikan, begitu Demokrat ketemu Gerindra, seolah PKS ditinggalkan. Lalu, Demokrat ketemu PKS, Gerindra ditinggalkan. Jangan 'baperan' dalam politik," kata dia.
Kendati demikian, ia tidak berkomentar banyak ketika ditanyakan soal persetujuannya terkait duet Prabowo dengan AHY.
"Saya tidak akan berandai-andai, jalani realitas saja," ungkap Sohibul. (*)
"Ini masih dalam ranah peta politik. Nanti arahnya ke siapa, itu kita belum tahu," ujar Sohibul di Jakarta, Senin (9/7).
Bahkan, ia mengapresiasi munculnya nama AHY dalam bursa calon wakil presiden pendamping tokoh yang dikenal sebagai rival Presiden Joko Widodo tersebut.
"Munculnya banyak calon dalam proses demokrasi itu bagus, supaya rakyat memiliki pilihan yang banyak. Bagi kami, tidak ada sikap yang berat," tambah Sohibul.
Ia mengaku kabar tentang Prabowo yang kemungkinan menggandeng AHY itu tidak memperenggang hubungan partainya dengan Partai Gerindra.
Sohibul menambahkan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan sebelumnya juga telah menemuinya dan mengajak berkoalisi, sehingga munculnya nama calon pendamping Prabowo dari Partai Demokrat bukan hal yang baru bagi PKS.
"Jangan dikonotasikan, begitu Demokrat ketemu Gerindra, seolah PKS ditinggalkan. Lalu, Demokrat ketemu PKS, Gerindra ditinggalkan. Jangan 'baperan' dalam politik," kata dia.
Kendati demikian, ia tidak berkomentar banyak ketika ditanyakan soal persetujuannya terkait duet Prabowo dengan AHY.
"Saya tidak akan berandai-andai, jalani realitas saja," ungkap Sohibul. (*)
Pewarta : Agita Tarigan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN Kenalkan Keselamatan Listrik Sejak Dini, Anak TKIT 1 Dar El-Iman Belajar Sambil Bermain Menyambut Hari Pahlawan
31 October 2025 11:12 WIB
Wako Fadly Amran hadiri kegiatan Dzikir dan Doa bersama di Masjid Agung Nurul Iman
05 September 2025 6:02 WIB
Kukuhkan Pengurus Remaja Masjid Nurul Iman, Wawako Maigus Nasir: Jadilah Teladan Masyarakat
25 March 2025 3:25 WIB
Bupati Sabar AS; penguatan keagamaan sejalan dengan pembangunan insfrastruktur
19 March 2025 11:59 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB